<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar Proyek Nyaris Mangkrak di Jakarta, Kini Mulai Bergerak Lagi</title><description>Sejumlah proyek infrastruktur di Ibu Kota yang nyaris mangkrak pada 2020  karena harus dilakukan pengalihan anggaran akibat pandemi COVID-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/470/2459698/daftar-proyek-nyaris-mangkrak-di-jakarta-kini-mulai-bergerak-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/470/2459698/daftar-proyek-nyaris-mangkrak-di-jakarta-kini-mulai-bergerak-lagi"/><item><title>Daftar Proyek Nyaris Mangkrak di Jakarta, Kini Mulai Bergerak Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/470/2459698/daftar-proyek-nyaris-mangkrak-di-jakarta-kini-mulai-bergerak-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/470/2459698/daftar-proyek-nyaris-mangkrak-di-jakarta-kini-mulai-bergerak-lagi</guid><pubDate>Senin 23 Agustus 2021 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/23/470/2459698/daftar-proyek-nyaris-mangkrak-di-jakarta-d21jswJ0Je.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan infrastruktur mangkrak (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/23/470/2459698/daftar-proyek-nyaris-mangkrak-di-jakarta-d21jswJ0Je.jpeg</image><title>Pembangunan infrastruktur mangkrak (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sejumlah proyek infrastruktur di Ibu Kota yang nyaris mangkrak pada 2020 karena harus dilakukan pengalihan anggaran akibat pandemi COVID-19. Namun proyek bisa dilanjut karena adanya dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
&amp;ldquo;Dengan adanya bantuan pendanaan PEN dari PT SMI, saat pandemi (proyek) bisa diselesaikan,&amp;rdquo; kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho dilansir dari Antara, Senin (23/8/2021).
Baca Juga: Daftar Pembangunan Proyek Infrastruktur Prioritas, Nilainya Fantastis
 
Dia menjelaskan, proyek infrastruktur yang dapat diselesaikan berkat dana PEN itu, yakni Jalan Layang Tanjung Barat, Jalan Layang Lenteng Agung, Jalan Layang Cakung dan Jalan Lintas Bawah Senen.
Proyek tersebut sempat terkendala satu hingga dua bulan karena menunggu kepastian dana dari pengerjaan proyek jalan tersebut.
Baca Juga: Mau Jadi Arsitek? Wajib Punya STRA
 
&amp;ldquo;Saat itu kami bergerak. Dari pemerintah pusat ada program PEN, untuk membiayai infrastruktur terkendala keuangan kami butuh sekitar Rp850 miliar,&amp;rdquo; katanya.
Selain itu, penataan trotoar di sejumlah titik juga terkendala anggaran karena harus dialihkan untuk penanganan COVID-19, padahal penataan itu sudah dirancang sejak 2019.Pagu anggaran untuk pendataan trotoar menuju kawasan terintegrasi atau &amp;ldquo;Transit Oriented Development&amp;rdquo; (TOD) di Jakarta saat itu mencapai Rp1,1 triliun namun menjadi kurang dari Rp20 miliar.
Akhirnya, pihaknya membangun skala prioritas, yakni di Stasiun Tanah Abang, Stasiun Senen, Stasiun Juanda dan Dukuh Atas.
Sebelumnya, pemerintah pusat melalui BUMN, PT SMI mencairkan dana PEN  kepada DKI Jakarta sebesar Rp3,26 triliun pada Oktober 2020. Dana PEN  tersebut dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di  Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah proyek infrastruktur di Ibu Kota yang nyaris mangkrak pada 2020 karena harus dilakukan pengalihan anggaran akibat pandemi COVID-19. Namun proyek bisa dilanjut karena adanya dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
&amp;ldquo;Dengan adanya bantuan pendanaan PEN dari PT SMI, saat pandemi (proyek) bisa diselesaikan,&amp;rdquo; kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho dilansir dari Antara, Senin (23/8/2021).
Baca Juga: Daftar Pembangunan Proyek Infrastruktur Prioritas, Nilainya Fantastis
 
Dia menjelaskan, proyek infrastruktur yang dapat diselesaikan berkat dana PEN itu, yakni Jalan Layang Tanjung Barat, Jalan Layang Lenteng Agung, Jalan Layang Cakung dan Jalan Lintas Bawah Senen.
Proyek tersebut sempat terkendala satu hingga dua bulan karena menunggu kepastian dana dari pengerjaan proyek jalan tersebut.
Baca Juga: Mau Jadi Arsitek? Wajib Punya STRA
 
&amp;ldquo;Saat itu kami bergerak. Dari pemerintah pusat ada program PEN, untuk membiayai infrastruktur terkendala keuangan kami butuh sekitar Rp850 miliar,&amp;rdquo; katanya.
Selain itu, penataan trotoar di sejumlah titik juga terkendala anggaran karena harus dialihkan untuk penanganan COVID-19, padahal penataan itu sudah dirancang sejak 2019.Pagu anggaran untuk pendataan trotoar menuju kawasan terintegrasi atau &amp;ldquo;Transit Oriented Development&amp;rdquo; (TOD) di Jakarta saat itu mencapai Rp1,1 triliun namun menjadi kurang dari Rp20 miliar.
Akhirnya, pihaknya membangun skala prioritas, yakni di Stasiun Tanah Abang, Stasiun Senen, Stasiun Juanda dan Dukuh Atas.
Sebelumnya, pemerintah pusat melalui BUMN, PT SMI mencairkan dana PEN  kepada DKI Jakarta sebesar Rp3,26 triliun pada Oktober 2020. Dana PEN  tersebut dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di  Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
