<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Vale Indonesia (INCO) Capai USD208,4 Juta di Kuartal II-2021</title><description>Produksi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kuartal II-2021 lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/278/2468061/penjualan-vale-indonesia-inco-capai-usd208-4-juta-di-kuartal-ii-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/278/2468061/penjualan-vale-indonesia-inco-capai-usd208-4-juta-di-kuartal-ii-2021"/><item><title>Penjualan Vale Indonesia (INCO) Capai USD208,4 Juta di Kuartal II-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/278/2468061/penjualan-vale-indonesia-inco-capai-usd208-4-juta-di-kuartal-ii-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/278/2468061/penjualan-vale-indonesia-inco-capai-usd208-4-juta-di-kuartal-ii-2021</guid><pubDate>Rabu 08 September 2021 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/08/278/2468061/penjualan-vale-indonesia-inco-capai-usd208-4-juta-di-kuartal-ii-2021-QlXN5AB1aA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan Vale Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/08/278/2468061/penjualan-vale-indonesia-inco-capai-usd208-4-juta-di-kuartal-ii-2021-QlXN5AB1aA.jpg</image><title>Penjualan Vale Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Produksi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kuartal II-2021 lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020. Perseroan mengirimkan 15.845 metrik ton nikel matte dan mencatat penjualan sebesar USD208,4 juta.
Presiden Direktur Vale Indonesia, Febriany Eddy mengatakan, volume penjualan tercatat sekitar 7% lebih tinggi pada kuartal II-2021 dibandingkan pada kuartal I-2021, mengimbangi harga realisasi rata-rata yang lebih rendah pada kuartal II-2021.
Baca Juga: Vale Indonesia Raih Pendapatan USD414,94 Juta di Semester I-2021
 
&quot;Kami telah menyelesaikan kegiatan pemeliharaan kritikal pada triwulan ini yang memungkinkan kami mengoptimalkan proses produksi sampai akhir tahun. Saya menghargai kerja keras karyawan dan kontraktor kami untuk terus memberikan hasil yang positif sambil mengelola resiko penyebaran COVID-19 secara efektif dalam kegiatan operasi kami,&quot; ujar Febriany dalam Public Expose Live 2021, Rabu (8/9/2021).
Sementara itu, Vale Indonesia mencatat EBITDA sebesar USD72,3 juta pada kuartal II-2021, lebih rendah dari yang tercatat pada kuartal I-2021 sebesar USD88,9 juta, terutama disebabkan oleh biaya yang lebih tinggi dan harga realisasi rata-rata nikel yang lebih rendah.
Baca Juga: Produksi Nikel Vale Indonesia Turun 17% di Semester I-2021
 
Perseroan berhasil mencatat laba positif sebesar USD25,1 juta pada kuartal II-2021, turun dari laba sebesar USD33,7 juta pada kuartal I-2021 sejalan dengan penurunan EBITDA. Namun, laba pada semester pertama tahun 2021 sebesar USD58,8 juta lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu ketika Grup mencatat laba sebesar USD53,1 juta.
Beban pokok pendapatan pada kuartal II-2021 meningkat 13% menjadi USD174,3 juta dari USD154,8 juta pada kuartal I-2021 didorong oleh kenaikan harga komoditas utama seperti minyak dan batubara.Dibandingkan dengan kuartal I-2021, konsumsi HSFO per metrik ton  nikel matte meningkat 22%, sementara konsumsi batubara turun 12%,  mengimbangi HSFO yang lebih tinggi pada kuartal II-2021. Selama periode  ini, baik harga HSFO, diesel dan batubara mengalami peningkatan  masing-masing sebesar 17%, 17%, dan 10%.
Kas dan setara kas INCO pada 30 Juni 2021 tercatat sebesar USD426  juta, naik dari USD386 juta pada posisi 31 Maret 2021. Vale Indonesia  senantiasa berhati-hati dan mengambil langkah-langkah yang bijak untuk  mengendalikan pengeluaran dan menjaga ketersediaan kas.
Selain itu, INCO mengeluarkan sekitar USD33,3 juta untuk belanja  modal pada kuartal II-2021 mengalami penurunan sebanyak 14% dari yang  dikeluarkan pada kuartal I-2021 sebesar USD38,5 juta.
Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktifitas dan  penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka  panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan, yaitu keselamatan  jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas  kita.
Selanjutnya Perseroan memaparkan upaya-upaya yang dilakukan dalam  rangka mendukung pemerintah dalam menanggulangi COVID-19 di wilayah  operasi Perseroan, serta keberhasilan Perseroan dalam melakukan  pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat di empat wilayah  pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial Perseroan. Perseroan  juga senantiasa melakukan upaya-upaya untuk memelihara kelestarian  lingkungan di wilayah operasi Perseroan.</description><content:encoded>JAKARTA - Produksi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) kuartal II-2021 lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020. Perseroan mengirimkan 15.845 metrik ton nikel matte dan mencatat penjualan sebesar USD208,4 juta.
Presiden Direktur Vale Indonesia, Febriany Eddy mengatakan, volume penjualan tercatat sekitar 7% lebih tinggi pada kuartal II-2021 dibandingkan pada kuartal I-2021, mengimbangi harga realisasi rata-rata yang lebih rendah pada kuartal II-2021.
Baca Juga: Vale Indonesia Raih Pendapatan USD414,94 Juta di Semester I-2021
 
