<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Tercipta! Jumlah Investor Saham Bertambah 1 Juta SID</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan jumlah investor saham baru  bertambah sebanyak 1 juta single investor identification (SID) saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/02/278/2465099/sejarah-tercipta-jumlah-investor-saham-bertambah-1-juta-sid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/02/278/2465099/sejarah-tercipta-jumlah-investor-saham-bertambah-1-juta-sid"/><item><title>Sejarah Tercipta! Jumlah Investor Saham Bertambah 1 Juta SID</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/02/278/2465099/sejarah-tercipta-jumlah-investor-saham-bertambah-1-juta-sid</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/02/278/2465099/sejarah-tercipta-jumlah-investor-saham-bertambah-1-juta-sid</guid><pubDate>Kamis 02 September 2021 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/02/278/2465099/sejarah-tercipta-jumlah-investor-saham-bertambah-1-juta-sid-8imQgj9jMt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah investor pasar modal meningkat (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/02/278/2465099/sejarah-tercipta-jumlah-investor-saham-bertambah-1-juta-sid-8imQgj9jMt.jpg</image><title>Jumlah investor pasar modal meningkat (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan jumlah investor saham baru bertambah sebanyak 1 juta single investor identification (SID) saham sepanjang 2021 sehingga total SID saham per 31 Agustus 2021 mencapai sekitar 2,7 juta SID saham.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan, pencapaian tersebut mengukir rekor tertinggi sepanjang sejarah dan merupakan hasil sinergi serta kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia.
Baca Juga: Penerbitan Obligasi dan Sukuk Berpotensi Rp82,9 Triliun Tahun Ini
 
Jumlah pertumbuhan investor saham baru meningkat pesat hanya dalam kurun waktu delapan bulan saja di tahun ini, yaitu meningkat hampir dua kali lipat dari pencapaian sebelumnya pada 2020 yang berjumlah 590.658 SID baru.
&quot;Optimalisasi digital yang dimulai sejak tahun 2019 serta dimaksimalkan pada tahun 2020 kemarin, yang kemudian dilanjutkan dengan sinergi serta kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan pasar modal, telah menjadi kekuatan pengembangan investor pada tahun 2021 dan menjadi alasan utama bagi pesatnya peningkatan jumlah investor baru pada tahun ini,&quot; ujar Inarno.
Baca Juga: Hore! Ada 'Bansos' di Pasar Modal, BEI Potong Biaya Pencatatan Saham 50% hingga 30 Desember 
 
Pencapaian tersebut diraih beriringan pula dengan terciptanya rekor baru untuk pertumbuhan SID pasar modal. Jumlah investor baru pasar modal sampai dengan 31 Agustus 2021 mencapai 2,22 juta investor, meningkat hampir dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu, sehingga total investor pasar modal saat ini adalah 6,1 juta investor.
Inarno menuturkan, fokus Self Regulatory Organization (SRO), yang terdiri dari BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengakselerasi transformasi digital pada 2019 dan 2020, telah berdampak positif bagi terciptanya tonggak baru pencapaian pasar modal Indonesia tersebut.Pencapaian tersebut sejalan dengan arahan yang disampaikan oleh  Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen pada akhir tahun lalu.  Pada kesempatan itu, Hoesen mengatakan bahwa BEI, bersama seluruh  pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia, perlu untuk melanjutkan  pengembangan pasar modal yang berkelanjutan melalui inovasi yang  visioner dengan memanfaatkan kemajuan teknologi seiring dengan situasi  pandemi COVID-19 di Indonesia.
Pengembangan tersebut antara lain dapat diimplementasikan pada  berbagai fitur dan layanan &amp;lsquo;mesin perdagangan&amp;rsquo; BEI, media interface  investor yaitu aplikasi online trading milik Anggota Bursa (AB), serta  edukasi secara masif melalui media sosial, social media influencer,  komunitas, dan kelas-kelas Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dilaksanakan  secara daring.
&quot;Terbukti bahwa stabilitas dan kekuatan pasar modal Indonesia hanya  bisa terwujud jika investor domestik, terutama ritel, bangkit menjadi  tuan rumah di negeri sendiri yang terefleksi dari berbagai data  pencapaian di pasar modal Indonesia,&quot; ujar Hoesen saat itu.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menambahkan, berkat kegiatan  edukasi masif yang dilakukan oleh BEI bersama seluruh pemangku  kepentingan pasar modal Indonesia, berbagai pencapaian signifikan telah  diperoleh. Beberapa rekor yang tercapai sepanjang tahun lalu diantaranya  adalah peningkatan jumlah SID saham maupun SID pasar modal, peningkatan  jumlah investor yang aktif bertransaksi, peningkatan aktivitas investor  domestik ritel dari sisi frekuensi dan nilai transaksi, bahkan  kepemilikan saham tahun ini yang semakin didominasi oleh investor  domestik.
Peningkatan jumlah investor baru juga diikuti dengan meningkatnya  aktivitas investor. Seluruh indikator per Agustus 2021 menunjukkan bahwa  aktivitas investor meningkat, yang diantaranya adalah rata-rata  investor aktif per hari mencatatkan peningkatan dua kali lipat menjadi  198.858 dari 94.704 SID, dan rata-rata investor aktif per bulan turut  meningkat 2,2 kali lipat menjadi menjadi 641.442 dari 293,886 SID.
Dengan penetrasi digital, distribusi investor juga menjadi semakin  merata dan berangsur tidak terpusat lagi di Pulau Jawa. Data Juli 2021  menandakan konsentrasi investor di Pulau Jawa berkurang menjadi 69% dari  tiga tahun sebelumnya atau pada 2018 yaitu 74%. Komposisi investor juga  semakin bergerak ke usia muda, karena sekitar 80% investor di pasar  modal merupakan milenial dan gen Z.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan jumlah investor saham baru bertambah sebanyak 1 juta single investor identification (SID) saham sepanjang 2021 sehingga total SID saham per 31 Agustus 2021 mencapai sekitar 2,7 juta SID saham.
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan, pencapaian tersebut mengukir rekor tertinggi sepanjang sejarah dan merupakan hasil sinergi serta kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia.
Baca Juga: Penerbitan Obligasi dan Sukuk Berpotensi Rp82,9 Triliun Tahun Ini
 
