<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Masih Pede Ekonomi Bisa Tumbuh 5,5% di 2022</title><description>Sri Mulyani mengatakan asumsi pertumbuhan ekonomi 2022 di antara 5% sampai 5,5% merupakan rentang yang potensial dapat tercapai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/24/320/2460330/sri-mulyani-masih-pede-ekonomi-bisa-tumbuh-5-5-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/24/320/2460330/sri-mulyani-masih-pede-ekonomi-bisa-tumbuh-5-5-di-2022"/><item><title>Sri Mulyani Masih Pede Ekonomi Bisa Tumbuh 5,5% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/24/320/2460330/sri-mulyani-masih-pede-ekonomi-bisa-tumbuh-5-5-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/24/320/2460330/sri-mulyani-masih-pede-ekonomi-bisa-tumbuh-5-5-di-2022</guid><pubDate>Selasa 24 Agustus 2021 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/24/320/2460330/sri-mulyani-masih-pede-ekonomi-bisa-tumbuh-5-5-di-2022-FjbEIQdqA4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani pede pertumbuhan ekonomi 2022 bisa tercapai (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/24/320/2460330/sri-mulyani-masih-pede-ekonomi-bisa-tumbuh-5-5-di-2022-FjbEIQdqA4.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani pede pertumbuhan ekonomi 2022 bisa tercapai (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meyakini target pertumbuhan ekonomi tahun depan realistis. Dia mengatakan asumsi pertumbuhan ekonomi 2022 di antara 5% sampai 5,5% merupakan rentang yang potensial dapat tercapai.
&quot;Hal tersebut dengan mempertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif,&quot; kata Menkeu Sri Mulyani dilansir dari Antara, Selasa (24/8/2021).
Baca Juga: RI Keluar dari Resesi, Bahlil Bersyukur Kontraksi Ekonomi Tak Terlalu Dalam
 
Menurut Sri Mulyani, faktor yang dimaksud yakni prospek perekonomian dan perdagangan dunia yang membaik, hingga capaian pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan II-2021.
Pemerintah memiliki optimisme yang sama dengan DPR untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi lebih kuat pada tahun 2022.
Baca Juga: Disebut Ilusi, Ini Pembelaaan Sri Mulyani soal Pertumbuhan Ekonomi Tak Pernah Capai Target 
 
Optimisme tersebut tentunya sejalan dengan prospek perekonomian dan perdagangan dunia yang membaik meskipun kecepatan pemulihan antar negara akan tergantung pada pengendalian kasus COVID-19, termasuk akses dan pelaksanaan vaksinasi, serta adaptasi kebiasaan baru di setiap negara.
&quot;Dengan perluasan vaksinasi dan penanganan pandemi yang semakin baik di Indonesia, masyarakat dan dunia usaha semakin yakin melaksanakan aktivitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,&quot; tutur Sri Mulyani.Ia menilai capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2021 yang  mencapai 7,07% secara tahunan atau year on year (yoy) menunjukkan bahwa  pemulihan ekonomi yang kuat sangat mungkin tercapai jika kasus COVID-19  dapat dikendalikan.
Peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi di awal pertengahan tahun  2021 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk semakin memperkuat  upaya pengendalian kasus penularan pandemi agar momentum pemulihan dapat  kembali berlanjut.
Meskipun momentum pemulihan memberikan dasar untuk optimis,  pemerintah juga menyadari perlunya kewaspadaan dan langkah antisipasi  terhadap potensi risiko yang mungkin terjadi baik dari dinamika COVID-19  maupun faktor eksternal lainnya, termasuk perkembangan geopolitik  global.
Dengan demikian ia menegaskan akselerasi pertumbuhan ekonomi pada  tahun 2022 juga akan didukung langkah reformasi struktural yang terus  dilakukan.
&quot;Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja diharapkan memberikan dampak  positif terhadap kinerja investasi dalam mengakselerasi pertumbuhan  ekonomi,&quot; ujar Menkeu Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meyakini target pertumbuhan ekonomi tahun depan realistis. Dia mengatakan asumsi pertumbuhan ekonomi 2022 di antara 5% sampai 5,5% merupakan rentang yang potensial dapat tercapai.
&quot;Hal tersebut dengan mempertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif,&quot; kata Menkeu Sri Mulyani dilansir dari Antara, Selasa (24/8/2021).
Baca Juga: RI Keluar dari Resesi, Bahlil Bersyukur Kontraksi Ekonomi Tak Terlalu Dalam
 
Menurut Sri Mulyani, faktor yang dimaksud yakni prospek perekonomian dan perdagangan dunia yang membaik, hingga capaian pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan II-2021.
Pemerintah memiliki optimisme yang sama dengan DPR untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi lebih kuat pada tahun 2022.
Baca Juga: Disebut Ilusi, Ini Pembelaaan Sri Mulyani soal Pertumbuhan Ekonomi Tak Pernah Capai Target 
 
Optimisme tersebut tentunya sejalan dengan prospek perekonomian dan perdagangan dunia yang membaik meskipun kecepatan pemulihan antar negara akan tergantung pada pengendalian kasus COVID-19, termasuk akses dan pelaksanaan vaksinasi, serta adaptasi kebiasaan baru di setiap negara.
&quot;Dengan perluasan vaksinasi dan penanganan pandemi yang semakin baik di Indonesia, masyarakat dan dunia usaha semakin yakin melaksanakan aktivitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,&quot; tutur Sri Mulyani.Ia menilai capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2021 yang  mencapai 7,07% secara tahunan atau year on year (yoy) menunjukkan bahwa  pemulihan ekonomi yang kuat sangat mungkin tercapai jika kasus COVID-19  dapat dikendalikan.
Peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi di awal pertengahan tahun  2021 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk semakin memperkuat  upaya pengendalian kasus penularan pandemi agar momentum pemulihan dapat  kembali berlanjut.
Meskipun momentum pemulihan memberikan dasar untuk optimis,  pemerintah juga menyadari perlunya kewaspadaan dan langkah antisipasi  terhadap potensi risiko yang mungkin terjadi baik dari dinamika COVID-19  maupun faktor eksternal lainnya, termasuk perkembangan geopolitik  global.
Dengan demikian ia menegaskan akselerasi pertumbuhan ekonomi pada  tahun 2022 juga akan didukung langkah reformasi struktural yang terus  dilakukan.
&quot;Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja diharapkan memberikan dampak  positif terhadap kinerja investasi dalam mengakselerasi pertumbuhan  ekonomi,&quot; ujar Menkeu Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
