<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak hingga Telur Sumbang Inflasi di Minggu Keempat Agustus</title><description>Perkembangan harga pada minggu Agustus 2021 tetap relatif terkendali</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/27/320/2462218/harga-minyak-hingga-telur-sumbang-inflasi-di-minggu-keempat-agustus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/27/320/2462218/harga-minyak-hingga-telur-sumbang-inflasi-di-minggu-keempat-agustus"/><item><title>Harga Minyak hingga Telur Sumbang Inflasi di Minggu Keempat Agustus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/27/320/2462218/harga-minyak-hingga-telur-sumbang-inflasi-di-minggu-keempat-agustus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/27/320/2462218/harga-minyak-hingga-telur-sumbang-inflasi-di-minggu-keempat-agustus</guid><pubDate>Jum'at 27 Agustus 2021 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/27/320/2462218/harga-minyak-hingga-telur-sumbang-inflasi-di-minggu-keempat-agustus-vpGJMpjfaG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkembangan Harga-Harga hingga Minggu Keempat Agustus Relatif Terkendali. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/27/320/2462218/harga-minyak-hingga-telur-sumbang-inflasi-di-minggu-keempat-agustus-vpGJMpjfaG.jpg</image><title>Perkembangan Harga-Harga hingga Minggu Keempat Agustus Relatif Terkendali. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan harga pada minggu Agustus 2021 tetap relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,01% (mtm). Hal ini berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Agustus 2021.
Direktur Ekskutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan perkiraan inflasi Agustus 2021 secara tahun kalender sebesar 0,82% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,57% (yoy).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Waspadai Naiknya Inflasi di Negara Maju, Ada Apa?
Penyumbang utama inflasi Agustus 2021 sampai dengan minggu ke-empat yaitu komoditas minyak goreng sebesar 0,03% (mtm), tomat sebesar 0,02% (mtm), telur ayam ras dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai rawit sebesar -0,05% (mtm), cabai merah sebesar -0,03% (mtm), kangkung, bayam, sawi hijau, kacang panjang, bawang merah, jeruk, emas perhiasan dan angkutan antarkota masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (27/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Instruksi Presiden Jokowi untuk Kendalikan Inflasi Tahun Ini

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
Kemudian langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan harga pada minggu Agustus 2021 tetap relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,01% (mtm). Hal ini berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Agustus 2021.
Direktur Ekskutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan perkiraan inflasi Agustus 2021 secara tahun kalender sebesar 0,82% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,57% (yoy).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Waspadai Naiknya Inflasi di Negara Maju, Ada Apa?
Penyumbang utama inflasi Agustus 2021 sampai dengan minggu ke-empat yaitu komoditas minyak goreng sebesar 0,03% (mtm), tomat sebesar 0,02% (mtm), telur ayam ras dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai rawit sebesar -0,05% (mtm), cabai merah sebesar -0,03% (mtm), kangkung, bayam, sawi hijau, kacang panjang, bawang merah, jeruk, emas perhiasan dan angkutan antarkota masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (27/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;3 Instruksi Presiden Jokowi untuk Kendalikan Inflasi Tahun Ini

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
Kemudian langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
