<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hunian Berbasis TOD Dilirik Konsumen Kota Besar</title><description>Hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) potensial menarik minat konsumen di kota besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/470/2459711/hunian-berbasis-tod-dilirik-konsumen-kota-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/470/2459711/hunian-berbasis-tod-dilirik-konsumen-kota-besar"/><item><title>Hunian Berbasis TOD Dilirik Konsumen Kota Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/470/2459711/hunian-berbasis-tod-dilirik-konsumen-kota-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/23/470/2459711/hunian-berbasis-tod-dilirik-konsumen-kota-besar</guid><pubDate>Senin 23 Agustus 2021 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/23/470/2459711/hunian-berbasis-tod-dilirik-konsumen-kota-besar-ZmJpDTlh14.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Hunian TOD diminati masyarakat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/23/470/2459711/hunian-berbasis-tod-dilirik-konsumen-kota-besar-ZmJpDTlh14.jpeg</image><title>Hunian TOD diminati masyarakat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) potensial menarik minat konsumen di kota besar seperti Jakarta dan kawasan penyangganya Bogor, Depok, Tangerang serta Bekasi. Head of Advisory Services of Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril menilai saat ini pemerintah tengah gencar mendukung proyek kepemilikan hunian melalui pemberian sejumlah insentif dan fasilitas pendanaan, termasuk untuk proyek-proyek hunian berbasis TOD hasil sinergi berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca Juga: Dear Pengembang, Bangun Rumah Subsidi Harus Dipastikan Layak Huni
 
Sejumlah insentif tersebut diperkirakan menambah tingkat keterjangkauan hunian berbasis TOD oleh konsumen. Menurutnya, jika dijalankan dengan baik, TOD akan menjadi sebuah konsep hunian yang ideal bagi masyarakat. TOD merupakan hunian terintegrasi dengan sarana transportasi publik di tengah atau dekat dengan pusat kota sehingga bisa membantu masyarakat memangkas waktu perjalanan yang biasanya menjadi persoalan.
&quot;Perjalanan menjadi lebih dekat, apalagi kalau misalnya TOD-nya ini LRT,&quot; ujar Monica dilansir dari Antara, Senin (23/8/2021).
Baca Juga: Rumah Tetap Bocor Meski Sudah Pakai Waterproofing? Ini Penyebabnya
 
Belum lama ini, pemerintah memperpanjang jangka waktu pemberian insentif pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung negara untuk penyerahan rumah tapak atau satuan rumah susun bagi rumah komersial dengan harga di bawah Rp2 miliar per unit di pasar perdana.
Per Maret lalu, Bank Indonesia juga melonggarkan rasio Loan to Value (LTV) untuk mendorong sektor properti bangkit dari pandemi. Di luar itu, lembaga pembiayaan juga memberikan sejumlah keringanan.
Analis Samuel Sekuritas Olivia Laura menambahkan keberadaan insentif menjadi motor penggerak penjualan properti tahun ini. Hal itu terefleksikan dari penjualan seluruh emiten properti yang mencapai lebih dari 50 persen pada semester I 2021.
&quot;Pertumbuhan tinggi karena basis tahun 2020 rendah. Kalau dibandingkan dengan sebelum pandemi di 2019, pertumbuhan di semester I 2021 juga cukup signifikan untuk beberapa emiten,&quot; ujar OIivia.Berbagai insentif pemerintah terbukti mampu mendorong kinerja sektor  properti di Indonesia. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR)  Pasar Primer Bank Indonesia mengindikasikan indeks harga properti  residensial, salah satu ukuran penjualan properti, terus naik. Pada  kuartal II 2021, indeks harga properti tercatat 215,77 dan diperkirakan  akan naik menjadi 215,88 pada kuartal III 2021. Angka ini lebih tinggi  dibandingkan tahun 2020 yang hanya berada di kisaran 211-213.
Terpisah, Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti (ADCP) Rizkan  Firman mengatakan perusahaannya sedang gencar mengembangkan properti  berbasis TOD. Pengembang properti berbasis transportasi massal pertama  dan terbesar di Indonesia tersebut memiliki portofolio kuat dari proyek  TOD baik eksisting maupun baru yang terletak di 7 dari 17 stasiun LRT  Tahap I di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Seluruh kawasan itu memiliki total unit lebih dari 54 ribu unit,  dengan landbank sebesar 140 hektar, yaitu LRT City Bekasi - Eastern  Green, LRT City Bekasi - Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City  MTH, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, LRT City  Sentul, Adhi City Sentul, serta Member of LRT City - Grand Central  Bogor, Member of LRT City - Cisauk Point, Member of LRT City - Oase  Park.
Saat ini berbagai proyek properti TOD ADCP berada di posisi yang  tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari pengoperasian jalur  LRT secara komersial pada Juni 2022 (Cibubur - Cawang, Cawang - Dukuh  Atas, Cawang - Bekasi Timur).
&quot;Pengembangan ADCP lainnya juga terletak pada titik utama sistem  Commuter Line dan Bus Rapid Transport (BRT) di mana kedua sistem  transportasi tersebut beroperasi aktif,&quot; ujar Rizkan.
Dia berharap, keberadaan hunian yang dekat dengan akses transportasi  publik akan turut membantu masyarakat mengurangi biaya mobilitas,  mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek, sekaligus menekan tingkat  polusi udara. Dengan demikian, kondisi sosial ekonomi masyarakat akan  turut meningkat dan berbagai program pemerintah menyelesaikan masalah  transportasi akan efektif.</description><content:encoded>JAKARTA - Hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) potensial menarik minat konsumen di kota besar seperti Jakarta dan kawasan penyangganya Bogor, Depok, Tangerang serta Bekasi. Head of Advisory Services of Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril menilai saat ini pemerintah tengah gencar mendukung proyek kepemilikan hunian melalui pemberian sejumlah insentif dan fasilitas pendanaan, termasuk untuk proyek-proyek hunian berbasis TOD hasil sinergi berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca Juga: Dear Pengembang, Bangun Rumah Subsidi Harus Dipastikan Layak Huni
 
