<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI-Uni Emirat Arab Teken Perjanjian IUAE-CEPA, Ini Keuntungannya</title><description>Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memulai perundingan dalam kerangka perjanjian kemitraan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/02/320/2465231/ri-uni-emirat-arab-teken-perjanjian-iuae-cepa-ini-keuntungannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/02/320/2465231/ri-uni-emirat-arab-teken-perjanjian-iuae-cepa-ini-keuntungannya"/><item><title>RI-Uni Emirat Arab Teken Perjanjian IUAE-CEPA, Ini Keuntungannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/02/320/2465231/ri-uni-emirat-arab-teken-perjanjian-iuae-cepa-ini-keuntungannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/02/320/2465231/ri-uni-emirat-arab-teken-perjanjian-iuae-cepa-ini-keuntungannya</guid><pubDate>Kamis 02 September 2021 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/02/320/2465231/ri-uni-emirat-arab-teken-perjanjian-iuae-cepa-ini-keuntungannya-06zMRLbulu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag soal Perjanjian Dagang (Foto: Humas Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/02/320/2465231/ri-uni-emirat-arab-teken-perjanjian-iuae-cepa-ini-keuntungannya-06zMRLbulu.jpg</image><title>Mendag soal Perjanjian Dagang (Foto: Humas Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memulai perundingan dalam kerangka perjanjian kemitraan ekonomi secara komprehensif atau Indonesia-UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) demi memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

&amp;ldquo;Kami dengan bangga meluncurkan negosiasi IUAE-CEPA yang sekaligus menandai babak baru hubungan perdagangan kedua negara,&amp;rdquo; kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada seremoni peluncuran The Negotiations For Indonesia-UEA CEPA secara virtual, Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga: Mendag: IUAE-CEPA Perkuat Investasi dan Pemulihan Ekonomi


Dalam penandatanganan pernyataan bersama dari peluncuran negosiasi IUAE-CEPA tersebut, Indonesia diwakili Mendag Lutfi dan UEA diwakili Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi.

Peluncuran tersebut sekaligus menandai dimulainya perundingan putaran pertama IUAE-CEPA yang dilaksanakan pada 2-4 September 2021. Kedua negara berkomitmen bahwa perjanjian ekonomi komprehensif itu akan selesai dalam waktu satu tahun sejak diluncurkan atau pada 2022.

&quot;Kerja sama ini adalah upaya penting yang dilakukan Indonesia dan UEA untuk meningkatkan perdagangan bilateral yang dapat memberikan manfaat bagi perekonomian kedua negara dan kesejahteraan masyarakat,&quot; tambah Lutfi.

Mendag yakin IUAE-CEPA dapat selesai dalam waktu satu tahun karena pra-negosiasi telah dilakukan. Selain itu, pihak UEA juga berkomitmen agar perjanjian kerja sama tersebut dapat segera ditandatangani.

&quot;Kami lihat sekarang ini dengan UEA kelihatannya mereka ingin menyelesaikan dengan cepat. Jadi, ada perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, itu merupakan hal-hal yang penting dibahas dalam negosiasi. Jadi, saya rasa ini bisa selesai dalam satu tahun atau bahkan lebih cepat,&quot; katanya.

Lutfi menyampaikan kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi melalui IUAE-CEPA telah dicapai pada pertemuan Mendag Lutfi dengan Menteri Al Zeyoudi pada 8 April 2021 dan 30 Maret 2021.

Sebagai kesepakatan yang komprehensif, inisiatif tersebut akan mencakup akses pasar, aturan untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi, serta kerja sama.

&amp;ldquo;CEPA harus menjadi platform ekonomi yang andal dan inklusif yang akan mengangkat berbagai sektor bisnis dari semua skala, dari perusahaan multinasional hingga usaha kecil dan menengah,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memulai perundingan dalam kerangka perjanjian kemitraan ekonomi secara komprehensif atau Indonesia-UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) demi memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

&amp;ldquo;Kami dengan bangga meluncurkan negosiasi IUAE-CEPA yang sekaligus menandai babak baru hubungan perdagangan kedua negara,&amp;rdquo; kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada seremoni peluncuran The Negotiations For Indonesia-UEA CEPA secara virtual, Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga: Mendag: IUAE-CEPA Perkuat Investasi dan Pemulihan Ekonomi


Dalam penandatanganan pernyataan bersama dari peluncuran negosiasi IUAE-CEPA tersebut, Indonesia diwakili Mendag Lutfi dan UEA diwakili Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi.

Peluncuran tersebut sekaligus menandai dimulainya perundingan putaran pertama IUAE-CEPA yang dilaksanakan pada 2-4 September 2021. Kedua negara berkomitmen bahwa perjanjian ekonomi komprehensif itu akan selesai dalam waktu satu tahun sejak diluncurkan atau pada 2022.

&quot;Kerja sama ini adalah upaya penting yang dilakukan Indonesia dan UEA untuk meningkatkan perdagangan bilateral yang dapat memberikan manfaat bagi perekonomian kedua negara dan kesejahteraan masyarakat,&quot; tambah Lutfi.

Mendag yakin IUAE-CEPA dapat selesai dalam waktu satu tahun karena pra-negosiasi telah dilakukan. Selain itu, pihak UEA juga berkomitmen agar perjanjian kerja sama tersebut dapat segera ditandatangani.

&quot;Kami lihat sekarang ini dengan UEA kelihatannya mereka ingin menyelesaikan dengan cepat. Jadi, ada perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, itu merupakan hal-hal yang penting dibahas dalam negosiasi. Jadi, saya rasa ini bisa selesai dalam satu tahun atau bahkan lebih cepat,&quot; katanya.

Lutfi menyampaikan kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi melalui IUAE-CEPA telah dicapai pada pertemuan Mendag Lutfi dengan Menteri Al Zeyoudi pada 8 April 2021 dan 30 Maret 2021.

Sebagai kesepakatan yang komprehensif, inisiatif tersebut akan mencakup akses pasar, aturan untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi, serta kerja sama.

&amp;ldquo;CEPA harus menjadi platform ekonomi yang andal dan inklusif yang akan mengangkat berbagai sektor bisnis dari semua skala, dari perusahaan multinasional hingga usaha kecil dan menengah,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
