<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPKM Berlevel Berakhir Hari Ini, APPBI: Pengunjung Mal Belum Capai 50%</title><description>Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyebut tingkat kunjungan masyarakat ke mal masih cenderung lambat dibawah 50 %.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466684/ppkm-berlevel-berakhir-hari-ini-appbi-pengunjung-mal-belum-capai-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466684/ppkm-berlevel-berakhir-hari-ini-appbi-pengunjung-mal-belum-capai-50"/><item><title>PPKM Berlevel Berakhir Hari Ini, APPBI: Pengunjung Mal Belum Capai 50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466684/ppkm-berlevel-berakhir-hari-ini-appbi-pengunjung-mal-belum-capai-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466684/ppkm-berlevel-berakhir-hari-ini-appbi-pengunjung-mal-belum-capai-50</guid><pubDate>Senin 06 September 2021 08:48 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/06/320/2466684/ppkm-berlevel-berakhir-hari-ini-appbi-pengunjung-mal-belum-capai-50-aTEk4E5XmZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mal Masih Sepi Pengunjung (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/06/320/2466684/ppkm-berlevel-berakhir-hari-ini-appbi-pengunjung-mal-belum-capai-50-aTEk4E5XmZ.jpg</image><title>Mal Masih Sepi Pengunjung (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyebut tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mal masih cenderung lambat dibawah 50 %.
&quot;Meskipun pemerintah sudah memberikan banyak pelongaran untuk tingkat kunjungan sendiri memang meningkat secara bertahap dan pergerakannya cenderung masih lambat bahkan belum mencapai 50%,&amp;rdquo; kata Alphonzus saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (6/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pedagang Tanah Abang 'Putar Otak' Bertahan di Tengah Pandemi
Menurutnya, jika kembali menambah kunjungan pelanggan ke mal dalam periode singkat bukan hal mudah dengan catatan masyarakat harus menunjukan aplikasi digital seperti PeduliLindungi sebagai syarat masuk mal.
&amp;ldquo;Perlu waktu penyesuaian bagi masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas ekonomi, belum semunya bisa masuk termasuk berbelanja di pusat perbelanjaan. Berdasarkan pengalaman selama masa pandemi ini, hanya untuk menaikkan tingkat kunjungan yang hanya 15%-20% saja dan ini masih dibawah 50% diperlukan waktu tidak kurang dari tiga bulan,&quot; terangnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dampak Pandemi, Pedagang Tanah Abang Potong Gaji Karyawan hingga PHK
Meski demikian, dirinya berharap untuk roda bisnis di pusat perbelanjaan mal bisa segera menggeliat di tengah pandemi Covid-19 seiring pelonggaran PPKM dan ketatnya penerapan protokol kesehatan oleh pengelola Pusat aperbelanjaan.
&quot;Saat ini tingkat kunjungan sudah bergerak naik secara bertahap meski pambat.Dampak penutupan operasional tidak akan serta merta berakhir pada saat pembatasan diakhiriKedepan, diharapkan (pengunjung) dapat terus meningkat dari waktu ke waktu dan semuanya bisa pulih kembali,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyebut tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mal masih cenderung lambat dibawah 50 %.
&quot;Meskipun pemerintah sudah memberikan banyak pelongaran untuk tingkat kunjungan sendiri memang meningkat secara bertahap dan pergerakannya cenderung masih lambat bahkan belum mencapai 50%,&amp;rdquo; kata Alphonzus saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (6/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pedagang Tanah Abang 'Putar Otak' Bertahan di Tengah Pandemi
Menurutnya, jika kembali menambah kunjungan pelanggan ke mal dalam periode singkat bukan hal mudah dengan catatan masyarakat harus menunjukan aplikasi digital seperti PeduliLindungi sebagai syarat masuk mal.
&amp;ldquo;Perlu waktu penyesuaian bagi masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas ekonomi, belum semunya bisa masuk termasuk berbelanja di pusat perbelanjaan. Berdasarkan pengalaman selama masa pandemi ini, hanya untuk menaikkan tingkat kunjungan yang hanya 15%-20% saja dan ini masih dibawah 50% diperlukan waktu tidak kurang dari tiga bulan,&quot; terangnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dampak Pandemi, Pedagang Tanah Abang Potong Gaji Karyawan hingga PHK
Meski demikian, dirinya berharap untuk roda bisnis di pusat perbelanjaan mal bisa segera menggeliat di tengah pandemi Covid-19 seiring pelonggaran PPKM dan ketatnya penerapan protokol kesehatan oleh pengelola Pusat aperbelanjaan.
&quot;Saat ini tingkat kunjungan sudah bergerak naik secara bertahap meski pambat.Dampak penutupan operasional tidak akan serta merta berakhir pada saat pembatasan diakhiriKedepan, diharapkan (pengunjung) dapat terus meningkat dari waktu ke waktu dan semuanya bisa pulih kembali,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
