<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ribut-Ribut soal Bank Digital, Begini Kata Bos BCA</title><description>Jahja Setiaatmadja buka-bukaan soal kehadiran bank digital di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/03/278/2465915/ribut-ribut-soal-bank-digital-begini-kata-bos-bca</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/03/278/2465915/ribut-ribut-soal-bank-digital-begini-kata-bos-bca"/><item><title>Ribut-Ribut soal Bank Digital, Begini Kata Bos BCA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/03/278/2465915/ribut-ribut-soal-bank-digital-begini-kata-bos-bca</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/03/278/2465915/ribut-ribut-soal-bank-digital-begini-kata-bos-bca</guid><pubDate>Jum'at 03 September 2021 21:15 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/03/278/2465915/ribut-ribut-soal-bank-digital-begini-kata-bos-bca-8Hg40QjL45.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos BCA soal Bank Digital (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/03/278/2465915/ribut-ribut-soal-bank-digital-begini-kata-bos-bca-8Hg40QjL45.jpg</image><title>Bos BCA soal Bank Digital (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA Jahja Setiaatmadja buka-bukaan soal kehadiran bank digital di Indonesia.

Bank digital di Indonesia berkembang pesat di tengah pandemi Covid-19. Hal ini karena transformasi digital yang mengharuskan bank-bank beradaptasi untuk transaksi digital yang praktis dan memudahkan nasabah.

&quot;Sebenarnya kalau orang ribut-ribut bank digital, kami BCA ini sudah bank digital sejak lama. Cuma kita ini digital plus-plus,&quot; ujar Jahja dalam webinar Hari Pelanggan Nasional 2021 di Jakarta, Jumat (3/9/2021).

Saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan baru soal bank digital. Hal itu melalui POJK No. 12/POJK.03/2021.

Menurut Jahja, saat ini bank digital lebih mengarah ke individual payment. Sementara, tambah dia BCA memiliki fitur yang lebih lengkap.

&quot;Nah, kalau di BCA kan lengkap, ada ritel, transaksi komersial, korporasi, dan lain-lain,&quot; kata Jahja.

Jahja menjelaskan bahwa dari 40 jutaan rata-rata transaksi per hari yang menggunakan layanan digital, BCA sudah mencapai 86,7% mulai dari internet banking hingga mobile banking.

&quot;Dari 40 jutaan per hari ini hanya 0,7% yang ke cabang buat transaksi, di ATM juga cuma 12,6% Sisanya kemana? Internet banking 26%, dan mobile banking 60,7%. Artinya 86,7% sudah digital. Makanya sebetulnya, Bank BCA ini sekarang bukan lagi bank konvensional tapi bank digital plus-plus,&quot; katanya.

Kendati demikian, BCA tetap membuat layanan bank digital dengan mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia dan kemudian diubah namanya menjadi BCA Digital. Bank digital milik BCA ini punya aplikasi namanya Blu.

&quot;Tapi kami bikin juga bank digital, karena ada market yang missed yang harus didekati. Perkembangan teknologi ini penting untuk diikuti,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA Jahja Setiaatmadja buka-bukaan soal kehadiran bank digital di Indonesia.

Bank digital di Indonesia berkembang pesat di tengah pandemi Covid-19. Hal ini karena transformasi digital yang mengharuskan bank-bank beradaptasi untuk transaksi digital yang praktis dan memudahkan nasabah.

&quot;Sebenarnya kalau orang ribut-ribut bank digital, kami BCA ini sudah bank digital sejak lama. Cuma kita ini digital plus-plus,&quot; ujar Jahja dalam webinar Hari Pelanggan Nasional 2021 di Jakarta, Jumat (3/9/2021).

Saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan baru soal bank digital. Hal itu melalui POJK No. 12/POJK.03/2021.

Menurut Jahja, saat ini bank digital lebih mengarah ke individual payment. Sementara, tambah dia BCA memiliki fitur yang lebih lengkap.

&quot;Nah, kalau di BCA kan lengkap, ada ritel, transaksi komersial, korporasi, dan lain-lain,&quot; kata Jahja.

Jahja menjelaskan bahwa dari 40 jutaan rata-rata transaksi per hari yang menggunakan layanan digital, BCA sudah mencapai 86,7% mulai dari internet banking hingga mobile banking.

&quot;Dari 40 jutaan per hari ini hanya 0,7% yang ke cabang buat transaksi, di ATM juga cuma 12,6% Sisanya kemana? Internet banking 26%, dan mobile banking 60,7%. Artinya 86,7% sudah digital. Makanya sebetulnya, Bank BCA ini sekarang bukan lagi bank konvensional tapi bank digital plus-plus,&quot; katanya.

Kendati demikian, BCA tetap membuat layanan bank digital dengan mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia dan kemudian diubah namanya menjadi BCA Digital. Bank digital milik BCA ini punya aplikasi namanya Blu.

&quot;Tapi kami bikin juga bank digital, karena ada market yang missed yang harus didekati. Perkembangan teknologi ini penting untuk diikuti,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
