<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Kaget! Lulusan SMA dan Perguruan Tinggi Penyumbang Pengangguran Tertinggi di RI</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran saat pandemi Covid-19 meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/30/320/2463446/jangan-kaget-lulusan-sma-dan-perguruan-tinggi-penyumbang-pengangguran-tertinggi-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/30/320/2463446/jangan-kaget-lulusan-sma-dan-perguruan-tinggi-penyumbang-pengangguran-tertinggi-di-ri"/><item><title>Jangan Kaget! Lulusan SMA dan Perguruan Tinggi Penyumbang Pengangguran Tertinggi di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/30/320/2463446/jangan-kaget-lulusan-sma-dan-perguruan-tinggi-penyumbang-pengangguran-tertinggi-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/30/320/2463446/jangan-kaget-lulusan-sma-dan-perguruan-tinggi-penyumbang-pengangguran-tertinggi-di-ri</guid><pubDate>Senin 30 Agustus 2021 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/30/320/2463446/jangan-kaget-lulusan-sma-dan-perguruan-tinggi-penyumbang-pengangguran-tertinggi-di-ri-NrHkT32ii4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah Pengangguran Indonesia Bertambah. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/30/320/2463446/jangan-kaget-lulusan-sma-dan-perguruan-tinggi-penyumbang-pengangguran-tertinggi-di-ri-NrHkT32ii4.jpg</image><title>Jumlah Pengangguran Indonesia Bertambah. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran saat pandemi Covid-19 meningkat.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, pengangguran usia 20-24 tahun meningkat 3,36% dari 17,66% pada Februari 2020 menjadi 14,3% pada Februari 2021. Sementara pengangguran usia 25-29 tahun meningkat 2,26% poin dari 7,01% di Februari 2020 menjadi 9,27% di Februari 2021.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada 2,6 Juta Lapangan Pekerjaan Baru, Jumlah Pengangguran Turun 1,02 Juta Orang
Sedangkan, tingkat pengangguran penduduk usia 30-34 tahun sebesar 4,94%, usia 35-39 tahun 3,74%, usia 40-44 tahun 3,55%, dan usia 44-49 mencapai 3,27%.
&quot;Pendidikan SMA dan lulusan perguruan tinggi paling banyak menganggur. Kalau pengangguran dengan edukasi yang baik biasanya tuntutannya banyak, ini jadi persoalan sosial yang harus kita pikirkan,&quot; ujar Margo Yuwono dalam video virtual, Senin (28/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Targetkan Angka Pengangguran 5,5%, Kemiskinan 8,5%
Sedangkan, penduduk miskin bertambah dari 9,78% menjadi 10,14%. Sementara penduduk miskin ekstrem meningkat dari 3,8% tahun 2020 menjadi 4% tahun 2021.
&quot;Catatan penting yang perlu diperhatikan adalah kemiskinan ekstrem yang meningkat. Sebaran kemiskinan ekstrem terjadi di Pulau Jawa. Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah kemiskinan ekstremnya sangat tinggi,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran saat pandemi Covid-19 meningkat.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, pengangguran usia 20-24 tahun meningkat 3,36% dari 17,66% pada Februari 2020 menjadi 14,3% pada Februari 2021. Sementara pengangguran usia 25-29 tahun meningkat 2,26% poin dari 7,01% di Februari 2020 menjadi 9,27% di Februari 2021.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ada 2,6 Juta Lapangan Pekerjaan Baru, Jumlah Pengangguran Turun 1,02 Juta Orang
Sedangkan, tingkat pengangguran penduduk usia 30-34 tahun sebesar 4,94%, usia 35-39 tahun 3,74%, usia 40-44 tahun 3,55%, dan usia 44-49 mencapai 3,27%.
&quot;Pendidikan SMA dan lulusan perguruan tinggi paling banyak menganggur. Kalau pengangguran dengan edukasi yang baik biasanya tuntutannya banyak, ini jadi persoalan sosial yang harus kita pikirkan,&quot; ujar Margo Yuwono dalam video virtual, Senin (28/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Targetkan Angka Pengangguran 5,5%, Kemiskinan 8,5%
Sedangkan, penduduk miskin bertambah dari 9,78% menjadi 10,14%. Sementara penduduk miskin ekstrem meningkat dari 3,8% tahun 2020 menjadi 4% tahun 2021.
&quot;Catatan penting yang perlu diperhatikan adalah kemiskinan ekstrem yang meningkat. Sebaran kemiskinan ekstrem terjadi di Pulau Jawa. Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah kemiskinan ekstremnya sangat tinggi,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
