<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta IHSG Sepekan Menguat, Kapitalisasi BEI Tembus Rp7.374 Triliun</title><description>Momen akhir pekan adalah saatnya mengevaluasi portofolio dan merancang langkah ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/05/278/2466241/5-fakta-ihsg-sepekan-menguat-kapitalisasi-bei-tembus-rp7-374-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/05/278/2466241/5-fakta-ihsg-sepekan-menguat-kapitalisasi-bei-tembus-rp7-374-triliun"/><item><title>5 Fakta IHSG Sepekan Menguat, Kapitalisasi BEI Tembus Rp7.374 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/05/278/2466241/5-fakta-ihsg-sepekan-menguat-kapitalisasi-bei-tembus-rp7-374-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/05/278/2466241/5-fakta-ihsg-sepekan-menguat-kapitalisasi-bei-tembus-rp7-374-triliun</guid><pubDate>Minggu 05 September 2021 06:22 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/04/278/2466241/5-fakta-ihsg-sepekan-menguat-kapitalisasi-bei-tembus-rp7-374-triliun-WYIbKqGD6m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG selama sepekan menguat (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/04/278/2466241/5-fakta-ihsg-sepekan-menguat-kapitalisasi-bei-tembus-rp7-374-triliun-WYIbKqGD6m.jpg</image><title>IHSG selama sepekan menguat (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama rentang 30 Agustus &amp;ndash; 3 September 2021 sukses berada di zona hijau.
Lalu apa saja yang terjadi selama sepekan dalam pasar modal Indonesia? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait IHSG sepekan:
Baca Juga: Harga Batu Bara Naik, Saham Apa yang Bikin Cuan?
1. IHSG Hijau Naik 1,42%
 
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kenaikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode 30 Agustus-3 September 2021. IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (3/9) berada di zona hijau, meningkat 1,42% di level 6.126,92 dari posisi 6.041,36 pada penutupan pekan lalu.
Baca Juga: BEI: Optimalisasi Digital Bikin Investor Saham Makin Banyak
 
2. Kapitalisasi Pasar Naik, Transaksi Turun
 
Nilai kapitalisasi pasar bursa meningkat 1,28% menjadi sebesar Rp7.374,530 triliun dari Rp7.281,343 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara itu, data rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) selama sepekan mengalami penurunan sebesar 5,10% menjadi Rp11,007 triliun dari Rp11,599 triliun pada pekan lalu.
&amp;ldquo;Selanjutnya untuk rata-rata frekuensi harian bursa turut mengalami perubahan sebesar 7,57% menjadi 1.326.596 transaksi dari 1.435.231 transaksi pada pekan lalu,&amp;rdquo; kata Aulia Noviana P.H. Sekretaris Perusahaan BEI.
Rata-rata volume transaksi harian bursa juga mencatatkan penurunan sebesar 8,06% menjadi 19,898 miliar saham dari 21,643 miliar saham pada pekan yang lalu. Investor asing pada Jumat (3/9) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 208,90 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 22,329 triliun.3. Satu Emiten Baru Masuk 
Sejak bulan September, BEI kedatangan perusahaan tercatat ke-29 pada  tahun 2021, yaitu PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS).
HAIS menawarkan sebanyak 525.250.000 lembar saham baru, dengan harga  penawaran Rp300 per lembar saham, dengan target peraihan dana IPO sampai  dengan Rp157,57 miliar. Jumlah saham yang dicatatkan Perseroan sebanyak  2.626.250.000 saham.
4. Pencatatan Obligasi 
Pada Jumat (3/9), terdapat 2 pencatatan obligasi berkelanjutan dan 1  Sukuk Ijarah Berkelanjutan di BEI, yaitu obligasi berkelanjutan III Bank  UOB Indonesia Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Bank UOB  Indonesia dengan nilai nominal sebesar Rp 100 miliar. PT Fitch Ratings  Indonesia memberikan peringkat AAA(idn) (Triple A) untuk obligasi  tersebut.
Selanjutnya adalah obligasi berkelanjutan II PP Properti Tahap III  Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT PP Properti Tbk dengan nilai nominal  sebesar Rp 341 miliar.
Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)  untuk Obligasi adalah idBBB-, dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa  Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.
Kemudian, sukuk ijarah berkelanjutan I Intiland Development Tahap I  Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Intiland Development Tbk dengan  nilai nominal sebesar Rp 250 miliar. Hasil pemeringkatan PT Kredit  Rating Indonesia untuk Sukuk ini adalah irA-.
 
