<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: RI Butuh Rp3.561 Triliun untuk Atasi Perubahan Iklim</title><description>Sri Mulyani mengatakan pembiayaan perubahan iklim diprediksi bisa mencapai USD247,3 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/26/320/2461570/sri-mulyani-ri-butuh-rp3-561-triliun-untuk-atasi-perubahan-iklim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/26/320/2461570/sri-mulyani-ri-butuh-rp3-561-triliun-untuk-atasi-perubahan-iklim"/><item><title>Sri Mulyani: RI Butuh Rp3.561 Triliun untuk Atasi Perubahan Iklim</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/26/320/2461570/sri-mulyani-ri-butuh-rp3-561-triliun-untuk-atasi-perubahan-iklim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/26/320/2461570/sri-mulyani-ri-butuh-rp3-561-triliun-untuk-atasi-perubahan-iklim</guid><pubDate>Kamis 26 Agustus 2021 15:32 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/26/320/2461570/sri-mulyani-ri-butuh-rp3-561-triliun-untuk-atasi-perubahan-iklim-ZSQA0N2W60.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/26/320/2461570/sri-mulyani-ri-butuh-rp3-561-triliun-untuk-atasi-perubahan-iklim-ZSQA0N2W60.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah membutuhkan pendanaan yang cukup besar dalam mengantisipasi Climate Change atau perubahan iklim. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pembiayaan perubahan iklim diprediksi bisa mencapai USD247,3 miliar atau Rp3.561 triliun (kurs Rp 14.400) agar bisa mengurangi emisi.
&quot;Semuanya membutuhkan biaya investasi yang luar biasa besar dan tidak mungkin hanya dilakukan oleh dilakukan APBN. Bahkan tidak bisa hanya dilakukan oleh Indonesia sendiri,&quot;kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (26/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ngeri! Sri Mulyani: Perubahan Iklim Akan Berdampak pada 1,5 Miliar Pekerja
Lanjutnya, penurunan emisi karbon di Indonesia akan sangat ditentukan oleh lima sektor utama. Kelima sektor tersebut yakni kehutanan, energi dan transportasi, limbah, pertanian, dan industri.
&quot;Kita perlu memformulasikan kebijakan yang mampu menarik lebih banyak investasi untuk membangun sektor-sektor tersebut. Sehingga kelima sektor itu tetap bisa memenuhi target penurunan CO2,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Akui Pemulihan Ekonomi di Kuartal III-2021 Tertahan akibat PPKM
Kelima sektor tersebut, memiliki target yang berbeda dalam penurunan emisi karbon. Misalnya untuk sektor kehutanan, ditargetkan penurunan emisi hingga 17%, sementara untuk sektor energi dan transportasi sebesar 11%.Selanjutnya, untuk sektor limbah, pertanian, dan industri, masing-masing ditargetkan penurunan 0,38%, 0,32%, dan 0,1%.
&quot;Komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 harus terus dilakukan secara konsisten,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah membutuhkan pendanaan yang cukup besar dalam mengantisipasi Climate Change atau perubahan iklim. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pembiayaan perubahan iklim diprediksi bisa mencapai USD247,3 miliar atau Rp3.561 triliun (kurs Rp 14.400) agar bisa mengurangi emisi.
&quot;Semuanya membutuhkan biaya investasi yang luar biasa besar dan tidak mungkin hanya dilakukan oleh dilakukan APBN. Bahkan tidak bisa hanya dilakukan oleh Indonesia sendiri,&quot;kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (26/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ngeri! Sri Mulyani: Perubahan Iklim Akan Berdampak pada 1,5 Miliar Pekerja
Lanjutnya, penurunan emisi karbon di Indonesia akan sangat ditentukan oleh lima sektor utama. Kelima sektor tersebut yakni kehutanan, energi dan transportasi, limbah, pertanian, dan industri.
&quot;Kita perlu memformulasikan kebijakan yang mampu menarik lebih banyak investasi untuk membangun sektor-sektor tersebut. Sehingga kelima sektor itu tetap bisa memenuhi target penurunan CO2,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Akui Pemulihan Ekonomi di Kuartal III-2021 Tertahan akibat PPKM
Kelima sektor tersebut, memiliki target yang berbeda dalam penurunan emisi karbon. Misalnya untuk sektor kehutanan, ditargetkan penurunan emisi hingga 17%, sementara untuk sektor energi dan transportasi sebesar 11%.Selanjutnya, untuk sektor limbah, pertanian, dan industri, masing-masing ditargetkan penurunan 0,38%, 0,32%, dan 0,1%.
&quot;Komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 harus terus dilakukan secara konsisten,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
