<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indofarma Dapat Pinjaman Rp199 Miliar dari Biofarma, untuk Apa?</title><description>PT Indofarma Tbk (INAF) mendapatkan pinjaman PT Biofarma (Persero) sebesar Rp199,86 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/04/278/2466050/indofarma-dapat-pinjaman-rp199-miliar-dari-biofarma-untuk-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/04/278/2466050/indofarma-dapat-pinjaman-rp199-miliar-dari-biofarma-untuk-apa"/><item><title>Indofarma Dapat Pinjaman Rp199 Miliar dari Biofarma, untuk Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/04/278/2466050/indofarma-dapat-pinjaman-rp199-miliar-dari-biofarma-untuk-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/04/278/2466050/indofarma-dapat-pinjaman-rp199-miliar-dari-biofarma-untuk-apa</guid><pubDate>Sabtu 04 September 2021 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/04/278/2466050/indofarma-dapat-pinjaman-rp199-miliar-dari-biofarma-untuk-apa-6K8PKHfZBn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indofarma mendapat pinjaman dari Biofarma (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/04/278/2466050/indofarma-dapat-pinjaman-rp199-miliar-dari-biofarma-untuk-apa-6K8PKHfZBn.jpg</image><title>Indofarma mendapat pinjaman dari Biofarma (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) mendapatkan pinjaman PT Biofarma (Persero) sebesar Rp199,86 miliar. Penandatanganan pemberian pinjaman sudah dilakukan pada 31 Agustus 2021.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Sabtu (4/9/2021),pinjaman tersebut bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan kemandirian alat kesehatan, serta pengembangan obat herbal. Pinjaman tersebut berjangka waktu 10 tahun dengan memperhatikan perjanjian Perseroan dengan perbankan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Pengadaan Vaksin Covid-19 dari India, Indofarma Dikawal KPK
 
&quot;Perseroan menyakini bahwa pelaksanaan transaksi dengan pihak terafiliasi lebih menguntungkan bagi pemegang saham dibandingkan dengan pelaksanaan transaksi dengan pihak tidak terafiliasi karena waktu pelaksanaan yang lebih singkat dan efisiensi yang lebih tinggi. Mengingat ketidakpastian sehubungan dengan COVID-19 dan durasi serta tingkat dampak dari COVID-19, transaksi serupa dengan pihak tidak terafiliasi dapat memakan waktu lebih lama untuk dilaksanakan,&quot; tulis keterangan manajemen INAF dikutip, Sabtu (4/9/2021).
Baca Juga: Penjualan Indofarma Rp849,3 Miliar, Melonjak 90% di Tengah Covid-19
 
Nilai keseluruhan dari transaksi adalah sebesar 46,44 persen dari ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan perseroan. Adapun pinjaman ini memiliki bunga nol persen untuk tahun ke-1 hingga tahun ke-9, dan 7,99 persen per tahun untuk tahun ke-10 jika posisi cashflow perseroan sudah membaik. Pembayaran bunga akan dilakukan setiap kuartal pada tahun ke-10.
Untuk menghindari keragu-raguan dalam hal sampai dengan Tahun ke-10  cashflow Perseroan masih belum membaik, maka atas Pinjaman Perseroan  diberikan bunga sebesar 0 persen
Perseroan berkeyakinan bahwa transaksi yang dilakukan akan  mendatangkan banyak manfaat bagi Perseroan di kemudian hari,  diantaranya, memberikan nilai tambah strategis terhadap Perseroan dan  diharapkan dapat mendukung Perseroan dalam membantu mempercepat  penanganan pandemi COVID-19.
Kemudian, memberikan manfaat yang signifikan bagi pelanggan dan  seluruh pemangku kepentingan  serta menegaskan komitmen Perseroan untuk  berkontribusi dalam membangun
ketahanan sektor kesehatan nasional, dan meningkatkan brand image  Perseroan kepada pihak eksternal karena telah mendukung program  pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) mendapatkan pinjaman PT Biofarma (Persero) sebesar Rp199,86 miliar. Penandatanganan pemberian pinjaman sudah dilakukan pada 31 Agustus 2021.
Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Sabtu (4/9/2021),pinjaman tersebut bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan kemandirian alat kesehatan, serta pengembangan obat herbal. Pinjaman tersebut berjangka waktu 10 tahun dengan memperhatikan perjanjian Perseroan dengan perbankan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Pengadaan Vaksin Covid-19 dari India, Indofarma Dikawal KPK
 
&quot;Perseroan menyakini bahwa pelaksanaan transaksi dengan pihak terafiliasi lebih menguntungkan bagi pemegang saham dibandingkan dengan pelaksanaan transaksi dengan pihak tidak terafiliasi karena waktu pelaksanaan yang lebih singkat dan efisiensi yang lebih tinggi. Mengingat ketidakpastian sehubungan dengan COVID-19 dan durasi serta tingkat dampak dari COVID-19, transaksi serupa dengan pihak tidak terafiliasi dapat memakan waktu lebih lama untuk dilaksanakan,&quot; tulis keterangan manajemen INAF dikutip, Sabtu (4/9/2021).
Baca Juga: Penjualan Indofarma Rp849,3 Miliar, Melonjak 90% di Tengah Covid-19
 
Nilai keseluruhan dari transaksi adalah sebesar 46,44 persen dari ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan perseroan. Adapun pinjaman ini memiliki bunga nol persen untuk tahun ke-1 hingga tahun ke-9, dan 7,99 persen per tahun untuk tahun ke-10 jika posisi cashflow perseroan sudah membaik. Pembayaran bunga akan dilakukan setiap kuartal pada tahun ke-10.
Untuk menghindari keragu-raguan dalam hal sampai dengan Tahun ke-10  cashflow Perseroan masih belum membaik, maka atas Pinjaman Perseroan  diberikan bunga sebesar 0 persen
Perseroan berkeyakinan bahwa transaksi yang dilakukan akan  mendatangkan banyak manfaat bagi Perseroan di kemudian hari,  diantaranya, memberikan nilai tambah strategis terhadap Perseroan dan  diharapkan dapat mendukung Perseroan dalam membantu mempercepat  penanganan pandemi COVID-19.
Kemudian, memberikan manfaat yang signifikan bagi pelanggan dan  seluruh pemangku kepentingan  serta menegaskan komitmen Perseroan untuk  berkontribusi dalam membangun
ketahanan sektor kesehatan nasional, dan meningkatkan brand image  Perseroan kepada pihak eksternal karena telah mendukung program  pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19.</content:encoded></item></channel></rss>