Jumlah pertumbuhan investor saham baru meningkat pesat hanya dalam kurun waktu delapan bulan saja di tahun ini, yaitu meningkat hampir dua kali lipat dari pencapaian sebelumnya pada 2020 yang berjumlah 590.658 SID baru.
&quot;Optimalisasi digital yang dimulai sejak tahun 2019 serta dimaksimalkan pada tahun 2020 kemarin, yang kemudian dilanjutkan dengan sinergi serta kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan pasar modal, telah menjadi kekuatan pengembangan investor pada tahun 2021 dan menjadi alasan utama bagi pesatnya peningkatan jumlah investor baru pada tahun ini,&quot; ujar Inarno.
Baca Juga: Hore! Ada 'Bansos' di Pasar Modal, BEI Potong Biaya Pencatatan Saham 50% hingga 30 Desember 
 
Pencapaian tersebut diraih beriringan pula dengan terciptanya rekor baru untuk pertumbuhan SID pasar modal. Jumlah investor baru pasar modal sampai dengan 31 Agustus 2021 mencapai 2,22 juta investor, meningkat hampir dua kali lipat dari pencapaian tahun lalu, sehingga total investor pasar modal saat ini adalah 6,1 juta investor.
Inarno menuturkan, fokus Self Regulatory Organization (SRO), yang terdiri dari BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengakselerasi transformasi digital pada 2019 dan 2020, telah berdampak positif bagi terciptanya tonggak baru pencapaian pasar modal Indonesia tersebut.Pencapaian tersebut sejalan dengan arahan yang disampaikan oleh  Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen pada akhir tahun lalu.  Pada kesempatan itu, Hoesen mengatakan bahwa BEI, bersama seluruh  pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia, perlu untuk melanjutkan  pengembangan pasar modal yang berkelanjutan melalui inovasi yang  visioner dengan memanfaatkan kemajuan teknologi seiring dengan situasi  pandemi COVID-19 di Indonesia.
Pengembangan tersebut antara lain dapat diimplementasikan pada  berbagai fitur dan layanan &amp;lsquo;mesin perdagangan&amp;rsquo; BEI, media interface  investor yaitu aplikasi online trading milik Anggota Bursa (AB), serta  edukasi secara masif melalui media sosial, social media influencer,  komunitas, dan kelas-kelas Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dilaksanakan  secara daring.
&quot;Terbukti bahwa stabilitas dan kekuatan pasar modal Indonesia hanya  bisa terwujud jika investor domestik, terutama ritel, bangkit menjadi  tuan rumah di negeri sendiri yang terefleksi dari berbagai data  pencapaian di pasar modal Indonesia,&quot; ujar Hoesen saat itu.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menambahkan, berkat kegiatan  edukasi masif yang dilakukan oleh BEI bersama seluruh pemangku  kepentingan pasar modal Indonesia, berbagai pencapaian signifikan telah  diperoleh. Beberapa rekor yang tercapai sepanjang tahun lalu diantaranya  adalah peningkatan jumlah SID saham maupun SID pasar modal, peningkatan  jumlah investor yang aktif bertransaksi, peningkatan aktivitas investor  domestik ritel dari sisi frekuensi dan nilai transaksi, bahkan  kepemilikan saham tahun ini yang semakin didominasi oleh investor  domestik.
Peningkatan jumlah investor baru juga diikuti dengan meningkatnya  aktivitas investor. Seluruh indikator per Agustus 2021 menunjukkan bahwa  aktivitas investor meningkat, yang diantaranya adalah rata-rata  investor aktif per hari mencatatkan peningkatan dua kali lipat menjadi  198.858 dari 94.704 SID, dan rata-rata investor aktif per bulan turut  meningkat 2,2 kali lipat menjadi menjadi 641.442 dari 293,886 SID.
Dengan penetrasi digital, distribusi investor juga menjadi semakin  merata dan berangsur tidak terpusat lagi di Pulau Jawa. Data Juli 2021  menandakan konsentrasi investor di Pulau Jawa berkurang menjadi 69% dari  tiga tahun sebelumnya atau pada 2018 yaitu 74%. Komposisi investor juga  semakin bergerak ke usia muda, karena sekitar 80% investor di pasar  modal merupakan milenial dan gen Z.</content:encoded></item></channel></rss>
