<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendagri Sindir Pemda yang Lebih Pentingkan Gaji PNS Dibanding Rakyat</title><description>Tito Karnavian menyindir masih banyak daerah yang mengalokasikan anggaran untuk belanja aparatur</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/31/320/2463745/mendagri-sindir-pemda-yang-lebih-pentingkan-gaji-pns-dibanding-rakyat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/31/320/2463745/mendagri-sindir-pemda-yang-lebih-pentingkan-gaji-pns-dibanding-rakyat"/><item><title>Mendagri Sindir Pemda yang Lebih Pentingkan Gaji PNS Dibanding Rakyat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/31/320/2463745/mendagri-sindir-pemda-yang-lebih-pentingkan-gaji-pns-dibanding-rakyat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/31/320/2463745/mendagri-sindir-pemda-yang-lebih-pentingkan-gaji-pns-dibanding-rakyat</guid><pubDate>Selasa 31 Agustus 2021 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/31/320/2463745/mendagri-sindir-pemda-yang-lebih-pentingkan-gaji-pns-dibanding-rakyat-MBU95RHsgr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Ungkap Masih Banyak Pemda Mengalokasikan Anggaran untuk Aparatur. (Foto: Okezone.com/BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/31/320/2463745/mendagri-sindir-pemda-yang-lebih-pentingkan-gaji-pns-dibanding-rakyat-MBU95RHsgr.jpg</image><title>Mendagri Ungkap Masih Banyak Pemda Mengalokasikan Anggaran untuk Aparatur. (Foto: Okezone.com/BPMI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyindir masih banyak daerah yang mengalokasikan anggaran untuk belanja aparatur. Padahal, seharusnya diperbesar untuk belanja modal dan barang yang langsung menyentuh masyarakat.
&amp;ldquo;Tapi yang banyak belanja aparaturnya. Mulai untuk belanja gaji pegawai tentu, wajib. Tapi ada juga belanja perjalanan dinas, belanja rapat-rapat, meeting-meeting, pembuatan program-program kegiatan yang ramai, masih tapi manfaatnya tidak banyak,&amp;rdquo; katanya dalam acara Launching Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Centre For Prevention(MCP) dan Rakorwasdanas Tahun 2021, Selasa (31/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Antisipasi Kondisi Darurat, Pemda Harus Siapkan Belanja Tak Terduga 10% di 2022
Bahkan Tito menyebut belanja modal pun juga digunakan untuk kepentingan aparatur. Salah satunya agar bisa mendapatkan honor dari kegiatan tersebut.
&amp;ldquo;Akhirnya yang betul-betul untuk masyarakat menjadi kecil sekali proporsinya. Dan itu akan berakibat pada pembangunan kurang berjalan maksimal. Jalan tidak terawat, sampah bertebaran, sungai-sungai menjadi tidak terurus dan lain-lain. Kenapa? Karena memang tidak dianggarkan di situ. Kalau pun dianggarkan justru anggarannya dipakai lagi sebagian untuk aparat lagi,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tito: Pemda Harus Berikan Stimulus untuk Pulihkan EkonomiMantan Kapolri itu mengatakan banyak ditemukan program penguatan dalam alokasi belanja modal. Dia bahkan mempertanyakan kapan kuat-kuatnya aparatur karena sudah sering dialokasikan anggaran penguatan.
&amp;ldquo;Kita lihat banyak sekali temuan isinya penguatan,penguatan, penguatan. Saya sampai mengatakan ini kapan kuat-kuatnya gitu. Jadi penguatan, penguatan aparat sendiri. Dirapat-rapatkan untuk itu,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyindir masih banyak daerah yang mengalokasikan anggaran untuk belanja aparatur. Padahal, seharusnya diperbesar untuk belanja modal dan barang yang langsung menyentuh masyarakat.
&amp;ldquo;Tapi yang banyak belanja aparaturnya. Mulai untuk belanja gaji pegawai tentu, wajib. Tapi ada juga belanja perjalanan dinas, belanja rapat-rapat, meeting-meeting, pembuatan program-program kegiatan yang ramai, masih tapi manfaatnya tidak banyak,&amp;rdquo; katanya dalam acara Launching Sinergitas Pengelolaan Bersama Monitoring Centre For Prevention(MCP) dan Rakorwasdanas Tahun 2021, Selasa (31/8/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Antisipasi Kondisi Darurat, Pemda Harus Siapkan Belanja Tak Terduga 10% di 2022
Bahkan Tito menyebut belanja modal pun juga digunakan untuk kepentingan aparatur. Salah satunya agar bisa mendapatkan honor dari kegiatan tersebut.
&amp;ldquo;Akhirnya yang betul-betul untuk masyarakat menjadi kecil sekali proporsinya. Dan itu akan berakibat pada pembangunan kurang berjalan maksimal. Jalan tidak terawat, sampah bertebaran, sungai-sungai menjadi tidak terurus dan lain-lain. Kenapa? Karena memang tidak dianggarkan di situ. Kalau pun dianggarkan justru anggarannya dipakai lagi sebagian untuk aparat lagi,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tito: Pemda Harus Berikan Stimulus untuk Pulihkan EkonomiMantan Kapolri itu mengatakan banyak ditemukan program penguatan dalam alokasi belanja modal. Dia bahkan mempertanyakan kapan kuat-kuatnya aparatur karena sudah sering dialokasikan anggaran penguatan.
&amp;ldquo;Kita lihat banyak sekali temuan isinya penguatan,penguatan, penguatan. Saya sampai mengatakan ini kapan kuat-kuatnya gitu. Jadi penguatan, penguatan aparat sendiri. Dirapat-rapatkan untuk itu,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
