<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tol Trans Sumatera Beri Efek Ekonomi Luar Biasa</title><description>Proyek Jalan Tol Trans Sumatera dapat memicu efek berganda luar biasa terhadap perekonomian nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/320/2468715/tol-trans-sumatera-beri-efek-ekonomi-luar-biasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/320/2468715/tol-trans-sumatera-beri-efek-ekonomi-luar-biasa"/><item><title>Tol Trans Sumatera Beri Efek Ekonomi Luar Biasa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/320/2468715/tol-trans-sumatera-beri-efek-ekonomi-luar-biasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/09/320/2468715/tol-trans-sumatera-beri-efek-ekonomi-luar-biasa</guid><pubDate>Kamis 09 September 2021 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/09/320/2468715/tol-trans-sumatera-beri-efek-ekonomi-luar-biasa-w73zbWwBC1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan jalan tol trans sumatera beri dampak ekonomi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/09/320/2468715/tol-trans-sumatera-beri-efek-ekonomi-luar-biasa-w73zbWwBC1.jpg</image><title>Pembangunan jalan tol trans sumatera beri dampak ekonomi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Proyek Jalan Tol Trans Sumatera dapat memicu efek berganda luar biasa terhadap perekonomian nasional. Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan proyek Jalan Tol Trans Sumatera akan memberikan efek berganda atau multiplier effect sebesar 1,7 kali terhadap perekonomian nasional.
&quot;Kami meyakini kinerja Tol Trans Sumatera dapat meningkatkan pendapatan domestik regional bruto sebesar 2,2% serta berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja daerah sebanyak 471 ribu tenaga kerja,&quot; ujar Wamen BUMN yang akrab disapa Tiko dilansir dari Antara, Kamis (9/9/2021).
Baca Juga: Tol Manado-Bitung Seksi 2 Beroperasi Desember 2021
 
Tiko juga menambahkan, selain itu dengan adanya jalan tol tersebut maka dapat mengoptimalkan pariwisata dan menumbuhkan kawasan-kawasan industri baru maupun kawasan permukiman baru yang dapat memanfaatkan potensi ekonomi masyarakat lokal.
&quot;Saya mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan penyelesaian penugasan ini, dan kami optimistis Hutama Karya dapat berperan serta menjalankan fungsi sebagai agen pembangunan pemerintah dan juga menjaga kondisi keuangan agar berkelanjutan,&quot; katanya.
Baca Juga: 4 Fakta Bayar Tol Tanpa Berhenti Dimulai September 2022
Sebelumnya PT Hutama Karya (Persero) memastikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera semakin progresif setelah menerima penyertaan modal negara (PMN) Tahap I Tahun Anggaran 2021 senilai Rp6,2 triliun.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo menyampaikan bahwa PMN yang telah diterima perusahaan akan digunakan untuk pembangunan tiga ruas Tol Trans Sumatera.Sesuai yang terdapat di dalam APBN tahun 2021, PMN sebesar Rp6,2  triliun akan dialokasikan untuk percepatan pembangunan tol ruas Sigli &amp;ndash;  Banda Aceh sebesar Rp3,09 triliun, ruas Lubuk Linggau &amp;ndash; Curup &amp;ndash; Bengkulu  sebesar Rp2,70 triliun dan ruas Kuala Tanjung &amp;ndash; Tebing Tinggi &amp;ndash; Parapat  sebesar Rp414 miliar.
Dia juga menambahkan bahwa selain menerima PMN tahap 1, saat ini  perusahaan juga tengah mengusulkan penambahan PMN 2021 Tahap II dan III  sebesar Rp19 triliun yang akan digunakan untuk mengoptimalkan  pembangunan di 8 ruas JTTS diantaranya ruas Medan &amp;ndash; Binjai, ruas  Pekanbaru &amp;ndash; Dumai, ruas Binjai &amp;ndash; Langsa seksi Binjai &amp;ndash; Pangkalan  Brandan, ruas Kuala Tanjung &amp;ndash; Tebing Tinggi &amp;ndash; Parapat, ruas Sp.  Indralaya &amp;ndash; Muara Enim, ruas Kisaran &amp;ndash; Indrapura, ruas Sigli &amp;ndash; Banda  Aceh dan ruas Pekanbaru &amp;ndash; Pangkalan.</description><content:encoded>JAKARTA - Proyek Jalan Tol Trans Sumatera dapat memicu efek berganda luar biasa terhadap perekonomian nasional. Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan proyek Jalan Tol Trans Sumatera akan memberikan efek berganda atau multiplier effect sebesar 1,7 kali terhadap perekonomian nasional.
&quot;Kami meyakini kinerja Tol Trans Sumatera dapat meningkatkan pendapatan domestik regional bruto sebesar 2,2% serta berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja daerah sebanyak 471 ribu tenaga kerja,&quot; ujar Wamen BUMN yang akrab disapa Tiko dilansir dari Antara, Kamis (9/9/2021).
Baca Juga: Tol Manado-Bitung Seksi 2 Beroperasi Desember 2021
 
Tiko juga menambahkan, selain itu dengan adanya jalan tol tersebut maka dapat mengoptimalkan pariwisata dan menumbuhkan kawasan-kawasan industri baru maupun kawasan permukiman baru yang dapat memanfaatkan potensi ekonomi masyarakat lokal.
&quot;Saya mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk percepatan penyelesaian penugasan ini, dan kami optimistis Hutama Karya dapat berperan serta menjalankan fungsi sebagai agen pembangunan pemerintah dan juga menjaga kondisi keuangan agar berkelanjutan,&quot; katanya.
Baca Juga: 4 Fakta Bayar Tol Tanpa Berhenti Dimulai September 2022
Sebelumnya PT Hutama Karya (Persero) memastikan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera semakin progresif setelah menerima penyertaan modal negara (PMN) Tahap I Tahun Anggaran 2021 senilai Rp6,2 triliun.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo menyampaikan bahwa PMN yang telah diterima perusahaan akan digunakan untuk pembangunan tiga ruas Tol Trans Sumatera.Sesuai yang terdapat di dalam APBN tahun 2021, PMN sebesar Rp6,2  triliun akan dialokasikan untuk percepatan pembangunan tol ruas Sigli &amp;ndash;  Banda Aceh sebesar Rp3,09 triliun, ruas Lubuk Linggau &amp;ndash; Curup &amp;ndash; Bengkulu  sebesar Rp2,70 triliun dan ruas Kuala Tanjung &amp;ndash; Tebing Tinggi &amp;ndash; Parapat  sebesar Rp414 miliar.
Dia juga menambahkan bahwa selain menerima PMN tahap 1, saat ini  perusahaan juga tengah mengusulkan penambahan PMN 2021 Tahap II dan III  sebesar Rp19 triliun yang akan digunakan untuk mengoptimalkan  pembangunan di 8 ruas JTTS diantaranya ruas Medan &amp;ndash; Binjai, ruas  Pekanbaru &amp;ndash; Dumai, ruas Binjai &amp;ndash; Langsa seksi Binjai &amp;ndash; Pangkalan  Brandan, ruas Kuala Tanjung &amp;ndash; Tebing Tinggi &amp;ndash; Parapat, ruas Sp.  Indralaya &amp;ndash; Muara Enim, ruas Kisaran &amp;ndash; Indrapura, ruas Sigli &amp;ndash; Banda  Aceh dan ruas Pekanbaru &amp;ndash; Pangkalan.</content:encoded></item></channel></rss>
