<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPK Habiskan Anggaran Rp2,1 Triliun hingga Agustus 2021</title><description>BPK telah menyerap anggaran sebesar Rp2,10 triliun sampai 23 Agustus 2021 atau 60,67% dari pagu anggaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2467031/bpk-habiskan-anggaran-rp2-1-triliun-hingga-agustus-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2467031/bpk-habiskan-anggaran-rp2-1-triliun-hingga-agustus-2021"/><item><title>BPK Habiskan Anggaran Rp2,1 Triliun hingga Agustus 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2467031/bpk-habiskan-anggaran-rp2-1-triliun-hingga-agustus-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2467031/bpk-habiskan-anggaran-rp2-1-triliun-hingga-agustus-2021</guid><pubDate>Senin 06 September 2021 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/06/320/2467031/bpk-habiskan-anggaran-rp2-1-triliun-hingga-agustus-2021-PCPLPedlqv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi anggaran BPK (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/06/320/2467031/bpk-habiskan-anggaran-rp2-1-triliun-hingga-agustus-2021-PCPLPedlqv.jpg</image><title>Realisasi anggaran BPK (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - BPK telah menyerap anggaran sebesar Rp2,10 triliun sampai 23 Agustus 2021 atau 60,67% dari pagu anggaran belanja BPK pada 2021 senilai Rp3,46 triliun.
&quot;Jadi dari anggaran sebesar Rp3,46 triliun, terealisasi Rp2,103 triliun. Atau secara keseluruhan anggaran 2021 ini sudah lebih besar 6,66% dari periode yang sama di tahun 2020,&amp;rdquo; kata Sekretaris Jenderal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bahtiar Arif dilansir dari Antara, Senin (6/9/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani: Opini WTP Bisa Bangun Kepercayaan Publik
 
Untuk program dukungan manajemen, BPK telah merealisasikan anggaran sebesar Rp317,21 miliar atau 47,84% dari pagu program senilai Rp663,07 miliar. Sementara itu, untuk program pemeriksaan keuangan negara, anggaran yang telah terealisasi mencapai Rp1,78 triliun atau 63,70% dari pagu sebesar Rp2,80 triliun.
Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar juga menyampaikan realisasi anggaran sejak 2018. Pada tahun 2018, dari total anggaran Rp3,62 triliun, BPK membelanjakan sebesar Rp3,54 triliun atau 97,71%. Kemudian 2019,%tase serapan naik jadi 98,21% atau terealisasi sebesar Rp3,73 triliun dari total pagu Rp3,79 triliun.
Baca Juga: Sri Mulyani soal Temuan BPK: Dalam Proses Penyelesaian
 
Sedangkan pada tahun 2020, presentase serapan anggaran BPK turun menjadi 95,55% dari total anggaran Rp3,59 triliun atau terserap sebesar Rp3,43 triliun.
Menurut Bahtiar, serapan anggaran BPK pada 2020 menurun karena  penyebaran pandemi COVID-19 yang membuat sejumlah kegiatan dibatalkan  atau dilaksanakan secara virtual.
Selain itu, terdapat beberapa belanja pegawai yang tidak dibayarkan,  seperti tunjangan kinerja dalam komponen tunjangan hari raya dan gaji  ke-13.
&amp;ldquo;Pada 2020 serapan anggaran menurun menjadi 95,55% karena penyesuaian  aktivitas pandemi COVID-19. Banyak aktivitas tidak dapat dilaksanakan,  dengan demikian penyerapan anggaran berkurang,&quot; kata Bahtiar.</description><content:encoded>JAKARTA - BPK telah menyerap anggaran sebesar Rp2,10 triliun sampai 23 Agustus 2021 atau 60,67% dari pagu anggaran belanja BPK pada 2021 senilai Rp3,46 triliun.
&quot;Jadi dari anggaran sebesar Rp3,46 triliun, terealisasi Rp2,103 triliun. Atau secara keseluruhan anggaran 2021 ini sudah lebih besar 6,66% dari periode yang sama di tahun 2020,&amp;rdquo; kata Sekretaris Jenderal Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bahtiar Arif dilansir dari Antara, Senin (6/9/2021).
Baca Juga: Sri Mulyani: Opini WTP Bisa Bangun Kepercayaan Publik
 
Untuk program dukungan manajemen, BPK telah merealisasikan anggaran sebesar Rp317,21 miliar atau 47,84% dari pagu program senilai Rp663,07 miliar. Sementara itu, untuk program pemeriksaan keuangan negara, anggaran yang telah terealisasi mencapai Rp1,78 triliun atau 63,70% dari pagu sebesar Rp2,80 triliun.
Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar juga menyampaikan realisasi anggaran sejak 2018. Pada tahun 2018, dari total anggaran Rp3,62 triliun, BPK membelanjakan sebesar Rp3,54 triliun atau 97,71%. Kemudian 2019,%tase serapan naik jadi 98,21% atau terealisasi sebesar Rp3,73 triliun dari total pagu Rp3,79 triliun.
Baca Juga: Sri Mulyani soal Temuan BPK: Dalam Proses Penyelesaian
 
Sedangkan pada tahun 2020, presentase serapan anggaran BPK turun menjadi 95,55% dari total anggaran Rp3,59 triliun atau terserap sebesar Rp3,43 triliun.
Menurut Bahtiar, serapan anggaran BPK pada 2020 menurun karena  penyebaran pandemi COVID-19 yang membuat sejumlah kegiatan dibatalkan  atau dilaksanakan secara virtual.
Selain itu, terdapat beberapa belanja pegawai yang tidak dibayarkan,  seperti tunjangan kinerja dalam komponen tunjangan hari raya dan gaji  ke-13.
&amp;ldquo;Pada 2020 serapan anggaran menurun menjadi 95,55% karena penyesuaian  aktivitas pandemi COVID-19. Banyak aktivitas tidak dapat dilaksanakan,  dengan demikian penyerapan anggaran berkurang,&quot; kata Bahtiar.</content:encoded></item></channel></rss>
