<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Luhut: 32 Juta UMKM Masuk Pasar Digital pada 2024</title><description>Pemerintah menargetkan sebanyak 32 juta unit Usaha, Mikro, Kecil dan  Menengah (UMKM) bisa masuk dalam sistem pasar digital pada tahun 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/455/2468360/luhut-32-juta-umkm-masuk-pasar-digital-pada-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/455/2468360/luhut-32-juta-umkm-masuk-pasar-digital-pada-2024"/><item><title>Luhut: 32 Juta UMKM Masuk Pasar Digital pada 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/455/2468360/luhut-32-juta-umkm-masuk-pasar-digital-pada-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/08/455/2468360/luhut-32-juta-umkm-masuk-pasar-digital-pada-2024</guid><pubDate>Rabu 08 September 2021 21:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/08/455/2468360/luhut-32-juta-umkm-masuk-pasar-digital-pada-2024-7GvCXQSKch.jpg" expression="full" type="image/jpeg">32 Juta UMKM ditargetkan masuk pasar digital (Foto: Dokumentasi Kemenkomarves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/08/455/2468360/luhut-32-juta-umkm-masuk-pasar-digital-pada-2024-7GvCXQSKch.jpg</image><title>32 Juta UMKM ditargetkan masuk pasar digital (Foto: Dokumentasi Kemenkomarves)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menargetkan sebanyak 32 juta unit Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bisa masuk dalam sistem pasar digital pada tahun 2024.
&amp;ldquo;Kita punya target sampai 2024 itu ada 32 juta UMKM untuk masuk di sistem digital,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dilansir dari Antara, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Bertemu Bankir, Jokowi Ingin Kredit UMKM Naik Jadi 30% pada 2024
 
Memperkuat UMKM untuk masuk onboarding merupakan tujuan dari program Gernas BBI. Selama ini, kata Luhut, semua jajaran baik dari pariwisata, UMKM telah menunjukkan kerja yang cukup bagus dalam memacu percepatan digitalisasi UMKM.
&amp;ldquo;Sekarang saya kira kerja tim, baik dari tim pariwisata maupun UMKM itu sudah berjalan cukup bagus. Saya fikir sudah hampir masuk 15,5 juta (onboarding UMKM), jadi saya kira cukup bagus,&amp;rdquo; kata Luhut.
Baca Juga: OJK: 72% Debitur Restrukturisasi Kredit Adalah UMKM
 
Secara khusus, Luhut meminta agar Aceh memanfaatkan dengan baik segala potensi alam yang ada di daerah Tanah Rencong itu, baik dari sektor pariwisata, kelautan perikanan, perkebunan, serta sektor pengembangan energi.&amp;ldquo;Aceh ini hebat, punya pertanian seperti kopi Gayo dengan luasnya  lebih 50 ribu hektare, super kaya ikan, pariwisata serta energi cukup  banyak, tapi saya titip supaya kita kerja sama bagus,&amp;rdquo; kata Luhut.
&amp;nbsp;Menko Luhut berkunjung ke Aceh dalam rangka peluncuran Gernas BBI  Ragam Aceh mengangkat tema &amp;ldquo;Istimewanya Aroma Kuliner Aceh, Ikan vs  Kopi.
Turut hadir juga Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu  Trenggono, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Anggota DPR RI asal Aceh TA  Khalid, Anggota DPD RI asal Aceh Abdullah Puteh serta Gubernur Bank  Indonesia Perry Warjiyo dan beberapa menteri yang mengikuti secara  virtual.
Gernas BBI Ragam Aceh merupakan rangkaian lanjutan dari program  Gernas BBI yang telah dilakukan sejak 2020 lalu untuk meningkatkan  potensi UMKM Indonesia. Gernas BBI Ragam Aceh mengangkat tema  Istimewanya Aroma Kuliner Aceh Pasar Laut Indonesia.
Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gernas BBI kali ini  memperkenalkan UMKM Unggulan KKP dengan tujuan meningkatkan konsumsi  ikan dan produk UMKM sektor kelautan.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menargetkan sebanyak 32 juta unit Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bisa masuk dalam sistem pasar digital pada tahun 2024.
&amp;ldquo;Kita punya target sampai 2024 itu ada 32 juta UMKM untuk masuk di sistem digital,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dilansir dari Antara, Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Bertemu Bankir, Jokowi Ingin Kredit UMKM Naik Jadi 30% pada 2024
 
Memperkuat UMKM untuk masuk onboarding merupakan tujuan dari program Gernas BBI. Selama ini, kata Luhut, semua jajaran baik dari pariwisata, UMKM telah menunjukkan kerja yang cukup bagus dalam memacu percepatan digitalisasi UMKM.
&amp;ldquo;Sekarang saya kira kerja tim, baik dari tim pariwisata maupun UMKM itu sudah berjalan cukup bagus. Saya fikir sudah hampir masuk 15,5 juta (onboarding UMKM), jadi saya kira cukup bagus,&amp;rdquo; kata Luhut.
Baca Juga: OJK: 72% Debitur Restrukturisasi Kredit Adalah UMKM
 
Secara khusus, Luhut meminta agar Aceh memanfaatkan dengan baik segala potensi alam yang ada di daerah Tanah Rencong itu, baik dari sektor pariwisata, kelautan perikanan, perkebunan, serta sektor pengembangan energi.&amp;ldquo;Aceh ini hebat, punya pertanian seperti kopi Gayo dengan luasnya  lebih 50 ribu hektare, super kaya ikan, pariwisata serta energi cukup  banyak, tapi saya titip supaya kita kerja sama bagus,&amp;rdquo; kata Luhut.
&amp;nbsp;Menko Luhut berkunjung ke Aceh dalam rangka peluncuran Gernas BBI  Ragam Aceh mengangkat tema &amp;ldquo;Istimewanya Aroma Kuliner Aceh, Ikan vs  Kopi.
Turut hadir juga Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu  Trenggono, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Anggota DPR RI asal Aceh TA  Khalid, Anggota DPD RI asal Aceh Abdullah Puteh serta Gubernur Bank  Indonesia Perry Warjiyo dan beberapa menteri yang mengikuti secara  virtual.
Gernas BBI Ragam Aceh merupakan rangkaian lanjutan dari program  Gernas BBI yang telah dilakukan sejak 2020 lalu untuk meningkatkan  potensi UMKM Indonesia. Gernas BBI Ragam Aceh mengangkat tema  Istimewanya Aroma Kuliner Aceh Pasar Laut Indonesia.
Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gernas BBI kali ini  memperkenalkan UMKM Unggulan KKP dengan tujuan meningkatkan konsumsi  ikan dan produk UMKM sektor kelautan.</content:encoded></item></channel></rss>
