<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perkuat Alutsista, Sri Mulyani Suntik PAL Indonesia Rp1,3 Triliun</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT PAL Indonesia (Persero) sebesar Rp1,3 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459971/perkuat-alutsista-sri-mulyani-suntik-pal-indonesia-rp1-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459971/perkuat-alutsista-sri-mulyani-suntik-pal-indonesia-rp1-3-triliun"/><item><title>Perkuat Alutsista, Sri Mulyani Suntik PAL Indonesia Rp1,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459971/perkuat-alutsista-sri-mulyani-suntik-pal-indonesia-rp1-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/320/2459971/perkuat-alutsista-sri-mulyani-suntik-pal-indonesia-rp1-3-triliun</guid><pubDate>Senin 23 Agustus 2021 21:58 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/23/320/2459971/perkuat-alutsista-sri-mulyani-suntik-pal-indonesia-rp1-3-triliun-scvyp82zdQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani suntik PMN untuk PAL Indonesia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/23/320/2459971/perkuat-alutsista-sri-mulyani-suntik-pal-indonesia-rp1-3-triliun-scvyp82zdQ.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani suntik PMN untuk PAL Indonesia (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT PAL Indonesia (Persero) sebesar Rp1,3 triliun di semester II-2021. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista TNI) hingga pemenuhan minuman Alutsista Matra Laut.
&quot;PT PAL Indonesia sebesar Rp1,3 triliun, dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan fasilitas pembangunan kapal selam yaitu kemandirian pembangunan Alutsista dan pemenuhan minuman Alutsista Matra Laut,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (23/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Erick Thohir: Perempuan-Perempuan Tangguh Pahlawan Ekonomi Keluarga 
 
Pemerintah memang merencanakan pengadaan alutsista dalam jangka waktu 25 tahun. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tengah mempersiapkan sebuah masterplan yang merupakan mandat khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Mandat tersebut sebagai upaya pemerintah melalui PAL Indonesia tidak saja membangun alutsista laut, tapi juga membangun kemandirian teknologi industri pertahanan Indonesia. Saat ini, perseroan tengah memproduksi Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter batch 3, 5, san 6 yang rencananya diluncurkan tahun ini.
&quot;Kalau batch ke 3, yaitu KCR ke 5 dan 6 sedang dalam pembangunan. Direncanakan diluncurkan tahun ini. Kalau kapal batch sebelumnya secara bertahap dilakukan pelengkapan sistem sensor dan senjatanya,&quot; ujar ujar Kadep Hubungan Masyarakat PAL Indonesia, Utario Esna Putra, saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Dorong Energi Berkualitas, Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan Kunjungi Pertashop di Cepu Kabupaten Blora
 
Berbeda dengan batch sebelumnya, pada kontrak pembangunan batch 3 tidak hanya meliputi pembangunan platform, namun juga termasuk pada instalasi sistem sensor dan senjata.
Kapal KCR 60 Meter batch 3 memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter. Kapal tersebut mampu mengakomodasi kru sebanyak 55 orang. Kapal tersebut memiliki berat 500 ton dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot pada kondisi full load serta endurance 5 hari.Bahkan, memiliki jarak jelajah 2400 Nm pada kecepatan 20 knot. Fungsi  utama kapal KCR adalah pengamanan wilayah maritim dan dinilai relevan  dengan karakteristik geografi Indonesia.
Sebelumnya perseroan telah membangun 3 unit platform KCR 60 Meter  yang merupakan bagian dari proyek pembangunan batch 1 yaitu KRI  Sampari-628, KRI Tombak-629, dan KRI Halasan-630.
Pada batch 2 dibangun platform KRI Kerambit-627 yang kemudian diikuti  dengan proyek Fitted For But Not With (FFBNW) sistem sensor dan senjata  KRI Kerambit-627. Terdapat dua tipe pembangunan kapal perang, yaitu  platform saja atau secara lengkap platform dengan sistem sensor dan  senjata.
Untuk kapal perang yang dibangun hanya platform-nya saja, maka di  kemudian hari setelah selesainya pembangunan platform akan diikuti  dengan program instalasi sistem sensor dan senjata sesuai dengan  kebutuhan. Proses tersebut dikenal dengan istilah FFBNW.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT PAL Indonesia (Persero) sebesar Rp1,3 triliun di semester II-2021. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista TNI) hingga pemenuhan minuman Alutsista Matra Laut.
&quot;PT PAL Indonesia sebesar Rp1,3 triliun, dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan fasilitas pembangunan kapal selam yaitu kemandirian pembangunan Alutsista dan pemenuhan minuman Alutsista Matra Laut,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (23/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Erick Thohir: Perempuan-Perempuan Tangguh Pahlawan Ekonomi Keluarga 
 
Pemerintah memang merencanakan pengadaan alutsista dalam jangka waktu 25 tahun. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tengah mempersiapkan sebuah masterplan yang merupakan mandat khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Mandat tersebut sebagai upaya pemerintah melalui PAL Indonesia tidak saja membangun alutsista laut, tapi juga membangun kemandirian teknologi industri pertahanan Indonesia. Saat ini, perseroan tengah memproduksi Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter batch 3, 5, san 6 yang rencananya diluncurkan tahun ini.
&quot;Kalau batch ke 3, yaitu KCR ke 5 dan 6 sedang dalam pembangunan. Direncanakan diluncurkan tahun ini. Kalau kapal batch sebelumnya secara bertahap dilakukan pelengkapan sistem sensor dan senjatanya,&quot; ujar ujar Kadep Hubungan Masyarakat PAL Indonesia, Utario Esna Putra, saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Dorong Energi Berkualitas, Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan Kunjungi Pertashop di Cepu Kabupaten Blora
 
Berbeda dengan batch sebelumnya, pada kontrak pembangunan batch 3 tidak hanya meliputi pembangunan platform, namun juga termasuk pada instalasi sistem sensor dan senjata.
Kapal KCR 60 Meter batch 3 memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter. Kapal tersebut mampu mengakomodasi kru sebanyak 55 orang. Kapal tersebut memiliki berat 500 ton dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot pada kondisi full load serta endurance 5 hari.Bahkan, memiliki jarak jelajah 2400 Nm pada kecepatan 20 knot. Fungsi  utama kapal KCR adalah pengamanan wilayah maritim dan dinilai relevan  dengan karakteristik geografi Indonesia.
Sebelumnya perseroan telah membangun 3 unit platform KCR 60 Meter  yang merupakan bagian dari proyek pembangunan batch 1 yaitu KRI  Sampari-628, KRI Tombak-629, dan KRI Halasan-630.
Pada batch 2 dibangun platform KRI Kerambit-627 yang kemudian diikuti  dengan proyek Fitted For But Not With (FFBNW) sistem sensor dan senjata  KRI Kerambit-627. Terdapat dua tipe pembangunan kapal perang, yaitu  platform saja atau secara lengkap platform dengan sistem sensor dan  senjata.
Untuk kapal perang yang dibangun hanya platform-nya saja, maka di  kemudian hari setelah selesainya pembangunan platform akan diikuti  dengan program instalasi sistem sensor dan senjata sesuai dengan  kebutuhan. Proses tersebut dikenal dengan istilah FFBNW.</content:encoded></item></channel></rss>
