<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Hasil Perundingan IUAE CEPA Putaran Pertama Bakal Ditindaklanjuti</title><description>Perundingan Indonesia-United Arab Emirats Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-UAE CEPA) sangat produktif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2467096/mendag-hasil-perundingan-iuae-cepa-putaran-pertama-bakal-ditindaklanjuti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2467096/mendag-hasil-perundingan-iuae-cepa-putaran-pertama-bakal-ditindaklanjuti"/><item><title>Mendag: Hasil Perundingan IUAE CEPA Putaran Pertama Bakal Ditindaklanjuti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2467096/mendag-hasil-perundingan-iuae-cepa-putaran-pertama-bakal-ditindaklanjuti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/06/320/2467096/mendag-hasil-perundingan-iuae-cepa-putaran-pertama-bakal-ditindaklanjuti</guid><pubDate>Senin 06 September 2021 20:20 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/06/320/2467096/mendag-hasil-perundingan-iuae-cepa-putaran-pertama-bakal-ditindaklanjuti-DiLG8LZZNX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama Indonesia-UEA (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/06/320/2467096/mendag-hasil-perundingan-iuae-cepa-putaran-pertama-bakal-ditindaklanjuti-DiLG8LZZNX.jpg</image><title>Kerjasama Indonesia-UEA (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Perundingan Indonesia-United Arab Emirats Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE CEPA) sangat produktif. Perundingan putaran pertama berlangsung pada 2-4 September 2021 di Bogor, Jawa Barat.
&quot;&amp;ldquo;Hasil perundingan putaran pertama akan ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan teknis dan intersesi untuk membahas potensi kerja sama yang dapat dilakukan, misalnya dalam hal dukungan terhadap industri kecil dan menengah, niaga elektronik, dan pengembangan industri halal,&amp;rdquo; kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dilansir dari Antara, Senin (6/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; IUAE-CEPA, Mendag Yakin Nilai Perdagangan Naik 3 Kali Lipat
 
Perundingan dilaksanakan setelah Peluncuran Perundingan I-UAE CEPA secara resmi oleh Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Minister United Arab Emiratesof State for Foreign Trade of United Arab Emirates (UAE) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi.
I-UAE CEPA adalah upaya penting kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. Peningkatan kinerja kedua sektor tersebut sangat diperlukan di tengah upaya pemulihan ekonomi saat pandemi COVID-19.
Baca Juga: Kadin: Kerjasama Indonesia-UEA Saling Menguntungkan
 
Pelaksanaan Putaran Pertama Perundingan I-UAE CEPA itu juga telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo oleh kedua Menteri saat kunjungan kehormatan Menteri Thani Al Zeyoudi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/9).
&amp;ldquo;Presiden RI menyambut sangat positif dimulainya perundingan CEPA antara kedua negara dan berharap agar perundingan I-UAE CEPA dapat dirampungkan dalam kurun waktu satu tahun,&amp;rdquo; kata Mendag Lutfi.Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan  Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono  menyatakan perundingan IUAE-CEPA mencatatkan sejarah baru sebagai  perundingan dagang bilateral pertama Indonesia dengan negara di kawasan  Teluk.
&amp;ldquo;Arti penting UEA bagi Indonesia adalah sebagai hub strategis untuk  penetrasi pasar ke negara-negara kawasan Timur Tengah, Afrika, dan  Eropa,&amp;rdquo; imbuh Djatmiko.
United Arab Emirates (Uni Emirat Arab/UEA) merupakan salah satu  negara tujuan pasar ekspor nontradisional Indonesia yang menjadi hub  perdagangan internasional di kawasan Timur Tengah. Sementara itu bagi  UEA, IUAE-CEPA menjadi perundingan dagang bilateral pertama dengan mitra  dagangnya di kawasan Asia.
Sepuluh Kelompok Kerja I-UAE CEPA
Pada perundingan putaran pertama I-UAE CEPA, delegasi Indonesia  dipimpin Direktur Perundingan Bilateral Kemendag Ni Made Ayu Marthini,  sementara delegasi UEA dipimpin Assistant Undersecretary International  Trade Affairs Sector, Ministry of Economy of UAE, Juma Al Kait.
Made menjelaskan, Perundingan I-UAE CEPA mencakup 17 bab dan pembahasannya dibagi dalam sepuluh kelompok kerja (working groups).
Kesepuluh kelompok kerja tersebut yaitu perdagangan barang,  perdagangan jasa, investasi, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan  dan fasilitasi perdagangan, kerja sama ekonomi (termasuk UKM), kekayaan  intelektual, ketentuan legal dan isu institusional, pengadaan barang  pemerintah, serta halal dan ekonomi syariah.
&amp;ldquo;Setelah perundingan, kedua delegasi saling memahami kebijakan dan  posisi masing-masing dan menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut  perundingan pertama yang akan dibahas pada perundingan putaran  berikutnya. Pertemuan teknis dan intersesi akan digelar untuk saling  memberi klarifikasi dan melanjutkan diskusi mengenai potensi-potensi  kerja sama,&amp;rdquo; kata Made.Pada perundingan pertama ini, kedua Ketua Delegasi juga telah menandatangani Term of Reference (ToR) Perundingan I-UAE CEPA. ToR ini merupakan dokumen yang akan menjadi pedoman bagi kedua delegasi dalam menjalankan perundingan I-UAE CEPA.
Kedua negara sepakat untuk melaksanakan perundingan putaran kedua I-UAE CEPA di bulan Oktober 2021.
Selain Kemendag, delegasi Indonesia juga diperkuat oleh perwakilan   dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait, di antaranya Kementerian   Luar Negeri, Kementerian Investasi, Kementerian Koordinator Bidang   Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perencanaan   Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Selain itu, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, Kementerian   Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan   Perikanan, Badan Standardisasi Nasional, Lembaga Kebijakan Pengadaan   Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),   serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).</description><content:encoded>JAKARTA - Perundingan Indonesia-United Arab Emirats Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE CEPA) sangat produktif. Perundingan putaran pertama berlangsung pada 2-4 September 2021 di Bogor, Jawa Barat.
&quot;&amp;ldquo;Hasil perundingan putaran pertama akan ditindaklanjuti dengan pertemuan-pertemuan teknis dan intersesi untuk membahas potensi kerja sama yang dapat dilakukan, misalnya dalam hal dukungan terhadap industri kecil dan menengah, niaga elektronik, dan pengembangan industri halal,&amp;rdquo; kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dilansir dari Antara, Senin (6/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; IUAE-CEPA, Mendag Yakin Nilai Perdagangan Naik 3 Kali Lipat
 
