<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Afghanistan Antre Tarik Uang di Bank, Ini Penampakannya</title><description>Warga Afghanistan berbondong-bondong mulai mengantre untuk mengambil uang tunai di bank.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/31/320/2463810/warga-afghanistan-antre-tarik-uang-di-bank-ini-penampakannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/08/31/320/2463810/warga-afghanistan-antre-tarik-uang-di-bank-ini-penampakannya"/><item><title>Warga Afghanistan Antre Tarik Uang di Bank, Ini Penampakannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/08/31/320/2463810/warga-afghanistan-antre-tarik-uang-di-bank-ini-penampakannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/08/31/320/2463810/warga-afghanistan-antre-tarik-uang-di-bank-ini-penampakannya</guid><pubDate>Selasa 31 Agustus 2021 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/31/320/2463810/warga-afghanistan-antre-tarik-uang-di-bank-ini-penampakannya-qoukr9aQKS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Afghanistan Antre Tarik Uang (Foto: AP/VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/31/320/2463810/warga-afghanistan-antre-tarik-uang-di-bank-ini-penampakannya-qoukr9aQKS.jpg</image><title>Warga Afghanistan Antre Tarik Uang (Foto: AP/VOA)</title></images><description>JAKARTA - Warga Afghanistan berbondong-bondong mulai mengantre untuk mengambil uang tunai di bank. Antrean panjang warga mengambil uang ini terlihat di luar bank di Kabul, Afghanistan pada Senin (30/8/2021) waktu setempat.

Warga rela antre mengambil uang di tengah kekhawatiran pembatasan penarikan uang.  Pada Sabtu (28/8/2021), Taliban memerintahkan bank-bank untuk buka kembali dan memberlakukan batasan penarikan sebesar 20.000 Afghani atau setara Rp3,6 juta per orang.

Baca Juga: Bank di Afghanistan Kembali Dibuka , Warga Antre Ingin Tarik Tunai

Warga lokal bernama Shah Agha berharap pembukaan kembali bank akan memberi kesempatan warga Aghanistan untuk bekerja kembali.

&quot;Situasi kerja tidak ada karena bank dan pasar valas tutup. Kami berharap Emirat islam untuk membangun ekonomi Afghanistan sesegera mungkin,&quot; katanya dikutip dari Ariana News, Selasa (31/8/2021).

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan, para pejabat telah ditunjuk untuk menjalankan lembaga-lembaga utama termasuk kementerian kesehatan dan pendidikan masyarakat, serta bank sentral. Dia pun berharap turbulensi ekonomi yang telah memukul mata uang Afghanistan akan segera mereda.

Sementara harga komoditas termasuk tepung, minyak, dan beras naik cepat dan mata uang jatuh, di mana penukar uang di Pakistan menolak untuk menerima Afghani.</description><content:encoded>JAKARTA - Warga Afghanistan berbondong-bondong mulai mengantre untuk mengambil uang tunai di bank. Antrean panjang warga mengambil uang ini terlihat di luar bank di Kabul, Afghanistan pada Senin (30/8/2021) waktu setempat.

Warga rela antre mengambil uang di tengah kekhawatiran pembatasan penarikan uang.  Pada Sabtu (28/8/2021), Taliban memerintahkan bank-bank untuk buka kembali dan memberlakukan batasan penarikan sebesar 20.000 Afghani atau setara Rp3,6 juta per orang.

Baca Juga: Bank di Afghanistan Kembali Dibuka , Warga Antre Ingin Tarik Tunai

Warga lokal bernama Shah Agha berharap pembukaan kembali bank akan memberi kesempatan warga Aghanistan untuk bekerja kembali.

&quot;Situasi kerja tidak ada karena bank dan pasar valas tutup. Kami berharap Emirat islam untuk membangun ekonomi Afghanistan sesegera mungkin,&quot; katanya dikutip dari Ariana News, Selasa (31/8/2021).

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan, para pejabat telah ditunjuk untuk menjalankan lembaga-lembaga utama termasuk kementerian kesehatan dan pendidikan masyarakat, serta bank sentral. Dia pun berharap turbulensi ekonomi yang telah memukul mata uang Afghanistan akan segera mereda.

Sementara harga komoditas termasuk tepung, minyak, dan beras naik cepat dan mata uang jatuh, di mana penukar uang di Pakistan menolak untuk menerima Afghani.</content:encoded></item></channel></rss>
