<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan: Sekarang Jualan Hasil Panen Bisa di Tempat Tidur</title><description>Petani milenial didorong untuk memanfaatkan berbagai teknologi yang ada untuk mengembangkan usaha pertanian mereka.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466975/mentan-sekarang-jualan-hasil-panen-bisa-di-tempat-tidur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466975/mentan-sekarang-jualan-hasil-panen-bisa-di-tempat-tidur"/><item><title>Mentan: Sekarang Jualan Hasil Panen Bisa di Tempat Tidur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466975/mentan-sekarang-jualan-hasil-panen-bisa-di-tempat-tidur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2466975/mentan-sekarang-jualan-hasil-panen-bisa-di-tempat-tidur</guid><pubDate>Senin 06 September 2021 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/06/320/2466975/mentan-sekarang-jualan-hasil-panen-bisa-di-tempat-tidur-XLFEIytHyI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Syahrul Yasin Limpo ajak petani milenial manfaatkan teknologi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/06/320/2466975/mentan-sekarang-jualan-hasil-panen-bisa-di-tempat-tidur-XLFEIytHyI.jpg</image><title>Mentan Syahrul Yasin Limpo ajak petani milenial manfaatkan teknologi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Petani milenial didorong untuk memanfaatkan berbagai teknologi yang ada untuk mengembangkan usaha pertanian mereka. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan dengan teknologi, kini menjual hasil panen lebih mudah.
&quot;Kalau saya dulu mau jual hasil panen, harus datang, berminggu-minggu negosiasi, harus ada di Jepang untuk jual Kopi Toraja. Sekarang di tempat tidur pakai handphone bisa,&quot; kata Mentan Syahrul dilansir dari Antara, Senin (6/9/2021).
Baca Juga: Jadi Negara Maritim, Jokowi: Indonesia Baru Isi 3% Pasar Ikan Dunia
 
Ia mengatakan seiring berkembangnya teknologi harus terus diikuti dalam mengubah cara kerja dan metode usaha, khususnya di bidang pertanian. Menurut Mentan, apabila pelaku usaha pertanian masih menggunakan cara-cara dan metode lama di sektor pertanian maka akan tertinggal.
Mentan Syahrul menegaskan sektor pertanian harus digenjot guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat sektor selalu tumbuh positif di saat sektor lain tumbuh negatif akibat dampak pandemi COVID-19.
Baca Juga: Jokowi: Pemerintah Ubah Mindset Petani Menuju Smart Farming
 
Dia memaparkan sektor pertanian berkontribusi hingga 16,24 persen terhadap lapangan pekerjaan di kuartal II 2020.
&quot;Di saat pandemi COVID-19 yang bisa bertahan salah satunya pertanian. Bahkan pertanian jadi bagian solusi pasti terhadap COVID-19 dan turbulensi ekonomi,&quot; kata Mentan Syahrul.Mentan memotivasi para petani milenial dalam pelatihan kewirausahaan  pertanian untuk memiliki semangat dan kemauan yang kuat serta pantang  menyerah. Selain itu, Mentan juga mendorong agar petani milenial juga  melakukan hilirisasi hasil panen agar meningkatkan nilai tambah suatu  produk.
Ia menegaskan Indonesia adalah negara agraris yang sangat cocok untuk  usaha pertanian. Oleh karena itu, menurut dia, Indonesia membutuhkan  pola pikir dan terobosan-terobosan baru dari para kaum milenial untuk  memajukan pertanian dalam negeri.
Berdasarkan hasil penelitian dari Institute for Development of  Economics and Finance (Indef), PDB dari sektor pertanian, kehutanan, dan  perikanan, terus tumbuh sejak 2014 sebesar Rp1.409,06 triliun hingga  2020 menjadi Rp2.115,09 triliun. Namun yang menjadi catatan adalah  peningkatan tersebut naik secara perlahan-lahan.
Menurut hasil studi Indef itu, peningkatan yang tidak terjadi secara  signifikan tersebut karena produktivitas sektor pertanian yang belum  optimal karena tata cara bercocok tanam yang salah oleh sebagian besar  petani Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Petani milenial didorong untuk memanfaatkan berbagai teknologi yang ada untuk mengembangkan usaha pertanian mereka. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan dengan teknologi, kini menjual hasil panen lebih mudah.
&quot;Kalau saya dulu mau jual hasil panen, harus datang, berminggu-minggu negosiasi, harus ada di Jepang untuk jual Kopi Toraja. Sekarang di tempat tidur pakai handphone bisa,&quot; kata Mentan Syahrul dilansir dari Antara, Senin (6/9/2021).
Baca Juga: Jadi Negara Maritim, Jokowi: Indonesia Baru Isi 3% Pasar Ikan Dunia
 
Ia mengatakan seiring berkembangnya teknologi harus terus diikuti dalam mengubah cara kerja dan metode usaha, khususnya di bidang pertanian. Menurut Mentan, apabila pelaku usaha pertanian masih menggunakan cara-cara dan metode lama di sektor pertanian maka akan tertinggal.
Mentan Syahrul menegaskan sektor pertanian harus digenjot guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat sektor selalu tumbuh positif di saat sektor lain tumbuh negatif akibat dampak pandemi COVID-19.
Baca Juga: Jokowi: Pemerintah Ubah Mindset Petani Menuju Smart Farming
 
Dia memaparkan sektor pertanian berkontribusi hingga 16,24 persen terhadap lapangan pekerjaan di kuartal II 2020.
&quot;Di saat pandemi COVID-19 yang bisa bertahan salah satunya pertanian. Bahkan pertanian jadi bagian solusi pasti terhadap COVID-19 dan turbulensi ekonomi,&quot; kata Mentan Syahrul.Mentan memotivasi para petani milenial dalam pelatihan kewirausahaan  pertanian untuk memiliki semangat dan kemauan yang kuat serta pantang  menyerah. Selain itu, Mentan juga mendorong agar petani milenial juga  melakukan hilirisasi hasil panen agar meningkatkan nilai tambah suatu  produk.
Ia menegaskan Indonesia adalah negara agraris yang sangat cocok untuk  usaha pertanian. Oleh karena itu, menurut dia, Indonesia membutuhkan  pola pikir dan terobosan-terobosan baru dari para kaum milenial untuk  memajukan pertanian dalam negeri.
Berdasarkan hasil penelitian dari Institute for Development of  Economics and Finance (Indef), PDB dari sektor pertanian, kehutanan, dan  perikanan, terus tumbuh sejak 2014 sebesar Rp1.409,06 triliun hingga  2020 menjadi Rp2.115,09 triliun. Namun yang menjadi catatan adalah  peningkatan tersebut naik secara perlahan-lahan.
Menurut hasil studi Indef itu, peningkatan yang tidak terjadi secara  signifikan tersebut karena produktivitas sektor pertanian yang belum  optimal karena tata cara bercocok tanam yang salah oleh sebagian besar  petani Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
