<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Vaksin Covid-19, Sri Mulyani Siapkan Rp47 Triliun</title><description>Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp47 triliun untuk mengimpor vaksin Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/28/320/2462530/impor-vaksin-covid-19-sri-mulyani-siapkan-rp47-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/28/320/2462530/impor-vaksin-covid-19-sri-mulyani-siapkan-rp47-triliun"/><item><title>Impor Vaksin Covid-19, Sri Mulyani Siapkan Rp47 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/28/320/2462530/impor-vaksin-covid-19-sri-mulyani-siapkan-rp47-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/28/320/2462530/impor-vaksin-covid-19-sri-mulyani-siapkan-rp47-triliun</guid><pubDate>Sabtu 28 Agustus 2021 13:00 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/28/320/2462530/impor-vaksin-covid-19-sri-mulyani-siapkan-rp47-triliun-yqVeUKpq9t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Impor Vaksin Covid-19. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/28/320/2462530/impor-vaksin-covid-19-sri-mulyani-siapkan-rp47-triliun-yqVeUKpq9t.jpg</image><title>RI Impor Vaksin Covid-19. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp47 triliun untuk mengimpor vaksin Covid-19 tahun ini dengan total kebutuhan anggaran untuk program vaksinasi 2021 sekitar Rp58 triliun.
&amp;ldquo;Konstrain kita adalah supply vaksin karena kita belum memproduksi sendiri. Tahun ini kita akan impor sekitar Rp47 triliun dengan seluruh pelaksanaan program vaksinasi sekitar Rp58 triliun,&amp;rdquo; katanya, dikutip dari&amp;nbsp; Antara, di Jakarta, Sabtu (28/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengumuman! Vaksinasi Berbayar Dimulai Tahun Depan bagi Warga Mampu
Suahasil menegaskan, vaksinasi merupakan kunci penting untuk mampu mengeluarkan Indonesia dari krisis kesehatan sehingga programnya akan terus digenjot baik untuk Jawa dan Bali maupun di luar kedua wilayah tersebut.
Berdasarkan laman covid19.go.id sudah terdapat sekitar 92,77 juta dosis vaksin COVID-19 yang disuntikkan kepada masyarakat Indonesia per Jumat (27/8) yang meliputi 59,42 juta dosis pertama dan 33,35 juta dosis kedua.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gandeng China, Pabrik Vaksin di Indonesia Beroperasi April 2022
Suahasil memastikan pemerintah akan terus menggenjot akselerasi dan percepatannya karena target dari program vaksinasi mencapai 220 juta orang dari total sekitar 270 juta penduduk Indonesia.
&amp;ldquo;Secara total itu sekarang sudah ada 93 juta suntikkan vaksin tapi penduduk kita 270 juta dan target kita 220 juta. Itu berarti kita harus mengamankan 440 juta dosis vaksin,&amp;rdquo; jelasnya.Peningkatan realisasi vaksinasi ini menjadi salah satu agenda jangka pendek dan menengah ke depan sehingga berbagai stakeholder turut mendorong pencapaiannya mulai dari Kementerian Kesehatan melalui tenaga kesehatan (nakes) hingga TNI dan Polri.
&amp;ldquo;Pembelajaran dari vaksinasi di Jawa perlu dipelajari oleh Dinas Kesehatan di mana pun. Kita sekarang lagi berpikir apakah para bidan juga bisa melakukan vaksinasi. Kita terus berpikir siapa lagi yang bisa membantu vaksinasi,&amp;rdquo; katanya.
Peningkatan realisasi vaksinasi ini menjadi salah satu agenda jangka pendek dan menengah ke depan sehingga berbagai stakeholder turut mendorong pencapaiannya mulai dari Kementerian Kesehatan melalui tenaga kesehatan (nakes) hingga TNI dan Polri.&amp;ldquo;Pembelajaran dari vaksinasi di Jawa perlu dipelajari oleh Dinas Kesehatan di mana pun. Kita sekarang lagi berpikir apakah para bidan juga bisa melakukan vaksinasi. Kita terus berpikir siapa lagi yang bisa membantu vaksinasi,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp47 triliun untuk mengimpor vaksin Covid-19 tahun ini dengan total kebutuhan anggaran untuk program vaksinasi 2021 sekitar Rp58 triliun.
&amp;ldquo;Konstrain kita adalah supply vaksin karena kita belum memproduksi sendiri. Tahun ini kita akan impor sekitar Rp47 triliun dengan seluruh pelaksanaan program vaksinasi sekitar Rp58 triliun,&amp;rdquo; katanya, dikutip dari&amp;nbsp; Antara, di Jakarta, Sabtu (28/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengumuman! Vaksinasi Berbayar Dimulai Tahun Depan bagi Warga Mampu
Suahasil menegaskan, vaksinasi merupakan kunci penting untuk mampu mengeluarkan Indonesia dari krisis kesehatan sehingga programnya akan terus digenjot baik untuk Jawa dan Bali maupun di luar kedua wilayah tersebut.
Berdasarkan laman covid19.go.id sudah terdapat sekitar 92,77 juta dosis vaksin COVID-19 yang disuntikkan kepada masyarakat Indonesia per Jumat (27/8) yang meliputi 59,42 juta dosis pertama dan 33,35 juta dosis kedua.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gandeng China, Pabrik Vaksin di Indonesia Beroperasi April 2022
Suahasil memastikan pemerintah akan terus menggenjot akselerasi dan percepatannya karena target dari program vaksinasi mencapai 220 juta orang dari total sekitar 270 juta penduduk Indonesia.
&amp;ldquo;Secara total itu sekarang sudah ada 93 juta suntikkan vaksin tapi penduduk kita 270 juta dan target kita 220 juta. Itu berarti kita harus mengamankan 440 juta dosis vaksin,&amp;rdquo; jelasnya.Peningkatan realisasi vaksinasi ini menjadi salah satu agenda jangka pendek dan menengah ke depan sehingga berbagai stakeholder turut mendorong pencapaiannya mulai dari Kementerian Kesehatan melalui tenaga kesehatan (nakes) hingga TNI dan Polri.
&amp;ldquo;Pembelajaran dari vaksinasi di Jawa perlu dipelajari oleh Dinas Kesehatan di mana pun. Kita sekarang lagi berpikir apakah para bidan juga bisa melakukan vaksinasi. Kita terus berpikir siapa lagi yang bisa membantu vaksinasi,&amp;rdquo; katanya.
Peningkatan realisasi vaksinasi ini menjadi salah satu agenda jangka pendek dan menengah ke depan sehingga berbagai stakeholder turut mendorong pencapaiannya mulai dari Kementerian Kesehatan melalui tenaga kesehatan (nakes) hingga TNI dan Polri.&amp;ldquo;Pembelajaran dari vaksinasi di Jawa perlu dipelajari oleh Dinas Kesehatan di mana pun. Kita sekarang lagi berpikir apakah para bidan juga bisa melakukan vaksinasi. Kita terus berpikir siapa lagi yang bisa membantu vaksinasi,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
