<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Punya Blok BCL hingga Raisa, Laba NICL Naik Jadi Rp26,3 Miliar</title><description>PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang solid.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/25/278/2460710/punya-blok-bcl-hingga-raisa-laba-nicl-naik-jadi-rp26-3-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/25/278/2460710/punya-blok-bcl-hingga-raisa-laba-nicl-naik-jadi-rp26-3-miliar"/><item><title>Punya Blok BCL hingga Raisa, Laba NICL Naik Jadi Rp26,3 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/25/278/2460710/punya-blok-bcl-hingga-raisa-laba-nicl-naik-jadi-rp26-3-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/25/278/2460710/punya-blok-bcl-hingga-raisa-laba-nicl-naik-jadi-rp26-3-miliar</guid><pubDate>Rabu 25 Agustus 2021 09:27 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/25/278/2460710/punya-blok-bcl-hingga-raisa-laba-nicl-naik-jadi-rp26-3-miliar-XqRXAMoW7W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba NICL alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/25/278/2460710/punya-blok-bcl-hingga-raisa-laba-nicl-naik-jadi-rp26-3-miliar-XqRXAMoW7W.jpg</image><title>Laba NICL alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang solid. Selama semester I tahun ini, penjualan bijih nikel perseroan mengalami peningkatan yang signifikan dengan ditunjang oleh peningkatan harga komoditas nikel sepanjang semester I 2021.
Berdasarkan laporan keuangan in house Juni 2021, Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp148 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp188 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp; Ada Audit, Laba PAM Mineral (NICL) Jadi Rp45,8 Miliar
 
&amp;ldquo;Jika dibandingkan dengan kinerja tahun 2020, pada semester I tahun ini, Perseroan telah mencapai 79% dari penjualan tahun lalu. Kami sangat optimis penjualan tahun 2021 ini akan jauh di atas penjualan yang telah dicapai Perseroan tahun lalu,&quot; ujar Corporate Secretary PAM Mineral, Suhartono dalam keterangan tertulis, Rabu (25/8/2021).
Baca Juga: PAM Mineral Incar Kenaikan Laba 263% Tahun Ini 
 
Sementara itu, NICL mencatatkan laba kenaikan sebesar Rp26,3 miliar atau naik signifikan jika dibandingkan dengan laba bersih di semester I 2020 yang masih mencatatkan kerugian sebesar Rp1,8 miliar. Kenaikan ini ditunjang oleh kenaikan volume penjualan dan kenaikan harga nikel.
Di sisi lain posisi keuangan NICL solid, dimana pada sisi ekuitas, Perseroan mengalami kenaikan yang signifikan, dari sebelumnya sebesar Rp106,7 miliar naik menjadi Rp133,1 miliar atau naik sebesar 25% dari awal tahun (year to date/ytd), hal ini disebabkan adanya lonjakan laba yang signifikan di semester I 2021.Total aset Perseroan tercatat Rp177 miliar per Juni 2021 relatif  lebih rendah dari total aset pada Desember 2020 yaitu sebesar Rp189,7  miliar atau mengalami penurunan sebesar 7% ytd. Namun di sisi lain  penurunan aset tersebut dibarengi dengan penurunan hutang Perseroan dari  Rp82,9 miliar pada Desember 2020 menjadi sebesar Rp43,9 miliar per Juni  2021 atau turun sebesar 47% ytd.
&amp;ldquo;Dari sisi neraca, struktur permodalan Perseroan sangat solid dan  didukung oleh pertumbuhan laba yang tinggi, Perseroan yakin dapat terus  bertumbuh di masa yang akan datang,&amp;rdquo; kata dia.
Propek industri nikel dalam beberapa tahun ke depan masih sangat  menarik karena kebutuhan bijih nikel dunia akan terus mengalami  peningkatan seiring dengan tumbuhnya industri baterai untuk memenuhi  kebutuhan mobil listrik di seluruh dunia.
Di sisi lain, Indonesia sebagai salah satu produsen bijih nikel  tentunya sangat diuntungkan dalam bisnis ini. Oleh karena itu, Manajemen  NICL juga sangat optimis untuk mencapai target pertumbuhan penjualan di  2021.
Untuk diketahui, NICL mempunyai beberapa blok kerja. Blok kerja  tersebut antara lain blok yang diberi nama BCL, Raisa, Kartini, Tiara,  dan Syahrini dengan total luas sekitar 51 hektare yang berada di dalam  area pertambangan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PAM Mineral Tbk (NICL) mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang solid. Selama semester I tahun ini, penjualan bijih nikel perseroan mengalami peningkatan yang signifikan dengan ditunjang oleh peningkatan harga komoditas nikel sepanjang semester I 2021.
Berdasarkan laporan keuangan in house Juni 2021, Perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp148 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp188 miliar.
Baca Juga:&amp;nbsp; Ada Audit, Laba PAM Mineral (NICL) Jadi Rp45,8 Miliar
 
