<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Habiskan Rp62,7 Triliun untuk Pengobatan Pasien Covid-19</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat telah menggelontorkan biaya kesehatan Rp62,7 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467511/sri-mulyani-habiskan-rp62-7-triliun-untuk-pengobatan-pasien-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467511/sri-mulyani-habiskan-rp62-7-triliun-untuk-pengobatan-pasien-covid-19"/><item><title>Sri Mulyani Habiskan Rp62,7 Triliun untuk Pengobatan Pasien Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467511/sri-mulyani-habiskan-rp62-7-triliun-untuk-pengobatan-pasien-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467511/sri-mulyani-habiskan-rp62-7-triliun-untuk-pengobatan-pasien-covid-19</guid><pubDate>Selasa 07 September 2021 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/07/320/2467511/sri-mulyani-habiskan-rp62-7-triliun-untuk-pengobatan-pasien-covid-19-Uva5yIP8RS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran Covid-19 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/07/320/2467511/sri-mulyani-habiskan-rp62-7-triliun-untuk-pengobatan-pasien-covid-19-Uva5yIP8RS.jpg</image><title>Anggaran Covid-19 (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat telah menggelontorkan biaya kesehatan Rp62,7 triliun untuk pengobatan dan perawatan 200.545 pasien Covid-19 selama 2020.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan juga telah embangunan fasilitas kesehatan tambahan seperti 260 ruangan baru puskesmas di seluruh Indonesia. Serta, melakukan perbaikan 269 rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas daya tampung pasien Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp; Kemenkes: Transmisi Penularan Covid-19 di Tanah Air Mendekati Standar Aman WHO
 
&quot;Anggaran kesehatan dikeluarkan untuk biaya pengobatan dan perawatan 200.545 pasien Covid-19 tahun 2020.Ada 160 lebih ribu rumah sakit 1,56 juta alat pelindung diri (APD), sebanyak 20.612 ventilator dan 5,7 juta alat tes cepat,&quot; kata Sri Mulyani dalam rapat paripurna, Selasa (9/8/2021).
Baca Juga: Perjuangan Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19, Susuri Jalan Ekstrem Setapak untuk ke Pemakaman
 
Selain itu, Pemerintah  mencatatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau SiLPA Rp245,6 triliun dalam anggaran pendapatan dan belanja negara 2020. Sisa dana itu disebutkan digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19 pada awal 2021.&quot;SiLPA pada tahun anggaran 2020 tidak terlepas dari upaya pemerintah  untuk memastikan penyediaan anggaran dalam kondisi ancaman nyata dan  sangat dinamis akibat pandemi Covid-19,&quot; katanya.
Dia menambahkan Pemerintah menjaga komitmen  tata kelola keuangan  negara. Salah satunya menindaklanjuti laporan BPK untuk perbaiki tata  kelola keuangan negara
&quot;Kita menindaklanjuti BPK dalam laporan hasil rekomendasi DPR RI  dalam rangka untuk perbaikan secara efektif dan komprehensif sesuai  pertauran uud berdasarakan BPK RI,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat telah menggelontorkan biaya kesehatan Rp62,7 triliun untuk pengobatan dan perawatan 200.545 pasien Covid-19 selama 2020.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan juga telah embangunan fasilitas kesehatan tambahan seperti 260 ruangan baru puskesmas di seluruh Indonesia. Serta, melakukan perbaikan 269 rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas daya tampung pasien Covid-19.
Baca Juga:&amp;nbsp; Kemenkes: Transmisi Penularan Covid-19 di Tanah Air Mendekati Standar Aman WHO
 
&quot;Anggaran kesehatan dikeluarkan untuk biaya pengobatan dan perawatan 200.545 pasien Covid-19 tahun 2020.Ada 160 lebih ribu rumah sakit 1,56 juta alat pelindung diri (APD), sebanyak 20.612 ventilator dan 5,7 juta alat tes cepat,&quot; kata Sri Mulyani dalam rapat paripurna, Selasa (9/8/2021).
Baca Juga: Perjuangan Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19, Susuri Jalan Ekstrem Setapak untuk ke Pemakaman
 
Selain itu, Pemerintah  mencatatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran atau SiLPA Rp245,6 triliun dalam anggaran pendapatan dan belanja negara 2020. Sisa dana itu disebutkan digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19 pada awal 2021.&quot;SiLPA pada tahun anggaran 2020 tidak terlepas dari upaya pemerintah  untuk memastikan penyediaan anggaran dalam kondisi ancaman nyata dan  sangat dinamis akibat pandemi Covid-19,&quot; katanya.
Dia menambahkan Pemerintah menjaga komitmen  tata kelola keuangan  negara. Salah satunya menindaklanjuti laporan BPK untuk perbaiki tata  kelola keuangan negara
&quot;Kita menindaklanjuti BPK dalam laporan hasil rekomendasi DPR RI  dalam rangka untuk perbaikan secara efektif dan komprehensif sesuai  pertauran uud berdasarakan BPK RI,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