Sejumlah insentif tersebut diperkirakan menambah tingkat keterjangkauan hunian berbasis TOD oleh konsumen. Menurutnya, jika dijalankan dengan baik, TOD akan menjadi sebuah konsep hunian yang ideal bagi masyarakat. TOD merupakan hunian terintegrasi dengan sarana transportasi publik di tengah atau dekat dengan pusat kota sehingga bisa membantu masyarakat memangkas waktu perjalanan yang biasanya menjadi persoalan.
&quot;Perjalanan menjadi lebih dekat, apalagi kalau misalnya TOD-nya ini LRT,&quot; ujar Monica dilansir dari Antara, Senin (23/8/2021).
Baca Juga: Rumah Tetap Bocor Meski Sudah Pakai Waterproofing? Ini Penyebabnya
 
Belum lama ini, pemerintah memperpanjang jangka waktu pemberian insentif pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung negara untuk penyerahan rumah tapak atau satuan rumah susun bagi rumah komersial dengan harga di bawah Rp2 miliar per unit di pasar perdana.
Per Maret lalu, Bank Indonesia juga melonggarkan rasio Loan to Value (LTV) untuk mendorong sektor properti bangkit dari pandemi. Di luar itu, lembaga pembiayaan juga memberikan sejumlah keringanan.
Analis Samuel Sekuritas Olivia Laura menambahkan keberadaan insentif menjadi motor penggerak penjualan properti tahun ini. Hal itu terefleksikan dari penjualan seluruh emiten properti yang mencapai lebih dari 50 persen pada semester I 2021.
&quot;Pertumbuhan tinggi karena basis tahun 2020 rendah. Kalau dibandingkan dengan sebelum pandemi di 2019, pertumbuhan di semester I 2021 juga cukup signifikan untuk beberapa emiten,&quot; ujar OIivia.Berbagai insentif pemerintah terbukti mampu mendorong kinerja sektor  properti di Indonesia. Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR)  Pasar Primer Bank Indonesia mengindikasikan indeks harga properti  residensial, salah satu ukuran penjualan properti, terus naik. Pada  kuartal II 2021, indeks harga properti tercatat 215,77 dan diperkirakan  akan naik menjadi 215,88 pada kuartal III 2021. Angka ini lebih tinggi  dibandingkan tahun 2020 yang hanya berada di kisaran 211-213.
Terpisah, Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti (ADCP) Rizkan  Firman mengatakan perusahaannya sedang gencar mengembangkan properti  berbasis TOD. Pengembang properti berbasis transportasi massal pertama  dan terbesar di Indonesia tersebut memiliki portofolio kuat dari proyek  TOD baik eksisting maupun baru yang terletak di 7 dari 17 stasiun LRT  Tahap I di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Seluruh kawasan itu memiliki total unit lebih dari 54 ribu unit,  dengan landbank sebesar 140 hektar, yaitu LRT City Bekasi - Eastern  Green, LRT City Bekasi - Green Avenue, LRT City Jatibening, LRT City  MTH, LRT City Tebet, LRT City Ciracas, LRT City Cibubur, LRT City  Sentul, Adhi City Sentul, serta Member of LRT City - Grand Central  Bogor, Member of LRT City - Cisauk Point, Member of LRT City - Oase  Park.
Saat ini berbagai proyek properti TOD ADCP berada di posisi yang  tepat bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari pengoperasian jalur  LRT secara komersial pada Juni 2022 (Cibubur - Cawang, Cawang - Dukuh  Atas, Cawang - Bekasi Timur).
&quot;Pengembangan ADCP lainnya juga terletak pada titik utama sistem  Commuter Line dan Bus Rapid Transport (BRT) di mana kedua sistem  transportasi tersebut beroperasi aktif,&quot; ujar Rizkan.
Dia berharap, keberadaan hunian yang dekat dengan akses transportasi  publik akan turut membantu masyarakat mengurangi biaya mobilitas,  mengurai kemacetan di wilayah Jabodetabek, sekaligus menekan tingkat  polusi udara. Dengan demikian, kondisi sosial ekonomi masyarakat akan  turut meningkat dan berbagai program pemerintah menyelesaikan masalah  transportasi akan efektif.</content:encoded></item></channel></rss>
