<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OPEC+ Pertahankan Harga Minyak di Level USD65-USD75/Barel</title><description>Harga minyak dunia di level USD65-USD7 per barel dinilai nyaman bagi konsumen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467692/opec-pertahankan-harga-minyak-di-level-usd65-usd75-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467692/opec-pertahankan-harga-minyak-di-level-usd65-usd75-barel"/><item><title>OPEC+ Pertahankan Harga Minyak di Level USD65-USD75/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467692/opec-pertahankan-harga-minyak-di-level-usd65-usd75-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/320/2467692/opec-pertahankan-harga-minyak-di-level-usd65-usd75-barel</guid><pubDate>Selasa 07 September 2021 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/07/320/2467692/opec-pertahankan-harga-minyak-di-level-usd65-usd75-barel-kuzafswxCj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/07/320/2467692/opec-pertahankan-harga-minyak-di-level-usd65-usd75-barel-kuzafswxCj.jpg</image><title>Harga minyak dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia di level USD65-USD7 per barel dinilai nyaman bagi konsumen. Saat ini kelompok negara-negara produsen minyak terkemuka OPEC+ berusaha untuk mempertahankan kisaran harga tersebut dengan mengatur produksi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD69,2/Barel
 
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Kommersant yang diterbitkan pada Selasa, Kepala Lukoil Oil Company Vagit Alekperov mengatakan pembatasan produksi minyak akan tergantung pada kondisi pasar.
&quot;Peraturan (produksi) bisa berbeda tergantung situasinya,&quot; kata Alekperov.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Balik Menguat Didukung Penurunan Stok AS 
 
&quot;Untuk saat ini September 2022 akan menandai tonggak sejarah ketika pembatasan harus dihapus. Perusahaan memiliki produksi menganggur hingga 90.000 barel per hari, yang kami harap akan dibutuhkan oleh pasar,&quot; ucapnya.Lukoil telah mengatakan sebelumnya bahwa mereka dapat mengurangi  kepemilikannya dalam proyek minyak West Qurna-2 Irak. Alekperov  mengatakan Lukoil tetap dalam pembicaraan dengan pemerintah Irak untuk  tetap terlibat dalam proyek tersebut.
Alekperov mengatakan formasi Yamama di ladang minyak West Qurna 2  terbukti sulit untuk diekstraksi karena mengandung hidrogen sulfida  tingkat tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia di level USD65-USD7 per barel dinilai nyaman bagi konsumen. Saat ini kelompok negara-negara produsen minyak terkemuka OPEC+ berusaha untuk mempertahankan kisaran harga tersebut dengan mengatur produksi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun, WTI Dipatok USD69,2/Barel
 
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Kommersant yang diterbitkan pada Selasa, Kepala Lukoil Oil Company Vagit Alekperov mengatakan pembatasan produksi minyak akan tergantung pada kondisi pasar.
&quot;Peraturan (produksi) bisa berbeda tergantung situasinya,&quot; kata Alekperov.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Balik Menguat Didukung Penurunan Stok AS 
 
&quot;Untuk saat ini September 2022 akan menandai tonggak sejarah ketika pembatasan harus dihapus. Perusahaan memiliki produksi menganggur hingga 90.000 barel per hari, yang kami harap akan dibutuhkan oleh pasar,&quot; ucapnya.Lukoil telah mengatakan sebelumnya bahwa mereka dapat mengurangi  kepemilikannya dalam proyek minyak West Qurna-2 Irak. Alekperov  mengatakan Lukoil tetap dalam pembicaraan dengan pemerintah Irak untuk  tetap terlibat dalam proyek tersebut.
Alekperov mengatakan formasi Yamama di ladang minyak West Qurna 2  terbukti sulit untuk diekstraksi karena mengandung hidrogen sulfida  tingkat tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
