<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Butuh 47.000 Km Sirkuit Jaringan Listrik</title><description>Indonesia memerlukan 47.000 kilometer sirkuit jaringan tenaga listrik dalam sembilan tahun ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467431/indonesia-butuh-47-000-km-sirkuit-jaringan-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467431/indonesia-butuh-47-000-km-sirkuit-jaringan-listrik"/><item><title>Indonesia Butuh 47.000 Km Sirkuit Jaringan Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467431/indonesia-butuh-47-000-km-sirkuit-jaringan-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467431/indonesia-butuh-47-000-km-sirkuit-jaringan-listrik</guid><pubDate>Selasa 07 September 2021 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/07/320/2467431/indonesia-butuh-47-000-km-sirkuit-jaringan-listrik-mv5uDcFglm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jaringan listrik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/07/320/2467431/indonesia-butuh-47-000-km-sirkuit-jaringan-listrik-mv5uDcFglm.jpg</image><title>Jaringan listrik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia memerlukan 47.000 kilometer sirkuit jaringan tenaga listrik dalam sembilan tahun ke depan. Jaringan listrik diperlukan guna menopang target penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 40,9 gigawatt .
&quot;Pada 2030 pemerintah telah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar kurang lebih 40 gigawatt. Untuk itu diperlukan tambahan jaringan transmisi tenaga listrik sepanjang kurang lebih 47.000 kilometer sirkuit,&quot; kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kemennterian ESDM Rida Mulyana dilansir dari Antara, Selasa (7/9/2021).
Baca Juga: 2 Cara Dapat Diskon Listrik PLN di September 
 
Penambahan pembangkit listrik nasional yang diproyeksikan sebesar 40,9 gigawatt pada 2030 tercantum dalam konsep Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2021-2030. Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit bisa mencapai 4,1 gigawatt setiap tahun.
Dari sisi sumber energi, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih akan mendominasi dengan porsi sebesar 15,9 gigawatt atau 39,1% yang terdiri dari PLTU mulut tambang sebesar 3,5 gigawatt dan PLTU non-mulut tambang 12,4 gigawatt.
Sedangkan jenis pembangkit listrik tenaga gas uap dengan porsi 5,3 gigawatt atau 12,5% dan pembangkit listrik tenaga mesin gas sebesar 2,2 gigawatt atau 5,5%.
Baca Juga:&amp;nbsp; Jaga Listrik, PLN Amankan Pasokan Batu Bara dari PTBA
 
Sementara porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang terbesar akan didominasi pembangkit listrik tenaga air dan minihidro mencapai 8,9 gigawat atau 22% dan pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 3,5 gigawatt atau 8,5%.
Pemerintah juga menargetkan porsi EBT  lainnya sebesar 3,7 gigawatt atau 9,0% berupa pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga bayu, pembangkit listrik tenaga sampah, dan lainnya.Dalam upaya mendukung pembangunan sirkuit jaringan tenaga listrik  guna menopang pembangkit listrik, pemerintah telah menerbitkan regulasi  terbaru melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2021 tentang ruang  bebas dan jarak bebas minimum jaringan transmisi tenaga listrik,  sekaligus pemberian kompensasi atas tanah, bangunan, dan tanaman yang  berada di bawah ruang bebas tersebut.
Penerbitan regulasi itu dilatarbelakangi kasus blackout separuh Jawa  pada 4-5 Agustus 2019 akibat tersenggol pohon sengon yang memasuki ruang  bebas jaringan transmisi di Desa Malon, Gunung Pati, Semarang.
Kala itu sejumlah wilayah di Jakarta, Banten, Jawa Barat, sebagian  Jawa Tengah dan sekitarnya mengalami mati listrik yang berdampak kepada  21,3 juta pelanggan, serta terganggunya sistem transportasi hingga  telekomunikasi.
&quot;Kami berharap terbitnya peraturan ini dapat membantu pelaku usaha  untuk menyelesaikan berbagai dinamika yang muncul saat pembangunan,  pengoperasian, dan pemeliharaan jaringan transmisi tenaga listrik dengan  tidak mengabaikan hak-hak masyarakat,&quot; ujar Rida.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia memerlukan 47.000 kilometer sirkuit jaringan tenaga listrik dalam sembilan tahun ke depan. Jaringan listrik diperlukan guna menopang target penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 40,9 gigawatt .
&quot;Pada 2030 pemerintah telah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar kurang lebih 40 gigawatt. Untuk itu diperlukan tambahan jaringan transmisi tenaga listrik sepanjang kurang lebih 47.000 kilometer sirkuit,&quot; kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kemennterian ESDM Rida Mulyana dilansir dari Antara, Selasa (7/9/2021).
Baca Juga: 2 Cara Dapat Diskon Listrik PLN di September 
 
Penambahan pembangkit listrik nasional yang diproyeksikan sebesar 40,9 gigawatt pada 2030 tercantum dalam konsep Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) tahun 2021-2030. Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit bisa mencapai 4,1 gigawatt setiap tahun.
Dari sisi sumber energi, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih akan mendominasi dengan porsi sebesar 15,9 gigawatt atau 39,1% yang terdiri dari PLTU mulut tambang sebesar 3,5 gigawatt dan PLTU non-mulut tambang 12,4 gigawatt.
Sedangkan jenis pembangkit listrik tenaga gas uap dengan porsi 5,3 gigawatt atau 12,5% dan pembangkit listrik tenaga mesin gas sebesar 2,2 gigawatt atau 5,5%.
Baca Juga:&amp;nbsp; Jaga Listrik, PLN Amankan Pasokan Batu Bara dari PTBA
 
Sementara porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang terbesar akan didominasi pembangkit listrik tenaga air dan minihidro mencapai 8,9 gigawat atau 22% dan pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 3,5 gigawatt atau 8,5%.
Pemerintah juga menargetkan porsi EBT  lainnya sebesar 3,7 gigawatt atau 9,0% berupa pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga bayu, pembangkit listrik tenaga sampah, dan lainnya.Dalam upaya mendukung pembangunan sirkuit jaringan tenaga listrik  guna menopang pembangkit listrik, pemerintah telah menerbitkan regulasi  terbaru melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2021 tentang ruang  bebas dan jarak bebas minimum jaringan transmisi tenaga listrik,  sekaligus pemberian kompensasi atas tanah, bangunan, dan tanaman yang  berada di bawah ruang bebas tersebut.
Penerbitan regulasi itu dilatarbelakangi kasus blackout separuh Jawa  pada 4-5 Agustus 2019 akibat tersenggol pohon sengon yang memasuki ruang  bebas jaringan transmisi di Desa Malon, Gunung Pati, Semarang.
Kala itu sejumlah wilayah di Jakarta, Banten, Jawa Barat, sebagian  Jawa Tengah dan sekitarnya mengalami mati listrik yang berdampak kepada  21,3 juta pelanggan, serta terganggunya sistem transportasi hingga  telekomunikasi.
&quot;Kami berharap terbitnya peraturan ini dapat membantu pelaku usaha  untuk menyelesaikan berbagai dinamika yang muncul saat pembangunan,  pengoperasian, dan pemeliharaan jaringan transmisi tenaga listrik dengan  tidak mengabaikan hak-hak masyarakat,&quot; ujar Rida.</content:encoded></item></channel></rss>