Perundingan dilaksanakan setelah Peluncuran Perundingan I-UAE CEPA secara resmi oleh Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Minister United Arab Emiratesof State for Foreign Trade of United Arab Emirates (UAE) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi.
I-UAE CEPA adalah upaya penting kedua negara untuk meningkatkan perdagangan dan investasi. Peningkatan kinerja kedua sektor tersebut sangat diperlukan di tengah upaya pemulihan ekonomi saat pandemi COVID-19.
Baca Juga: Kadin: Kerjasama Indonesia-UEA Saling Menguntungkan
 
Pelaksanaan Putaran Pertama Perundingan I-UAE CEPA itu juga telah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo oleh kedua Menteri saat kunjungan kehormatan Menteri Thani Al Zeyoudi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/9).
&amp;ldquo;Presiden RI menyambut sangat positif dimulainya perundingan CEPA antara kedua negara dan berharap agar perundingan I-UAE CEPA dapat dirampungkan dalam kurun waktu satu tahun,&amp;rdquo; kata Mendag Lutfi.Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan  Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono  menyatakan perundingan IUAE-CEPA mencatatkan sejarah baru sebagai  perundingan dagang bilateral pertama Indonesia dengan negara di kawasan  Teluk.
&amp;ldquo;Arti penting UEA bagi Indonesia adalah sebagai hub strategis untuk  penetrasi pasar ke negara-negara kawasan Timur Tengah, Afrika, dan  Eropa,&amp;rdquo; imbuh Djatmiko.
United Arab Emirates (Uni Emirat Arab/UEA) merupakan salah satu  negara tujuan pasar ekspor nontradisional Indonesia yang menjadi hub  perdagangan internasional di kawasan Timur Tengah. Sementara itu bagi  UEA, IUAE-CEPA menjadi perundingan dagang bilateral pertama dengan mitra  dagangnya di kawasan Asia.
Sepuluh Kelompok Kerja I-UAE CEPA
Pada perundingan putaran pertama I-UAE CEPA, delegasi Indonesia  dipimpin Direktur Perundingan Bilateral Kemendag Ni Made Ayu Marthini,  sementara delegasi UEA dipimpin Assistant Undersecretary International  Trade Affairs Sector, Ministry of Economy of UAE, Juma Al Kait.
Made menjelaskan, Perundingan I-UAE CEPA mencakup 17 bab dan pembahasannya dibagi dalam sepuluh kelompok kerja (working groups).
Kesepuluh kelompok kerja tersebut yaitu perdagangan barang,  perdagangan jasa, investasi, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan  dan fasilitasi perdagangan, kerja sama ekonomi (termasuk UKM), kekayaan  intelektual, ketentuan legal dan isu institusional, pengadaan barang  pemerintah, serta halal dan ekonomi syariah.
&amp;ldquo;Setelah perundingan, kedua delegasi saling memahami kebijakan dan  posisi masing-masing dan menyepakati sejumlah langkah tindak lanjut  perundingan pertama yang akan dibahas pada perundingan putaran  berikutnya. Pertemuan teknis dan intersesi akan digelar untuk saling  memberi klarifikasi dan melanjutkan diskusi mengenai potensi-potensi  kerja sama,&amp;rdquo; kata Made.Pada perundingan pertama ini, kedua Ketua Delegasi juga telah menandatangani Term of Reference (ToR) Perundingan I-UAE CEPA. ToR ini merupakan dokumen yang akan menjadi pedoman bagi kedua delegasi dalam menjalankan perundingan I-UAE CEPA.
Kedua negara sepakat untuk melaksanakan perundingan putaran kedua I-UAE CEPA di bulan Oktober 2021.
Selain Kemendag, delegasi Indonesia juga diperkuat oleh perwakilan   dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait, di antaranya Kementerian   Luar Negeri, Kementerian Investasi, Kementerian Koordinator Bidang   Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perencanaan   Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Selain itu, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, Kementerian   Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan   Perikanan, Badan Standardisasi Nasional, Lembaga Kebijakan Pengadaan   Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),   serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).</content:encoded></item></channel></rss>
