<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Negara Maritim, Jokowi: Indonesia Baru Isi 3% Pasar Ikan Dunia</title><description>Jokowi menilai Indonesia memiliki banyak potensi di sektor pangan yang belum dikembangkan secara optimal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464455/jadi-negara-maritim-jokowi-indonesia-baru-isi-3-pasar-ikan-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464455/jadi-negara-maritim-jokowi-indonesia-baru-isi-3-pasar-ikan-dunia"/><item><title>Jadi Negara Maritim, Jokowi: Indonesia Baru Isi 3% Pasar Ikan Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464455/jadi-negara-maritim-jokowi-indonesia-baru-isi-3-pasar-ikan-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464455/jadi-negara-maritim-jokowi-indonesia-baru-isi-3-pasar-ikan-dunia</guid><pubDate>Rabu 01 September 2021 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/01/320/2464455/jadi-negara-maritim-jokowi-indonesia-baru-isi-3-pasar-ikan-dunia-e2rWAedc5c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/01/320/2464455/jadi-negara-maritim-jokowi-indonesia-baru-isi-3-pasar-ikan-dunia-e2rWAedc5c.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Indonesia memiliki banyak potensi di sektor pangan yang belum dikembangkan secara optimal. Salah satunya bidang pertanian dan kelautan.
&amp;ldquo;Negara kita memiliki potensi kelauatan dan perikanan yang sangat besar tapi belum tergarap dengan baik. Indonesia baru mengisi 3% dari pasar ikan dunia yang nilainya sudah mencapai USD162 miliar,&amp;rdquo; katanya acara Dies Natalis ke-58 IPB, Rabu (1/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Produksi Perikanan Tangkap Tunjukkan Tren Positif meski PPKM Darurat
Dia mengatakan dengan potensi yang sangat besar itu maka harus fokus untuk mengembangkan agro maritim berbasis inovasi dan teknologi.
&amp;ldquo;Kita harus mempercepat agro maritim 4.0 dengan memanfaatkan artificial intelligence, machine learning, teknologi robotic dan auto machine untuk menghasilkan solusi-solusi cerdas berbasis IT sebagai terobosan penting untuk mensejahterakan petani dan nelayan,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menteri KKP Sebut Nilai Produksi Perikanan Tembus Rp132 Triliun
Jokowi menilai perlu banyak lagi inovasi yang dilahirkan dalam pengembangan sektor pertaniand an kelautan.&amp;ldquo;Kita perlu lebih banyak inovasi untuk meningkatkan produktivitas, inovasi untuk meningkatkan kualitas, inovasi untuk subtitusi ekspor,inovasi untuk meningkatkan daya saing produk pangan,obat herbal, buah-buahan dan potensi-potensi agro maritim lainnya,&amp;rdquo; tuturnya.
Pada kesempatan itu Jokowi mengaku senang agenda riset dan pengembangan agro maritim.
&amp;ldquo;Ini sebuah langkah besar yg sangat strategis karena saya melihat masa depan negara kita ada pada ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai Indonesia memiliki banyak potensi di sektor pangan yang belum dikembangkan secara optimal. Salah satunya bidang pertanian dan kelautan.
&amp;ldquo;Negara kita memiliki potensi kelauatan dan perikanan yang sangat besar tapi belum tergarap dengan baik. Indonesia baru mengisi 3% dari pasar ikan dunia yang nilainya sudah mencapai USD162 miliar,&amp;rdquo; katanya acara Dies Natalis ke-58 IPB, Rabu (1/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Produksi Perikanan Tangkap Tunjukkan Tren Positif meski PPKM Darurat
Dia mengatakan dengan potensi yang sangat besar itu maka harus fokus untuk mengembangkan agro maritim berbasis inovasi dan teknologi.
&amp;ldquo;Kita harus mempercepat agro maritim 4.0 dengan memanfaatkan artificial intelligence, machine learning, teknologi robotic dan auto machine untuk menghasilkan solusi-solusi cerdas berbasis IT sebagai terobosan penting untuk mensejahterakan petani dan nelayan,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menteri KKP Sebut Nilai Produksi Perikanan Tembus Rp132 Triliun
Jokowi menilai perlu banyak lagi inovasi yang dilahirkan dalam pengembangan sektor pertaniand an kelautan.&amp;ldquo;Kita perlu lebih banyak inovasi untuk meningkatkan produktivitas, inovasi untuk meningkatkan kualitas, inovasi untuk subtitusi ekspor,inovasi untuk meningkatkan daya saing produk pangan,obat herbal, buah-buahan dan potensi-potensi agro maritim lainnya,&amp;rdquo; tuturnya.
Pada kesempatan itu Jokowi mengaku senang agenda riset dan pengembangan agro maritim.
&amp;ldquo;Ini sebuah langkah besar yg sangat strategis karena saya melihat masa depan negara kita ada pada ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berkelanjutan,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