5. Total Emisi Obligasi dan Sukuk
Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun  2021 adalah 57 emisi dari 40 perusahaan tercatat senilai Rp 57,55  triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai  dengan saat ini berjumlah 470 emisi dengan nilai nominal outstanding  sebesar Rp 420,40 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 126  perusahaan tercatat.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 156 seri dengan  nilai nominal Rp 4.325,01 triliun dan USD 400,00 juta, Efek Beragun  Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp 6,17 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama rentang 30 Agustus &amp;ndash; 3 September 2021 sukses berada di zona hijau.
Lalu apa saja yang terjadi selama sepekan dalam pasar modal Indonesia? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait IHSG sepekan:
Baca Juga: Harga Batu Bara Naik, Saham Apa yang Bikin Cuan?
1. IHSG Hijau Naik 1,42%
 
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kenaikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode 30 Agustus-3 September 2021. IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (3/9) berada di zona hijau, meningkat 1,42% di level 6.126,92 dari posisi 6.041,36 pada penutupan pekan lalu.
Baca Juga: BEI: Optimalisasi Digital Bikin Investor Saham Makin Banyak
 
2. Kapitalisasi Pasar Naik, Transaksi Turun
 
Nilai kapitalisasi pasar bursa meningkat 1,28% menjadi sebesar Rp7.374,530 triliun dari Rp7.281,343 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara itu, data rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) selama sepekan mengalami penurunan sebesar 5,10% menjadi Rp11,007 triliun dari Rp11,599 triliun pada pekan lalu.
&amp;ldquo;Selanjutnya untuk rata-rata frekuensi harian bursa turut mengalami perubahan sebesar 7,57% menjadi 1.326.596 transaksi dari 1.435.231 transaksi pada pekan lalu,&amp;rdquo; kata Aulia Noviana P.H. Sekretaris Perusahaan BEI.
Rata-rata volume transaksi harian bursa juga mencatatkan penurunan sebesar 8,06% menjadi 19,898 miliar saham dari 21,643 miliar saham pada pekan yang lalu. Investor asing pada Jumat (3/9) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 208,90 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 22,329 triliun.3. Satu Emiten Baru Masuk 
Sejak bulan September, BEI kedatangan perusahaan tercatat ke-29 pada  tahun 2021, yaitu PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS).
HAIS menawarkan sebanyak 525.250.000 lembar saham baru, dengan harga  penawaran Rp300 per lembar saham, dengan target peraihan dana IPO sampai  dengan Rp157,57 miliar. Jumlah saham yang dicatatkan Perseroan sebanyak  2.626.250.000 saham.
4. Pencatatan Obligasi 
Pada Jumat (3/9), terdapat 2 pencatatan obligasi berkelanjutan dan 1  Sukuk Ijarah Berkelanjutan di BEI, yaitu obligasi berkelanjutan III Bank  UOB Indonesia Tahap I Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Bank UOB  Indonesia dengan nilai nominal sebesar Rp 100 miliar. PT Fitch Ratings  Indonesia memberikan peringkat AAA(idn) (Triple A) untuk obligasi  tersebut.
Selanjutnya adalah obligasi berkelanjutan II PP Properti Tahap III  Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT PP Properti Tbk dengan nilai nominal  sebesar Rp 341 miliar.
Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)  untuk Obligasi adalah idBBB-, dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa  Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.
Kemudian, sukuk ijarah berkelanjutan I Intiland Development Tahap I  Tahun 2021 yang diterbitkan oleh PT Intiland Development Tbk dengan  nilai nominal sebesar Rp 250 miliar. Hasil pemeringkatan PT Kredit  Rating Indonesia untuk Sukuk ini adalah irA-.
 
5. Total Emisi Obligasi dan Sukuk
Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun  2021 adalah 57 emisi dari 40 perusahaan tercatat senilai Rp 57,55  triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sampai  dengan saat ini berjumlah 470 emisi dengan nilai nominal outstanding  sebesar Rp 420,40 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 126  perusahaan tercatat.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 156 seri dengan  nilai nominal Rp 4.325,01 triliun dan USD 400,00 juta, Efek Beragun  Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp 6,17 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
