<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Belum Cukup, Hutama Karya Ajukan Tambahan PMN Rp19 Triliun di 2021</title><description>PT Hutama Karya (Persero) mengajukan tambahan penyertaan modal negara (PMN) 2021 sebesar Rp19 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/278/2468573/masih-belum-cukup-hutama-karya-ajukan-tambahan-pmn-rp19-triliun-di-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/278/2468573/masih-belum-cukup-hutama-karya-ajukan-tambahan-pmn-rp19-triliun-di-2021"/><item><title>Masih Belum Cukup, Hutama Karya Ajukan Tambahan PMN Rp19 Triliun di 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/278/2468573/masih-belum-cukup-hutama-karya-ajukan-tambahan-pmn-rp19-triliun-di-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/278/2468573/masih-belum-cukup-hutama-karya-ajukan-tambahan-pmn-rp19-triliun-di-2021</guid><pubDate>Kamis 09 September 2021 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/09/278/2468573/masih-belum-cukup-hutama-karya-ajukan-tambahan-pmn-rp19-triliun-di-2021-BcrwIx790h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hutama Karya ajukan tambahan PMN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/09/278/2468573/masih-belum-cukup-hutama-karya-ajukan-tambahan-pmn-rp19-triliun-di-2021-BcrwIx790h.jpg</image><title>Hutama Karya ajukan tambahan PMN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mengajukan tambahan penyertaan modal negara (PMN) 2021 sebesar Rp19 triliun. Usulan PMN tambahan dinilai penting untuk mengakselerasi pembangunan sejumlah ruas jalan tol Trans Sumatera (JTTS). Padahal, pemerintah melalui Kementerian Keuangan sudah menggelontorkan PMN 2021 kepada perseroan sebesar Rp6,2 triliun.
Baca Juga: Hutama Karya Pakai PMN Rp6,2 Triliun Danai 3 Ruas Tol Trans Sumatera
 
Namun begitu, pencairan tahap pertama tersebut dipandang kurang untuk mendukung operasional perusahaan untuk mempercepat pembangunan sejumlah ruas tol. Karenanya, usulan PMN 2021 sebesar Rp19 triliun masuk dalam tahap dua dan tiga.
&quot;Pemerintah juga mendukung PMN tambahan sebesar Rp19 triliun hingga akhir 2021. Dukungan tambahan anggaran ini termasuk untuk mempercepat penyelesaianan beberapa ruas tol utama,&quot; ujar Kartika dalam Webinar, Kamis (9/9/2021).
Baca Juga: Hutama Karya Minta PMN Rp31,3 Triliun di 2022, Ini Rinciannya
 
Adapun penyelesaian pembagunan JTTS yang menjadi fokus HK diantaranya, ruas Medan &amp;ndash; Binjai, ruas Pekanbaru &amp;ndash; Dumai, ruas Binjai &amp;ndash; Langsa seksi Binjai &amp;ndash; Pangkalan Brandan, ruas Kuala Tanjung &amp;ndash; Tebing Tinggi &amp;ndash; Parapat, ruas Sp. Indralaya &amp;ndash; Muara Enim, ruas Kisaran &amp;ndash; Indrapura, ruas Sigli &amp;ndash; Banda Aceh dan ruas Pekanbaru &amp;ndash; Pangkalan.
BUMN di sektor konstruksi itu juga tercatat mengajukan PMN Tahun Anggaran 2022 senilai Rp31,35 triliun dalam bentuk tunai. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk ruas Pekanbaru &amp;ndash; Dumai senilai Rp293 miliar, Binjai &amp;ndash; Langsa sebesar Rp3,58 triliun, Sp. Indralaya &amp;ndash; Muara Enim Rpsebanyak 7,18 triliun, Kisaran &amp;ndash; Indrapura sebesar Rp2,42 triliun.Selanjutnya, ruas Kuala Tanjung &amp;ndash; Tebing Tinggi &amp;ndash; Parapat senilai  Rp5,05 triliun, Bengkulu &amp;ndash; Taba Penanjung sebesar Rp1,23 triliun, Sigli &amp;ndash;  Banda Aceh sebanyak Rp6,37 triliun dan Pekanbaru &amp;ndash; Pangkalan senilai  Rp5,20 triliun.
Pembangunan mega proyek di Sumatera pun dipandang mampu  mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Setidaknya, dibutuhkan  dukungan infrastruktur nasional sebagai katalisatornya.
&quot;Karena itu, pembangunan jalan tol Trans Sumatera dijadikan sebagai  salah satu proyek prioritas untuk meningkatkan konektivitas di daerah  Sumatera,&quot; ungkap Tiko sapaan akrab Kartika.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) mengajukan tambahan penyertaan modal negara (PMN) 2021 sebesar Rp19 triliun. Usulan PMN tambahan dinilai penting untuk mengakselerasi pembangunan sejumlah ruas jalan tol Trans Sumatera (JTTS). Padahal, pemerintah melalui Kementerian Keuangan sudah menggelontorkan PMN 2021 kepada perseroan sebesar Rp6,2 triliun.
Baca Juga: Hutama Karya Pakai PMN Rp6,2 Triliun Danai 3 Ruas Tol Trans Sumatera
 