&amp;ldquo;Jika dibandingkan dengan kinerja tahun 2020, pada semester I tahun ini, Perseroan telah mencapai 79% dari penjualan tahun lalu. Kami sangat optimis penjualan tahun 2021 ini akan jauh di atas penjualan yang telah dicapai Perseroan tahun lalu,&quot; ujar Corporate Secretary PAM Mineral, Suhartono dalam keterangan tertulis, Rabu (25/8/2021).
Baca Juga: PAM Mineral Incar Kenaikan Laba 263% Tahun Ini 
 
Sementara itu, NICL mencatatkan laba kenaikan sebesar Rp26,3 miliar atau naik signifikan jika dibandingkan dengan laba bersih di semester I 2020 yang masih mencatatkan kerugian sebesar Rp1,8 miliar. Kenaikan ini ditunjang oleh kenaikan volume penjualan dan kenaikan harga nikel.
Di sisi lain posisi keuangan NICL solid, dimana pada sisi ekuitas, Perseroan mengalami kenaikan yang signifikan, dari sebelumnya sebesar Rp106,7 miliar naik menjadi Rp133,1 miliar atau naik sebesar 25% dari awal tahun (year to date/ytd), hal ini disebabkan adanya lonjakan laba yang signifikan di semester I 2021.Total aset Perseroan tercatat Rp177 miliar per Juni 2021 relatif  lebih rendah dari total aset pada Desember 2020 yaitu sebesar Rp189,7  miliar atau mengalami penurunan sebesar 7% ytd. Namun di sisi lain  penurunan aset tersebut dibarengi dengan penurunan hutang Perseroan dari  Rp82,9 miliar pada Desember 2020 menjadi sebesar Rp43,9 miliar per Juni  2021 atau turun sebesar 47% ytd.
&amp;ldquo;Dari sisi neraca, struktur permodalan Perseroan sangat solid dan  didukung oleh pertumbuhan laba yang tinggi, Perseroan yakin dapat terus  bertumbuh di masa yang akan datang,&amp;rdquo; kata dia.
Propek industri nikel dalam beberapa tahun ke depan masih sangat  menarik karena kebutuhan bijih nikel dunia akan terus mengalami  peningkatan seiring dengan tumbuhnya industri baterai untuk memenuhi  kebutuhan mobil listrik di seluruh dunia.
Di sisi lain, Indonesia sebagai salah satu produsen bijih nikel  tentunya sangat diuntungkan dalam bisnis ini. Oleh karena itu, Manajemen  NICL juga sangat optimis untuk mencapai target pertumbuhan penjualan di  2021.
Untuk diketahui, NICL mempunyai beberapa blok kerja. Blok kerja  tersebut antara lain blok yang diberi nama BCL, Raisa, Kartini, Tiara,  dan Syahrini dengan total luas sekitar 51 hektare yang berada di dalam  area pertambangan.</content:encoded></item></channel></rss>
