<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Balik Menguat Didukung Penurunan Stok AS </title><description>Harga minyak dunia balik menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/03/320/2465406/harga-minyak-dunia-balik-menguat-didukung-penurunan-stok-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/03/320/2465406/harga-minyak-dunia-balik-menguat-didukung-penurunan-stok-as"/><item><title>Harga Minyak Dunia Balik Menguat Didukung Penurunan Stok AS </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/03/320/2465406/harga-minyak-dunia-balik-menguat-didukung-penurunan-stok-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/03/320/2465406/harga-minyak-dunia-balik-menguat-didukung-penurunan-stok-as</guid><pubDate>Jum'at 03 September 2021 07:12 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/03/320/2465406/harga-minyak-dunia-balik-menguat-didukung-penurunan-stok-as-WKhGHfaZS8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Dunia Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/03/320/2465406/harga-minyak-dunia-balik-menguat-didukung-penurunan-stok-as-WKhGHfaZS8.jpg</image><title>Harga Minyak Dunia Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak dunia balik menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Harga minyak menguat didukung penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat, tapi sedikit tertahan karena keputusan kebijakan produksi OPEC+.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah USD1,40 menjadi USD69,99 per barel di New York Mercantile Exchange.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Flat Sikapi Keputusan OPEC Meningkatkan Produksi
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik USD1,44 menjadi USD73,03 per barel di London ICE Futures Exchange. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (3/9/2021).
Penurunan stok minyak mentah AS berkontribusi nyata pada kenaikan harga minyak. Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat persediaan minyak mentah AS jatuh 7,2 juta barel selama pekan yang berakhir 27 Agustus.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Turun, Brent Dibanderol USD72,9/Ounce
Menurut EIA, total persediaan bensin meningkat 1,3 juta barel pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan turun 1,7 juta barel.
Selain itu, meningkatnya infeksi Virus Corona dapat membatasi permintaan di Amerika Serikat dalam beberapa minggu mendatang, bersama dengan penurunan musiman setelah musim mengemudi musim panas berkurang.
Sementara itu, para pedagang terus mencerna keputusan produsen minyak utama tentang kebijakan produksi.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal luas sebagai OPEC+ sepakat untuk melanjutkan penambahan produksi bulanan sebesar 400.000 barel per hari.
&quot;OPEC+ masih yakin bahwa pasar minyak akan tetap kekurangan pasokan hingga akhir tahun karena meningkatnya permintaan, dan karena itu akan membutuhkan pasokan tambahan. Dengan kata lain, semuanya masih akan direncanakan sejauh menyangkut bulan-bulan mendatang,&quot; Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch.&amp;nbsp;

Sementara itu, para pedagang terus mencerna keputusan produsen minyak utama tentang kebijakan produksi.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal luas sebagai OPEC+ sepakat untuk melanjutkan penambahan produksi bulanan sebesar 400.000 barel per hari.
&quot;OPEC+ masih yakin bahwa pasar minyak akan tetap kekurangan pasokan hingga akhir tahun karena meningkatnya permintaan, dan karena itu akan membutuhkan pasokan tambahan. Dengan kata lain, semuanya masih akan direncanakan sejauh menyangkut bulan-bulan mendatang,&quot; Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch.&amp;nbsp;</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak dunia balik menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Harga minyak menguat didukung penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat, tapi sedikit tertahan karena keputusan kebijakan produksi OPEC+.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah USD1,40 menjadi USD69,99 per barel di New York Mercantile Exchange.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Flat Sikapi Keputusan OPEC Meningkatkan Produksi
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik USD1,44 menjadi USD73,03 per barel di London ICE Futures Exchange. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (3/9/2021).
Penurunan stok minyak mentah AS berkontribusi nyata pada kenaikan harga minyak. Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat persediaan minyak mentah AS jatuh 7,2 juta barel selama pekan yang berakhir 27 Agustus.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Turun, Brent Dibanderol USD72,9/Ounce
Menurut EIA, total persediaan bensin meningkat 1,3 juta barel pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan turun 1,7 juta barel.
Selain itu, meningkatnya infeksi Virus Corona dapat membatasi permintaan di Amerika Serikat dalam beberapa minggu mendatang, bersama dengan penurunan musiman setelah musim mengemudi musim panas berkurang.
Sementara itu, para pedagang terus mencerna keputusan produsen minyak utama tentang kebijakan produksi.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal luas sebagai OPEC+ sepakat untuk melanjutkan penambahan produksi bulanan sebesar 400.000 barel per hari.
&quot;OPEC+ masih yakin bahwa pasar minyak akan tetap kekurangan pasokan hingga akhir tahun karena meningkatnya permintaan, dan karena itu akan membutuhkan pasokan tambahan. Dengan kata lain, semuanya masih akan direncanakan sejauh menyangkut bulan-bulan mendatang,&quot; Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch.&amp;nbsp;

Sementara itu, para pedagang terus mencerna keputusan produsen minyak utama tentang kebijakan produksi.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal luas sebagai OPEC+ sepakat untuk melanjutkan penambahan produksi bulanan sebesar 400.000 barel per hari.
&quot;OPEC+ masih yakin bahwa pasar minyak akan tetap kekurangan pasokan hingga akhir tahun karena meningkatnya permintaan, dan karena itu akan membutuhkan pasokan tambahan. Dengan kata lain, semuanya masih akan direncanakan sejauh menyangkut bulan-bulan mendatang,&quot; Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
