<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS Catat Inflasi Agustus 0,03%</title><description>BPS) mencatat pada bulan Agustus 2021 terjadi inflasi 0,03%. Sementara, tingkat inflasi secara tahun kalender (mom) sebesar 0,84%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464342/bps-catat-inflasi-agustus-0-03</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464342/bps-catat-inflasi-agustus-0-03"/><item><title>BPS Catat Inflasi Agustus 0,03%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464342/bps-catat-inflasi-agustus-0-03</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464342/bps-catat-inflasi-agustus-0-03</guid><pubDate>Rabu 01 September 2021 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/01/320/2464342/bps-catat-inflasi-agustus-0-03-fZpVRfIFYv.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi Agustus 2021 (Foto: Okezone/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/01/320/2464342/bps-catat-inflasi-agustus-0-03-fZpVRfIFYv.jpeg</image><title>Inflasi Agustus 2021 (Foto: Okezone/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Agustus 2021 terjadi inflasi 0,03%. Sementara, tingkat inflasi secara tahun kalender (month of month/mom) sebesar 0,84% dan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,59%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa. Setianto mengatakan, inflasi 0,03% di Agustus 2021 dikarenakan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
&quot;Harga beberapa komoditas mengalami peningkatan dan inflasi 0,03% ini terjadi peningkatan indeks angka konsumen (IHK),&quot; Kata Setianto dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (1/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Agustus 2021 Diprediksi 0,01%
Dari 90 kota yang terdata IHK (indeks harga konsumen), 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi. Rinciannya, inflasi tertinggi jatuh pada daerah Kendari sebesar 0,62% dan terendah di daerah Tanjung dengan nilai 0,01%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak hingga Telur Sumbang Inflasi di Minggu Keempat Agustus
&quot;Inflasi tertinggi terjadi di Kendari 0,62%. Penyumbang komoditas adalah kenaikan harga ikan kembung serta ikan selar dan ikan teri,&quot; katanya.

Sedangkan, deflasi tertinggi pada Sorong sebesar minus 1,04% dan terendah Meulaboh, Sukabumi dan Timika yang nlainya minus 0,03%
&quot;Deflasi ini karena terjadi penurunan harga pada ikan kembung angkutan udara, kangkung dan sawi hijau,&quot; tandasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Agustus 2021 terjadi inflasi 0,03%. Sementara, tingkat inflasi secara tahun kalender (month of month/mom) sebesar 0,84% dan tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,59%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa. Setianto mengatakan, inflasi 0,03% di Agustus 2021 dikarenakan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.
&quot;Harga beberapa komoditas mengalami peningkatan dan inflasi 0,03% ini terjadi peningkatan indeks angka konsumen (IHK),&quot; Kata Setianto dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (1/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Agustus 2021 Diprediksi 0,01%
Dari 90 kota yang terdata IHK (indeks harga konsumen), 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi. Rinciannya, inflasi tertinggi jatuh pada daerah Kendari sebesar 0,62% dan terendah di daerah Tanjung dengan nilai 0,01%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak hingga Telur Sumbang Inflasi di Minggu Keempat Agustus
&quot;Inflasi tertinggi terjadi di Kendari 0,62%. Penyumbang komoditas adalah kenaikan harga ikan kembung serta ikan selar dan ikan teri,&quot; katanya.

Sedangkan, deflasi tertinggi pada Sorong sebesar minus 1,04% dan terendah Meulaboh, Sukabumi dan Timika yang nlainya minus 0,03%
&quot;Deflasi ini karena terjadi penurunan harga pada ikan kembung angkutan udara, kangkung dan sawi hijau,&quot; tandasnya</content:encoded></item></channel></rss>
