<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Listrik Naik, Beneran Ekonomi Pulih?</title><description>PT PLN (Persero) mengungkap konsumsi listrik mengalami kenaikan sebesar 4,44%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468322/konsumsi-listrik-naik-beneran-ekonomi-pulih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468322/konsumsi-listrik-naik-beneran-ekonomi-pulih"/><item><title>Konsumsi Listrik Naik, Beneran Ekonomi Pulih?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468322/konsumsi-listrik-naik-beneran-ekonomi-pulih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468322/konsumsi-listrik-naik-beneran-ekonomi-pulih</guid><pubDate>Rabu 08 September 2021 19:47 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/08/320/2468322/konsumsi-listrik-naik-beneran-ekonomi-pulih-OkiLuT0vGp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konsumsi listrik meningkat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/08/320/2468322/konsumsi-listrik-naik-beneran-ekonomi-pulih-OkiLuT0vGp.jpg</image><title>Konsumsi listrik meningkat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT PLN (Persero) mengungkap konsumsi listrik mengalami kenaikan sebesar 4,44%. Pada periode Januari-Juli 2021, konsumsi listrik mencapai 146 Terra Watt hour (TWh). Kenaikan konsumsi listrik dinilai menjadi indikasi pemulihan ekonomi pasca puncak pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Ini tentu menandakan Indonesia sudah mulai bangkit dari pandemi Covid-19, dan ekonomi sudah mulai berjalan,&amp;rdquo; ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Cara Membayar Tagihan Listrik Online
 
Dia mencatat, pertumbuhan konsumsi listrik di sektor industri mencapai 9,93%. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri di Indonesia sudah mulai bangkit kembali. Di sisi lain, sektor rumah tangga tumbuh sebesar 3,34%.
Berdasarkan data PLN, pertumbuhan konsumsi listrik sektor industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah besi dan baja sebesar 21% diikuti oleh otomotif sebesar 19,5%, tekstil sebesar 6,9%, plastik sebesar 5% dan makanan &amp;amp; minuman sebesar 3,7%.
Baca Juga: Cegah Kasus Blackout 2019 Terulang, Aturan Ini Direvisi
 
&amp;ldquo;Untuk sektor bisnis hingga Juli, memang belum terlalu tumbuh signifikan. Meski begitu, sektor bisnis seperti mall, pusat perbelanjaan hingga sektor pariwisata mulai menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik,&amp;rdquo; katanya.
Peningkatan konsumsi listrik juga terlihat dari meningkatnya beban puncak kelistrikan, khususnya pada sistem kelistrikan Jawa &amp;ndash; Bali.Tercatat pada semester I-2021, beban puncak kelistrikan berada di  atas 27 ribu megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi terjadi pada 8  Juni 2021 sebesar 27.335 MW. Sebelumnya pada 2020, beban puncak  kelistrikan Jawa Bali hanya berada di angka 26 ribu MW.
Untuk meningkatkan penjualan listrik, PLN akan fokus pada strategi  mendorong permintaan yang akan ditempuh melalui upaya intensifikasi dan  ekstensifikasi.
Strategi intensifikasi dilakukan PLN melalui bundling dan promo untuk  meningkatkan kenyamanan pelanggan, seperti promo tambah daya Super  Merdeka Listrik yaitu pemberian harga spesial untuk Biaya Penyambungan  (BP) pada Layanan Tambah Daya bagi Konsumen tegangan rendah 1 phasa daya  450 VA dan 900 VA di semua golongan tarif dengan pilihan daya akhir  mulai daya 900 VA hingga daya 5.500 VA, dengan hanya membayar sebesar Rp  202.100,-.
Strategi intensifikasi juga dilakukan melalui penerapan gaya hidup  dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan  sehari-hari atau electrifying lifestyle, seperti mendorong ekosistem dan  penggunaan satu juta kompor induksi serta kendaraan listrik berbasis  baterai.
Di samping itu, strategi ekstensifikasi ditempuh PLN dengan melihat  ceruk pasar yang masih potensial seperti electrifying agriculture dan  electrifying marine untuk sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PLN (Persero) mengungkap konsumsi listrik mengalami kenaikan sebesar 4,44%. Pada periode Januari-Juli 2021, konsumsi listrik mencapai 146 Terra Watt hour (TWh). Kenaikan konsumsi listrik dinilai menjadi indikasi pemulihan ekonomi pasca puncak pandemi Covid-19.
&amp;ldquo;Ini tentu menandakan Indonesia sudah mulai bangkit dari pandemi Covid-19, dan ekonomi sudah mulai berjalan,&amp;rdquo; ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Cara Membayar Tagihan Listrik Online
 
Dia mencatat, pertumbuhan konsumsi listrik di sektor industri mencapai 9,93%. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri di Indonesia sudah mulai bangkit kembali. Di sisi lain, sektor rumah tangga tumbuh sebesar 3,34%.
Berdasarkan data PLN, pertumbuhan konsumsi listrik sektor industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah besi dan baja sebesar 21% diikuti oleh otomotif sebesar 19,5%, tekstil sebesar 6,9%, plastik sebesar 5% dan makanan &amp;amp; minuman sebesar 3,7%.
Baca Juga: Cegah Kasus Blackout 2019 Terulang, Aturan Ini Direvisi
 
&amp;ldquo;Untuk sektor bisnis hingga Juli, memang belum terlalu tumbuh signifikan. Meski begitu, sektor bisnis seperti mall, pusat perbelanjaan hingga sektor pariwisata mulai menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik,&amp;rdquo; katanya.
Peningkatan konsumsi listrik juga terlihat dari meningkatnya beban puncak kelistrikan, khususnya pada sistem kelistrikan Jawa &amp;ndash; Bali.Tercatat pada semester I-2021, beban puncak kelistrikan berada di  atas 27 ribu megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi terjadi pada 8  Juni 2021 sebesar 27.335 MW. Sebelumnya pada 2020, beban puncak  kelistrikan Jawa Bali hanya berada di angka 26 ribu MW.
Untuk meningkatkan penjualan listrik, PLN akan fokus pada strategi  mendorong permintaan yang akan ditempuh melalui upaya intensifikasi dan  ekstensifikasi.
Strategi intensifikasi dilakukan PLN melalui bundling dan promo untuk  meningkatkan kenyamanan pelanggan, seperti promo tambah daya Super  Merdeka Listrik yaitu pemberian harga spesial untuk Biaya Penyambungan  (BP) pada Layanan Tambah Daya bagi Konsumen tegangan rendah 1 phasa daya  450 VA dan 900 VA di semua golongan tarif dengan pilihan daya akhir  mulai daya 900 VA hingga daya 5.500 VA, dengan hanya membayar sebesar Rp  202.100,-.
Strategi intensifikasi juga dilakukan melalui penerapan gaya hidup  dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan  sehari-hari atau electrifying lifestyle, seperti mendorong ekosistem dan  penggunaan satu juta kompor induksi serta kendaraan listrik berbasis  baterai.
Di samping itu, strategi ekstensifikasi ditempuh PLN dengan melihat  ceruk pasar yang masih potensial seperti electrifying agriculture dan  electrifying marine untuk sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.</content:encoded></item></channel></rss>
