<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>23 Perusahaan Masuk Pipeline IPO di BEI, Ada Sektor Teknologi dan EBT   </title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi nama-nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/278/2468499/23-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-di-bei-ada-sektor-teknologi-dan-ebt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/278/2468499/23-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-di-bei-ada-sektor-teknologi-dan-ebt"/><item><title>23 Perusahaan Masuk Pipeline IPO di BEI, Ada Sektor Teknologi dan EBT   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/278/2468499/23-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-di-bei-ada-sektor-teknologi-dan-ebt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/278/2468499/23-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-di-bei-ada-sektor-teknologi-dan-ebt</guid><pubDate>Kamis 09 September 2021 08:35 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/09/278/2468499/23-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-di-bei-ada-sektor-teknologi-dan-ebt-qrs045FObt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">23 Perusahaan Masuk Pipeline IPO di BEI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/09/278/2468499/23-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-di-bei-ada-sektor-teknologi-dan-ebt-qrs045FObt.jpg</image><title>23 Perusahaan Masuk Pipeline IPO di BEI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi nama-nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham di Bursa. Per 8 September 2021, terdapat 23 perusahaan yang terdapat dalam pipeline IPO BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sampai dengan 8 September 2021, telah tercatat 749 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia, dan  terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.

&quot;Dari 23 perusahaan terdapat satu perusahaan di sektor teknologi dan satu perusahaan di sektor energi dengan bidang usaha renewable energy atau energi terbarukan,&quot; ujar Nyoman dalam keterangan tertulis dikutip, Jakarta, Kamis (9/7/2021).

Nyoman menambahkan, Bursa senantiasa mendukung semua sektor untuk dapat meutilisasi ekistensi pasar modal untuk dapat bertumbuh.

&quot;Khususnya perusahaan yang memanfaatkan teknologi untuk meng-create inovasi dan juga renewable energy,&quot; kata dia.

Dari sisi sektor 23 perusahaan tersebut cukup beragam, terdiri dari 7 perusahaan sektor consumer cyclicals, 4 perusahaan di sektor consumer non cyclicals, 3 perusahaan di sektor industrial.

Untuk sektor energi, dan financial masing-masing ada 2 perusahaan, dan sektor teknologi, transportation &amp;amp; logistic, basic materials, properties &amp;amp; real rstate, serta infrastructures masing-masing sebanyak 1 perusahaan.

Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline saham merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:
&amp;bull; 4 Perusahaan aset skala kecil. (aset dibawah Rp50 miliar)
&amp;bull; 7 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 miliar -Rp250 miliar)
&amp;bull; 12 Perusahaan aset skala besar. (aset di atas Rp250 miliar)
</description><content:encoded>JAKARTA -  Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi nama-nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham di Bursa. Per 8 September 2021, terdapat 23 perusahaan yang terdapat dalam pipeline IPO BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sampai dengan 8 September 2021, telah tercatat 749 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia, dan  terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.

&quot;Dari 23 perusahaan terdapat satu perusahaan di sektor teknologi dan satu perusahaan di sektor energi dengan bidang usaha renewable energy atau energi terbarukan,&quot; ujar Nyoman dalam keterangan tertulis dikutip, Jakarta, Kamis (9/7/2021).

Nyoman menambahkan, Bursa senantiasa mendukung semua sektor untuk dapat meutilisasi ekistensi pasar modal untuk dapat bertumbuh.

&quot;Khususnya perusahaan yang memanfaatkan teknologi untuk meng-create inovasi dan juga renewable energy,&quot; kata dia.

Dari sisi sektor 23 perusahaan tersebut cukup beragam, terdiri dari 7 perusahaan sektor consumer cyclicals, 4 perusahaan di sektor consumer non cyclicals, 3 perusahaan di sektor industrial.

Untuk sektor energi, dan financial masing-masing ada 2 perusahaan, dan sektor teknologi, transportation &amp;amp; logistic, basic materials, properties &amp;amp; real rstate, serta infrastructures masing-masing sebanyak 1 perusahaan.

Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline saham merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:
&amp;bull; 4 Perusahaan aset skala kecil. (aset dibawah Rp50 miliar)
&amp;bull; 7 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 miliar -Rp250 miliar)
&amp;bull; 12 Perusahaan aset skala besar. (aset di atas Rp250 miliar)
</content:encoded></item></channel></rss>
