<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaji Cepat Habis? Coba Kelola Keuangan Pakai Cara Ini Yuk!</title><description>Tidak semua orang bisa mengelola keuangan dengan baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/622/2467674/gaji-cepat-habis-coba-kelola-keuangan-pakai-cara-ini-yuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/622/2467674/gaji-cepat-habis-coba-kelola-keuangan-pakai-cara-ini-yuk"/><item><title>Gaji Cepat Habis? Coba Kelola Keuangan Pakai Cara Ini Yuk!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/622/2467674/gaji-cepat-habis-coba-kelola-keuangan-pakai-cara-ini-yuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/07/622/2467674/gaji-cepat-habis-coba-kelola-keuangan-pakai-cara-ini-yuk</guid><pubDate>Selasa 07 September 2021 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/07/622/2467674/gaji-cepat-habis-coba-kelola-keuangan-pakai-cara-ini-yuk-zAYPNerWxD.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Cara mengelola gaji (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/07/622/2467674/gaji-cepat-habis-coba-kelola-keuangan-pakai-cara-ini-yuk-zAYPNerWxD.jpeg</image><title>Cara mengelola gaji (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tidak semua orang bisa mengelola keuangan dengan baik. Jika tidak dikelola dengan baik, arun uang masuk dan keluar tidak akan terkontrol. Bisa-bisa gaji cepat habis padahal masih pertengahan bulan. Supaya penghasilan memiliki nilai investasi, baiknya mengelola keuangan dengan terperinci. Hal ini berguna supaya lebih terjaga dalam menggunakan uang sehari-hari.
Dilansir dari situs OCBC NISP, untuk memudahkan seseorang mengelola keuangannya, dapat menggunakan strategi 50 &amp;ndash; 30 &amp;ndash; 20. Artinya, penghasilan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu untuk kebutuhan, keinginan, tabungan.
Baca Juga: Selalu Gagal Menabung, Mungkin Ini Sebabnya
 
1. 50% untuk Kebutuhan
Setiap penghasilan rutin yang diterima, pisahkan 50% untuk kebutuhan inti (needs). Jika penghasilanmu sebulan Rp 7,5 juta, kurang lebih sebesar Rp 3,75 juta harus mencukupi untuk biaya transportasi per bulan, sewa tempat tinggal, kebutuhan kesehatan, dan biaya cicilan. Jika dana tersebut tidak cukup, artinya harus ada yang dikurangi yang sifatnya konsumtif, misalnya tidak perlu mencicil sesuatu untuk saat ini.
Baca Juga: Masih Takut Investasi? Coba Cara Ini Yuk
 
2. 30% untuk Keinginan/Dinikmati
 
Pisahkan 30% untuk hal-hal yang bisa dinikmati (wants), kurang lebih sebesar Rp 2,25 juta. Misalnya untuk belanja bulanan, makan di restoran, member gym, nonton bioskop, dan jalan-jalan. Jika dana itu tidak cukup, bisa menunda salah satu wishlist keinginan. Contohnya, member gym ditunda dulu, sebagai gantinya, lari pagi depan rumah aja.3. 20% untuk Tabungan/Investasi
Sisihkan uang dari penghasilan mu sebesar 20% untuk investasi  (savings), kurang lebih sebesar Rp 1,5 juta. Tabungan ini untuk  persiapan dana pensiun, dana darurat, dan investasi yang memang bersifat  jangka panjang.
Karena memang tujuannya untuk jangka panjang, maka sebaiknya mencari  investasi yang tidak tergerus inflasi dan bertumbuh, misalnya reksa dana  saham. Belum telat kok untuk memulai investasi. Berinvestasi pada reksa  dana saham pun tidak harus dengan nominal besar, bahkan bisa dimulai  dengan minimum Rp20 ribu.
Demikian tips mengelola keuangan dengan metode 50 &amp;ndash; 30 &amp;ndash; 20. Perlu  diingat bahwasannya financially fit itu mulai dari meningkatkan  pemahaman dasar, memperbaiki kebiasaan manajemen keuangan yang salah dan  meluruskan mindset terkait finansial yang keliru. Sehingga, dengan  begitu dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tidak semua orang bisa mengelola keuangan dengan baik. Jika tidak dikelola dengan baik, arun uang masuk dan keluar tidak akan terkontrol. Bisa-bisa gaji cepat habis padahal masih pertengahan bulan. Supaya penghasilan memiliki nilai investasi, baiknya mengelola keuangan dengan terperinci. Hal ini berguna supaya lebih terjaga dalam menggunakan uang sehari-hari.
Dilansir dari situs OCBC NISP, untuk memudahkan seseorang mengelola keuangannya, dapat menggunakan strategi 50 &amp;ndash; 30 &amp;ndash; 20. Artinya, penghasilan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu untuk kebutuhan, keinginan, tabungan.
Baca Juga: Selalu Gagal Menabung, Mungkin Ini Sebabnya
 
1. 50% untuk Kebutuhan
Setiap penghasilan rutin yang diterima, pisahkan 50% untuk kebutuhan inti (needs). Jika penghasilanmu sebulan Rp 7,5 juta, kurang lebih sebesar Rp 3,75 juta harus mencukupi untuk biaya transportasi per bulan, sewa tempat tinggal, kebutuhan kesehatan, dan biaya cicilan. Jika dana tersebut tidak cukup, artinya harus ada yang dikurangi yang sifatnya konsumtif, misalnya tidak perlu mencicil sesuatu untuk saat ini.
Baca Juga: Masih Takut Investasi? Coba Cara Ini Yuk
 
2. 30% untuk Keinginan/Dinikmati
 
Pisahkan 30% untuk hal-hal yang bisa dinikmati (wants), kurang lebih sebesar Rp 2,25 juta. Misalnya untuk belanja bulanan, makan di restoran, member gym, nonton bioskop, dan jalan-jalan. Jika dana itu tidak cukup, bisa menunda salah satu wishlist keinginan. Contohnya, member gym ditunda dulu, sebagai gantinya, lari pagi depan rumah aja.3. 20% untuk Tabungan/Investasi
Sisihkan uang dari penghasilan mu sebesar 20% untuk investasi  (savings), kurang lebih sebesar Rp 1,5 juta. Tabungan ini untuk  persiapan dana pensiun, dana darurat, dan investasi yang memang bersifat  jangka panjang.
Karena memang tujuannya untuk jangka panjang, maka sebaiknya mencari  investasi yang tidak tergerus inflasi dan bertumbuh, misalnya reksa dana  saham. Belum telat kok untuk memulai investasi. Berinvestasi pada reksa  dana saham pun tidak harus dengan nominal besar, bahkan bisa dimulai  dengan minimum Rp20 ribu.
Demikian tips mengelola keuangan dengan metode 50 &amp;ndash; 30 &amp;ndash; 20. Perlu  diingat bahwasannya financially fit itu mulai dari meningkatkan  pemahaman dasar, memperbaiki kebiasaan manajemen keuangan yang salah dan  meluruskan mindset terkait finansial yang keliru. Sehingga, dengan  begitu dapat mengambil keputusan keuangan yang tepat.</content:encoded></item></channel></rss>
