<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengejutkan! Sri Mulyani Sebut Ekonomi Global Rugi Rp35.750 Triliun akibat Covid-19</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ekonomi global rugi sekira USD2,5 triliun atau setara Rp35.750 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464705/mengejutkan-sri-mulyani-sebut-ekonomi-global-rugi-rp35-750-triliun-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464705/mengejutkan-sri-mulyani-sebut-ekonomi-global-rugi-rp35-750-triliun-akibat-covid-19"/><item><title>Mengejutkan! Sri Mulyani Sebut Ekonomi Global Rugi Rp35.750 Triliun akibat Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464705/mengejutkan-sri-mulyani-sebut-ekonomi-global-rugi-rp35-750-triliun-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/01/320/2464705/mengejutkan-sri-mulyani-sebut-ekonomi-global-rugi-rp35-750-triliun-akibat-covid-19</guid><pubDate>Rabu 01 September 2021 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/01/320/2464705/mengejutkan-sri-mulyani-sebut-ekonomi-global-rugi-rp35-750-triliun-akibat-covid-19-KKHfXNubtq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani soal Kerugian Ekonomi Global (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/01/320/2464705/mengejutkan-sri-mulyani-sebut-ekonomi-global-rugi-rp35-750-triliun-akibat-covid-19-KKHfXNubtq.jpg</image><title>Sri Mulyani soal Kerugian Ekonomi Global (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ekonomi global rugi sekira USD2,5 triliun atau setara Rp35.750 triliun (kurs Rp14.300 per USD) akibat pandemi Covid-19.

&quot;Kita semua tahu bahwa Covid-19 telah merugikan dunia, sangat-sangat sayang.  Dari sisi kontraksi ekonomi, minus 3% dari PDB itu berarti kerugian ekonomi sekitar USD2,5 triliun,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jakarta, Rabu (1/9/2021)

Saat ini banyak negara yang melakukan kebijakan countercyclical pada anggaran keuangannya yang mencapai USD11 triliun. Hal ini dilakukan sebagai upaya negara memerangi pandemi agar mampu melindungi rakyat, penduduk, menstabilkan implikasi sosial dari Covid-19 dan juga memulihkan kembali ekonomi.

Menurutnya, pandemi seperti Covid-19 adalah contoh sempurna dari apa yang sebut publik global. Apalagi, virusnya terus bermutasi yang menghampiri semua negara terlepas dari apakah mereka divaksinasi atau tidak.

&quot;Seperti yang bisa kita lihat pada virus varian delta ini, seperti yang Anda sebutkan sebelumnya, Indonesia juga mengalami lonjakan covid aktif ini, terutama pada bulan Juli yang memaksa kita untuk melakukan pembatasan, dan itu pasti akan merugikan kita dalam hal momentum pemulihan yaitu  mengganggu karena virus varian delta ini,&quot; katanya.

Dia menambahkan, dunia berhadapan dengan virus tidak pasti yang sangat rumit, serta desain proses pemulihannya.
&quot;Jadi, jika kita berbicara tentang apakah kita perlu melakukannya bersama, saya pikir itu sangat jelas. Tapi, seperti yang Anda sebutkan sebelumnya, kami hanya sekuat mata rantai terlemah dalam perang melawan pandemi ini. Itu karena pandemi tidak memiliki yurisdiksi. Memerangi pandemi tidak dapat dilakukan oleh masing-masing negara, tidak peduli seberapa kuat, seberapa banyak akal, atau seberapa tidak efektifnya,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ekonomi global rugi sekira USD2,5 triliun atau setara Rp35.750 triliun (kurs Rp14.300 per USD) akibat pandemi Covid-19.

&quot;Kita semua tahu bahwa Covid-19 telah merugikan dunia, sangat-sangat sayang.  Dari sisi kontraksi ekonomi, minus 3% dari PDB itu berarti kerugian ekonomi sekitar USD2,5 triliun,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jakarta, Rabu (1/9/2021)

Saat ini banyak negara yang melakukan kebijakan countercyclical pada anggaran keuangannya yang mencapai USD11 triliun. Hal ini dilakukan sebagai upaya negara memerangi pandemi agar mampu melindungi rakyat, penduduk, menstabilkan implikasi sosial dari Covid-19 dan juga memulihkan kembali ekonomi.

Menurutnya, pandemi seperti Covid-19 adalah contoh sempurna dari apa yang sebut publik global. Apalagi, virusnya terus bermutasi yang menghampiri semua negara terlepas dari apakah mereka divaksinasi atau tidak.

&quot;Seperti yang bisa kita lihat pada virus varian delta ini, seperti yang Anda sebutkan sebelumnya, Indonesia juga mengalami lonjakan covid aktif ini, terutama pada bulan Juli yang memaksa kita untuk melakukan pembatasan, dan itu pasti akan merugikan kita dalam hal momentum pemulihan yaitu  mengganggu karena virus varian delta ini,&quot; katanya.

Dia menambahkan, dunia berhadapan dengan virus tidak pasti yang sangat rumit, serta desain proses pemulihannya.
&quot;Jadi, jika kita berbicara tentang apakah kita perlu melakukannya bersama, saya pikir itu sangat jelas. Tapi, seperti yang Anda sebutkan sebelumnya, kami hanya sekuat mata rantai terlemah dalam perang melawan pandemi ini. Itu karena pandemi tidak memiliki yurisdiksi. Memerangi pandemi tidak dapat dilakukan oleh masing-masing negara, tidak peduli seberapa kuat, seberapa banyak akal, atau seberapa tidak efektifnya,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