Namun begitu, pencairan tahap pertama tersebut dipandang kurang untuk mendukung operasional perusahaan untuk mempercepat pembangunan sejumlah ruas tol. Karenanya, usulan PMN 2021 sebesar Rp19 triliun masuk dalam tahap dua dan tiga.
&quot;Pemerintah juga mendukung PMN tambahan sebesar Rp19 triliun hingga akhir 2021. Dukungan tambahan anggaran ini termasuk untuk mempercepat penyelesaianan beberapa ruas tol utama,&quot; ujar Kartika dalam Webinar, Kamis (9/9/2021).
Baca Juga: Hutama Karya Minta PMN Rp31,3 Triliun di 2022, Ini Rinciannya
 
Adapun penyelesaian pembagunan JTTS yang menjadi fokus HK diantaranya, ruas Medan &amp;ndash; Binjai, ruas Pekanbaru &amp;ndash; Dumai, ruas Binjai &amp;ndash; Langsa seksi Binjai &amp;ndash; Pangkalan Brandan, ruas Kuala Tanjung &amp;ndash; Tebing Tinggi &amp;ndash; Parapat, ruas Sp. Indralaya &amp;ndash; Muara Enim, ruas Kisaran &amp;ndash; Indrapura, ruas Sigli &amp;ndash; Banda Aceh dan ruas Pekanbaru &amp;ndash; Pangkalan.
BUMN di sektor konstruksi itu juga tercatat mengajukan PMN Tahun Anggaran 2022 senilai Rp31,35 triliun dalam bentuk tunai. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk ruas Pekanbaru &amp;ndash; Dumai senilai Rp293 miliar, Binjai &amp;ndash; Langsa sebesar Rp3,58 triliun, Sp. Indralaya &amp;ndash; Muara Enim Rpsebanyak 7,18 triliun, Kisaran &amp;ndash; Indrapura sebesar Rp2,42 triliun.Selanjutnya, ruas Kuala Tanjung &amp;ndash; Tebing Tinggi &amp;ndash; Parapat senilai  Rp5,05 triliun, Bengkulu &amp;ndash; Taba Penanjung sebesar Rp1,23 triliun, Sigli &amp;ndash;  Banda Aceh sebanyak Rp6,37 triliun dan Pekanbaru &amp;ndash; Pangkalan senilai  Rp5,20 triliun.
Pembangunan mega proyek di Sumatera pun dipandang mampu  mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Setidaknya, dibutuhkan  dukungan infrastruktur nasional sebagai katalisatornya.
&quot;Karena itu, pembangunan jalan tol Trans Sumatera dijadikan sebagai  salah satu proyek prioritas untuk meningkatkan konektivitas di daerah  Sumatera,&quot; ungkap Tiko sapaan akrab Kartika.</content:encoded></item></channel></rss>
