<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga Sebut RI Telah Terima 225,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19</title><description>Indonesia telah menerima secara total sebanyak 225,4 juta dosis vaksin  COVID-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466874/menko-airlangga-sebut-ri-telah-terima-225-4-juta-dosis-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466874/menko-airlangga-sebut-ri-telah-terima-225-4-juta-dosis-vaksin-covid-19"/><item><title>Menko Airlangga Sebut RI Telah Terima 225,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466874/menko-airlangga-sebut-ri-telah-terima-225-4-juta-dosis-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466874/menko-airlangga-sebut-ri-telah-terima-225-4-juta-dosis-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Senin 06 September 2021 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/06/320/2466874/menko-airlangga-sebut-ri-telah-terima-225-4-juta-dosis-vaksin-covid-19-whzNOQZ8Qd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebut Indonesia sudah terima ratusan juta dosis vaksin (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/06/320/2466874/menko-airlangga-sebut-ri-telah-terima-225-4-juta-dosis-vaksin-covid-19-whzNOQZ8Qd.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebut Indonesia sudah terima ratusan juta dosis vaksin (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia telah menerima secara total sebanyak 225,4 juta dosis vaksin COVID-19 yang berasal dari berbagai merek baik dalam bentuk jadi maupun bulk.
&amp;ldquo;Secara keseluruhan Indonesia telah kedatangan 225,4 juta dosis vaksin dari berbagai merek baik berbentuk bulk maupun vaksin jadi,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dilansir dari Antara, Senin (6/9/2021).
Baca Juga: Menko Airlangga Minta Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin
 
Menko Airlangga menuturkan sebanyak 225,4 juta dosis vaksin COVID-19 itu datang ke Indonesia dalam 50 tahap, termasuk yang baru tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada siang ini yaitu 5 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk jadi.
&amp;ldquo;Penambahan yang baru datang siang ini sejumlah 5 juta dosis produksi Sinovac. Ini memastikan bahwa stok vaksin sudah aman,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga.
Baca Juga: Pengadaan Vaksin Covid-19 dari India, Indofarma Dikawal KPK 
 
Dia merinci, sebanyak 225,4 juta dosis ini meliputi 33 juta dosis Sinovac berbentuk jadi dan 153,9 juta berbentuk bulk, 19,5 juta dosis AstraZeneca, 8 juta dosis Moderna, 2,75 juta dosis Pfizer, serta 8,25 juta dosis Sinopharm.
Menko Airlangga menegaskan masyarakat tidak perlu ragu, khawatir serta memilih-milih jenis vaksin yang akan digunakan karena pemerintah telah memastikan keamanan, mutu, dan khasiat dari vaksin yang ada.Tak hanya itu, ia memastikan vaksin COVID-19 yang diterima Indonesia  telah melalui proses evaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) serta rekomendasi dari Indonesia and Technical Advisory Group on  Immunization (ITAGI), WHO dan para ahli.
&amp;ldquo;Tidak perlu memilih-milih karena vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia saat ini,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga.
Ia menambahkan pemerintah juga akan terus mempercepat akselerasi  program vaksinasi karena terdapat 208,2 juta masyarakat Indonesia yang  ditargetkan untuk menerima vaksin ini.
&amp;ldquo;Bapak Presiden memerintahkan kepada para menteri dan kepala daerah  untuk mempercepat vaksinasi dan tentu perlu didistribusikan secara cepat  ke masyarakat agar tujuan dapat tercapai secara merata,&amp;rdquo; ujar Menko  Airlangga&amp;#8203;.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia telah menerima secara total sebanyak 225,4 juta dosis vaksin COVID-19 yang berasal dari berbagai merek baik dalam bentuk jadi maupun bulk.
&amp;ldquo;Secara keseluruhan Indonesia telah kedatangan 225,4 juta dosis vaksin dari berbagai merek baik berbentuk bulk maupun vaksin jadi,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dilansir dari Antara, Senin (6/9/2021).
Baca Juga: Menko Airlangga Minta Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin
 
Menko Airlangga menuturkan sebanyak 225,4 juta dosis vaksin COVID-19 itu datang ke Indonesia dalam 50 tahap, termasuk yang baru tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada siang ini yaitu 5 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk jadi.
&amp;ldquo;Penambahan yang baru datang siang ini sejumlah 5 juta dosis produksi Sinovac. Ini memastikan bahwa stok vaksin sudah aman,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga.
Baca Juga: Pengadaan Vaksin Covid-19 dari India, Indofarma Dikawal KPK 
 
Dia merinci, sebanyak 225,4 juta dosis ini meliputi 33 juta dosis Sinovac berbentuk jadi dan 153,9 juta berbentuk bulk, 19,5 juta dosis AstraZeneca, 8 juta dosis Moderna, 2,75 juta dosis Pfizer, serta 8,25 juta dosis Sinopharm.
Menko Airlangga menegaskan masyarakat tidak perlu ragu, khawatir serta memilih-milih jenis vaksin yang akan digunakan karena pemerintah telah memastikan keamanan, mutu, dan khasiat dari vaksin yang ada.Tak hanya itu, ia memastikan vaksin COVID-19 yang diterima Indonesia  telah melalui proses evaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) serta rekomendasi dari Indonesia and Technical Advisory Group on  Immunization (ITAGI), WHO dan para ahli.
&amp;ldquo;Tidak perlu memilih-milih karena vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia saat ini,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga.
Ia menambahkan pemerintah juga akan terus mempercepat akselerasi  program vaksinasi karena terdapat 208,2 juta masyarakat Indonesia yang  ditargetkan untuk menerima vaksin ini.
&amp;ldquo;Bapak Presiden memerintahkan kepada para menteri dan kepala daerah  untuk mempercepat vaksinasi dan tentu perlu didistribusikan secara cepat  ke masyarakat agar tujuan dapat tercapai secara merata,&amp;rdquo; ujar Menko  Airlangga&amp;#8203;.</content:encoded></item></channel></rss>
