<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin: Stimulus Buat Sektor Usaha Bergairah</title><description>Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan covid-19 membuat pertumbuhan industri di dalam negeri merosot drastis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468342/menperin-stimulus-buat-sektor-usaha-bergairah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468342/menperin-stimulus-buat-sektor-usaha-bergairah"/><item><title>Menperin: Stimulus Buat Sektor Usaha Bergairah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468342/menperin-stimulus-buat-sektor-usaha-bergairah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468342/menperin-stimulus-buat-sektor-usaha-bergairah</guid><pubDate>Rabu 08 September 2021 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/08/320/2468342/menperin-stimulus-buat-sektor-usaha-bergairah-aIMWvwLwII.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin sebut stimulus buat sektor usaha bergairah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/08/320/2468342/menperin-stimulus-buat-sektor-usaha-bergairah-aIMWvwLwII.jpg</image><title>Menperin sebut stimulus buat sektor usaha bergairah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan covid-19 membuat pertumbuhan industri di dalam negeri merosot drastis. Namun, pertumbuhan industri masih bisa menembus 6,58% pada kuartal II-2021 karena ditopang oleh beberapa komoditas.
Baca Juga: Menperin Minta Tambahan Anggaran Rp820 Miliar
 
&amp;ldquo;Terjadinya lonjakan kinerja sektor industri ini karena adanya beberapa stimulus dan kebijakan pro bisnis yang telah diluncurkan pemerintah. Tentunya ini sangat berdampak baik dalam membangkitkan gairah usaha para pelaku industri setelah terdampak pandemi Covid-19,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Kontribusi Industri ke Ekonomi Ditarget Tembus 20% di 2024
 
Adapun stimulus tersebut misalnya, pemberian fasilitas berupa relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP). Menurutnya, insentif fiskal ini mampu meningkatkan produktivitas dan daya beli masyarakat. Terbukti pada kuartal II-2021, laju penjualan mobil menanjak tajam lebih dari 758%.Di samping itu, kebijakan lainnya yang sedang difokuskan oleh  Kemenperin adalah program substitusi impor 35% pada tahun 2022. Upaya  strategis ini, kata Agus, untuk mengurangi ketergantungan terhadap  produk impor sekaligus mendorong penguatan struktur industri manufaktur  di dalam negeri.
&amp;ldquo;Strategi ini ditempuh guna merangsang pertumbuhan investasi di  sektor industri substitusi impor dan peningkatan utilitas industri  domestik. Selain itu, kebijakan tersebut juga akan didukung dengan  optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN),&amp;rdquo;  tutur Menperin.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan covid-19 membuat pertumbuhan industri di dalam negeri merosot drastis. Namun, pertumbuhan industri masih bisa menembus 6,58% pada kuartal II-2021 karena ditopang oleh beberapa komoditas.
Baca Juga: Menperin Minta Tambahan Anggaran Rp820 Miliar
 
&amp;ldquo;Terjadinya lonjakan kinerja sektor industri ini karena adanya beberapa stimulus dan kebijakan pro bisnis yang telah diluncurkan pemerintah. Tentunya ini sangat berdampak baik dalam membangkitkan gairah usaha para pelaku industri setelah terdampak pandemi Covid-19,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Kontribusi Industri ke Ekonomi Ditarget Tembus 20% di 2024
 
Adapun stimulus tersebut misalnya, pemberian fasilitas berupa relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP). Menurutnya, insentif fiskal ini mampu meningkatkan produktivitas dan daya beli masyarakat. Terbukti pada kuartal II-2021, laju penjualan mobil menanjak tajam lebih dari 758%.Di samping itu, kebijakan lainnya yang sedang difokuskan oleh  Kemenperin adalah program substitusi impor 35% pada tahun 2022. Upaya  strategis ini, kata Agus, untuk mengurangi ketergantungan terhadap  produk impor sekaligus mendorong penguatan struktur industri manufaktur  di dalam negeri.
&amp;ldquo;Strategi ini ditempuh guna merangsang pertumbuhan investasi di  sektor industri substitusi impor dan peningkatan utilitas industri  domestik. Selain itu, kebijakan tersebut juga akan didukung dengan  optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN),&amp;rdquo;  tutur Menperin.</content:encoded></item></channel></rss>
