<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan Infrastruktur Gas di Indonesia Timur Digeber</title><description>Pemerintah akan fokus membangun infrastruktur gas di Indonesia bagian timur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468363/pembangunan-infrastruktur-gas-di-indonesia-timur-digeber</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468363/pembangunan-infrastruktur-gas-di-indonesia-timur-digeber"/><item><title>Pembangunan Infrastruktur Gas di Indonesia Timur Digeber</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468363/pembangunan-infrastruktur-gas-di-indonesia-timur-digeber</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/320/2468363/pembangunan-infrastruktur-gas-di-indonesia-timur-digeber</guid><pubDate>Rabu 08 September 2021 22:10 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/08/320/2468363/pembangunan-infrastruktur-gas-di-indonesia-timur-digeber-f6BmxfM0KN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Infrastruktur gas di Indonesia timur digeber (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/08/320/2468363/pembangunan-infrastruktur-gas-di-indonesia-timur-digeber-f6BmxfM0KN.jpg</image><title>Infrastruktur gas di Indonesia timur digeber (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan fokus membangun infrastruktur gas di Indonesia bagian timur. Pasalnya, potensi gas di wilayah tersebut sangat besar dan bisa dimanfaatkan untuk menunjang ketahanan energi nasional.
&quot;Ke depan, infrastruktur Indonesia timur sangat diperhatikan terutama untuk pemanfaatan gas sebagai pengganti diesel,&quot; kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariaji dilansir dari Antara, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: 3 Proyek Migas Rampung pada Agustus, Nilainya Rp946 Miliar
 
Tutuka mengungkapkan bahwa beberapa daerah yang masih memanfaatkan listrik berbasis mesin diesel akan diubah menjadi listrik ramah lingkungan dengan bantuan gas alam cair (LNG).
Terdapat sekitar 53 proyek infrastruktur gas di Indonesia timur mulai dari pembangunan mini regas, pembangunan pipa transmisi, pembangunan unit penyimpanan, hingga pembangunan kilang.
Kementerian ESDM mencatat potensi cadangan gas nasional mencapai 62,4 triliun kaki kubik (TCF) dengan cadangan terbukti 43,6 TCF yang dapat diproduksikan selama 20 tahun ke depan.
Baca Juga: Lifting Migas Capai 1,6 Juta BOEPD per Juli 2021, 96% dari Target APBN
 
Dari total potensi gas tersebut, sebanyak 85% berada di Indonesia timur, sehingga pembangunan infrastruktur menjadi kunci utama.
Pemerintah telah menyusun skema penyaluran gas yang memungkinkan dari wilayah timur Indonesia kepada konsumen yang berada di wilayah barat.Skema pertama adalah mengubahnya menjadi LNG agar bisa dibawa kapal.  Namun, skema itu tentunya membutuhkan biaya tambahan yang berpotensi  meningkatkan harga produksi.
Skema kedua adalah membangun infrastruktur pipa transmisi distribusi  yang menghubungkan produsen ke konsumen. Namun, pembangunan pipa  transmisi tersebut membutuhkan investasi besar dan kepastian konsumen.
&quot;Kami melakukan skema logistik distribusi di Indonesia bagian timur dan juga transportasi yang tepat,&quot; ungkap Tutuka.
Selain membangun infrastruktur di wilayah timur, pemerintah juga akan  memperpanjang sistem transmisi gas Pulau Jawa dan Pulau Sumatera  melalui pembangunan pipa ruas Cirebon-Semarang (Cisem) dan Dumai-Sei  Mangkei.
Melalui perpanjangan pipa transmisi di kedua pulau tersebut  diharapkan bisa membantu pertumbuhan industri guna meningkatkan  pertumbuhan ekonomi nasional.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan fokus membangun infrastruktur gas di Indonesia bagian timur. Pasalnya, potensi gas di wilayah tersebut sangat besar dan bisa dimanfaatkan untuk menunjang ketahanan energi nasional.
&quot;Ke depan, infrastruktur Indonesia timur sangat diperhatikan terutama untuk pemanfaatan gas sebagai pengganti diesel,&quot; kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariaji dilansir dari Antara, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: 3 Proyek Migas Rampung pada Agustus, Nilainya Rp946 Miliar
 
Tutuka mengungkapkan bahwa beberapa daerah yang masih memanfaatkan listrik berbasis mesin diesel akan diubah menjadi listrik ramah lingkungan dengan bantuan gas alam cair (LNG).
Terdapat sekitar 53 proyek infrastruktur gas di Indonesia timur mulai dari pembangunan mini regas, pembangunan pipa transmisi, pembangunan unit penyimpanan, hingga pembangunan kilang.
Kementerian ESDM mencatat potensi cadangan gas nasional mencapai 62,4 triliun kaki kubik (TCF) dengan cadangan terbukti 43,6 TCF yang dapat diproduksikan selama 20 tahun ke depan.
Baca Juga: Lifting Migas Capai 1,6 Juta BOEPD per Juli 2021, 96% dari Target APBN
 
Dari total potensi gas tersebut, sebanyak 85% berada di Indonesia timur, sehingga pembangunan infrastruktur menjadi kunci utama.
Pemerintah telah menyusun skema penyaluran gas yang memungkinkan dari wilayah timur Indonesia kepada konsumen yang berada di wilayah barat.Skema pertama adalah mengubahnya menjadi LNG agar bisa dibawa kapal.  Namun, skema itu tentunya membutuhkan biaya tambahan yang berpotensi  meningkatkan harga produksi.
Skema kedua adalah membangun infrastruktur pipa transmisi distribusi  yang menghubungkan produsen ke konsumen. Namun, pembangunan pipa  transmisi tersebut membutuhkan investasi besar dan kepastian konsumen.
&quot;Kami melakukan skema logistik distribusi di Indonesia bagian timur dan juga transportasi yang tepat,&quot; ungkap Tutuka.
Selain membangun infrastruktur di wilayah timur, pemerintah juga akan  memperpanjang sistem transmisi gas Pulau Jawa dan Pulau Sumatera  melalui pembangunan pipa ruas Cirebon-Semarang (Cisem) dan Dumai-Sei  Mangkei.
Melalui perpanjangan pipa transmisi di kedua pulau tersebut  diharapkan bisa membantu pertumbuhan industri guna meningkatkan  pertumbuhan ekonomi nasional.</content:encoded></item></channel></rss>