&quot;Kami telah menyelesaikan kegiatan pemeliharaan kritikal pada triwulan ini yang memungkinkan kami mengoptimalkan proses produksi sampai akhir tahun. Saya menghargai kerja keras karyawan dan kontraktor kami untuk terus memberikan hasil yang positif sambil mengelola resiko penyebaran COVID-19 secara efektif dalam kegiatan operasi kami,&quot; ujar Febriany dalam Public Expose Live 2021, Rabu (8/9/2021).
Sementara itu, Vale Indonesia mencatat EBITDA sebesar USD72,3 juta pada kuartal II-2021, lebih rendah dari yang tercatat pada kuartal I-2021 sebesar USD88,9 juta, terutama disebabkan oleh biaya yang lebih tinggi dan harga realisasi rata-rata nikel yang lebih rendah.
Baca Juga: Produksi Nikel Vale Indonesia Turun 17% di Semester I-2021
 
Perseroan berhasil mencatat laba positif sebesar USD25,1 juta pada kuartal II-2021, turun dari laba sebesar USD33,7 juta pada kuartal I-2021 sejalan dengan penurunan EBITDA. Namun, laba pada semester pertama tahun 2021 sebesar USD58,8 juta lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu ketika Grup mencatat laba sebesar USD53,1 juta.
Beban pokok pendapatan pada kuartal II-2021 meningkat 13% menjadi USD174,3 juta dari USD154,8 juta pada kuartal I-2021 didorong oleh kenaikan harga komoditas utama seperti minyak dan batubara.Dibandingkan dengan kuartal I-2021, konsumsi HSFO per metrik ton  nikel matte meningkat 22%, sementara konsumsi batubara turun 12%,  mengimbangi HSFO yang lebih tinggi pada kuartal II-2021. Selama periode  ini, baik harga HSFO, diesel dan batubara mengalami peningkatan  masing-masing sebesar 17%, 17%, dan 10%.
Kas dan setara kas INCO pada 30 Juni 2021 tercatat sebesar USD426  juta, naik dari USD386 juta pada posisi 31 Maret 2021. Vale Indonesia  senantiasa berhati-hati dan mengambil langkah-langkah yang bijak untuk  mengendalikan pengeluaran dan menjaga ketersediaan kas.
Selain itu, INCO mengeluarkan sekitar USD33,3 juta untuk belanja  modal pada kuartal II-2021 mengalami penurunan sebanyak 14% dari yang  dikeluarkan pada kuartal I-2021 sebesar USD38,5 juta.
Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktifitas dan  penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka  panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan, yaitu keselamatan  jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas  kita.
Selanjutnya Perseroan memaparkan upaya-upaya yang dilakukan dalam  rangka mendukung pemerintah dalam menanggulangi COVID-19 di wilayah  operasi Perseroan, serta keberhasilan Perseroan dalam melakukan  pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat di empat wilayah  pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial Perseroan. Perseroan  juga senantiasa melakukan upaya-upaya untuk memelihara kelestarian  lingkungan di wilayah operasi Perseroan.</content:encoded></item></channel></rss>
