<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Sampoerna (HMSP) Minta Sri Mulyani Tinjau Rencana Kenaikan Tarif Cukai Rokok 2022</title><description>PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) meminta pemerintah mempertimbangkan kembali kenaikan tarif cukai pada 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/10/278/2469220/bos-sampoerna-hmsp-minta-sri-mulyani-tinjau-rencana-kenaikan-tarif-cukai-rokok-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/10/278/2469220/bos-sampoerna-hmsp-minta-sri-mulyani-tinjau-rencana-kenaikan-tarif-cukai-rokok-2022"/><item><title>Bos Sampoerna (HMSP) Minta Sri Mulyani Tinjau Rencana Kenaikan Tarif Cukai Rokok 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/10/278/2469220/bos-sampoerna-hmsp-minta-sri-mulyani-tinjau-rencana-kenaikan-tarif-cukai-rokok-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/10/278/2469220/bos-sampoerna-hmsp-minta-sri-mulyani-tinjau-rencana-kenaikan-tarif-cukai-rokok-2022</guid><pubDate>Jum'at 10 September 2021 12:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/10/278/2469220/bos-sampoerna-hmsp-minta-sri-mulyani-tinjau-rencana-kenaikan-tarif-cukai-rokok-2022-w6p2kHr4AI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">HM Sampoerna minta kaji ulang tarif cukai 2022 (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/10/278/2469220/bos-sampoerna-hmsp-minta-sri-mulyani-tinjau-rencana-kenaikan-tarif-cukai-rokok-2022-w6p2kHr4AI.jpg</image><title>HM Sampoerna minta kaji ulang tarif cukai 2022 (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) meminta pemerintah mempertimbangkan kembali kenaikan tarif cukai pada 2022. HMSP menilai semenjak pandemi, kinerja industri hasil tembakau (IHT) dilaporkan merosot hampir 10% selama 2020.
&amp;ldquo;Kinerja IHT di tahun 2021, setelah mengalami penurunan hampir 10% pada tahun 2020, masih sangat dipengaruhi oleh dampak negatif pandemi Covid-19,&quot; kata Presiden Direktur HMSP Mindaugas Trumpaitis , dalam Public Expose Live 2021, secara virtual, Kamis, (9/9/2021).
Baca Juga: Jangan Kaget! Plastik dan Minuman Manis Bakal Kena Cukai Tahun Depan 
 
Bos produsen rokok Sampoerna ini memandang imbas kenaikan cukai hingga dua digit selama dua tahun terakhir memberi dampak negatif ke perseroan.
Dirinya menyatakan bahwa penerapan kebijakan cukai pada 2022 'krusial' bagi keberlangsungan usaha dan penyerapan tenaga kerja di sektor tembakau.
Baca Juga: Kejar Target Penerimaan Cukai Rp203,9 Triliun di 2022, Caranya? 
 
&quot;Oleh karena itu, Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali secara hati-hati rencana kenaikan tarif cukai 2022 untuk mendukung pemulihan IHT dari krisis sehingga turut berperan dalam pemulihan ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja,&amp;ldquo; tutur Mindaugas.
Seperti diketahui, kenaikan cukai dalam beberapa tahun terakhir memberi dampak keuangan HMSP. Adapun laba kotor perusahaan turun 9,3% dibandingkan periode tahun sebelumnya.Persentase tersebut mendorong laba bersih perseroan anjlok 15,4% menjadi Rp4,1 triliun selama enam bulan pertama 2021.
Kendati demikian, konsumsi masyarakat produk HMSP masih cukup  signifikan. Itu terbukti dari capaian penjualan bersih HMSP meningkat  6,5% sebesar Rp47,6 triliun.
&amp;ldquo;Penurunan mobilitas dan ekonomi masyarakat yang cenderung negatif,  secara keseluruhan berdampak langsung pada kondisi finansial perusahaan  dan kontribusi pajak. Terlepas dari berbagai tantangan yang ada,  Sampoerna terus berupaya menjaga stabilitas bisnis dengan terus  berkomitmen memperkuat inovasi dan strategi investasi, termasuk pada  portofolio Sigaret Kretek Tangan (SKT),&amp;rdquo; terang Mindaugas.
Perseroan mencatat ada penurunan tren perdagangan (downtrading) di  mana perokok dewasa telah beralih ke produk dengan cukai dan harga yang  murah.
&quot;Kinerja pangsa pasar Sampoerna pada semester 1 2021 mengalami  penurunan sebesar 1,3 persen basis poin menjadi 28,0%. Namun demikian,  Sampoerna A, produk utama perusahaan, serta portofolio SKT mencatatkan  kenaikan pangsa pasar sebesar 0,5 persen basis poin menjadi 12,5% dan  0,3 persen basis poin menjadi 7,0% pada semester 1 2021,&quot; tertulis dalam  laporan data keuangan perseroan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) meminta pemerintah mempertimbangkan kembali kenaikan tarif cukai pada 2022. HMSP menilai semenjak pandemi, kinerja industri hasil tembakau (IHT) dilaporkan merosot hampir 10% selama 2020.
&amp;ldquo;Kinerja IHT di tahun 2021, setelah mengalami penurunan hampir 10% pada tahun 2020, masih sangat dipengaruhi oleh dampak negatif pandemi Covid-19,&quot; kata Presiden Direktur HMSP Mindaugas Trumpaitis , dalam Public Expose Live 2021, secara virtual, Kamis, (9/9/2021).
Baca Juga: Jangan Kaget! Plastik dan Minuman Manis Bakal Kena Cukai Tahun Depan 
 
Bos produsen rokok Sampoerna ini memandang imbas kenaikan cukai hingga dua digit selama dua tahun terakhir memberi dampak negatif ke perseroan.
Dirinya menyatakan bahwa penerapan kebijakan cukai pada 2022 'krusial' bagi keberlangsungan usaha dan penyerapan tenaga kerja di sektor tembakau.
Baca Juga: Kejar Target Penerimaan Cukai Rp203,9 Triliun di 2022, Caranya? 
 
&quot;Oleh karena itu, Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali secara hati-hati rencana kenaikan tarif cukai 2022 untuk mendukung pemulihan IHT dari krisis sehingga turut berperan dalam pemulihan ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja,&amp;ldquo; tutur Mindaugas.
Seperti diketahui, kenaikan cukai dalam beberapa tahun terakhir memberi dampak keuangan HMSP. Adapun laba kotor perusahaan turun 9,3% dibandingkan periode tahun sebelumnya.Persentase tersebut mendorong laba bersih perseroan anjlok 15,4% menjadi Rp4,1 triliun selama enam bulan pertama 2021.
Kendati demikian, konsumsi masyarakat produk HMSP masih cukup  signifikan. Itu terbukti dari capaian penjualan bersih HMSP meningkat  6,5% sebesar Rp47,6 triliun.
&amp;ldquo;Penurunan mobilitas dan ekonomi masyarakat yang cenderung negatif,  secara keseluruhan berdampak langsung pada kondisi finansial perusahaan  dan kontribusi pajak. Terlepas dari berbagai tantangan yang ada,  Sampoerna terus berupaya menjaga stabilitas bisnis dengan terus  berkomitmen memperkuat inovasi dan strategi investasi, termasuk pada  portofolio Sigaret Kretek Tangan (SKT),&amp;rdquo; terang Mindaugas.
Perseroan mencatat ada penurunan tren perdagangan (downtrading) di  mana perokok dewasa telah beralih ke produk dengan cukai dan harga yang  murah.
&quot;Kinerja pangsa pasar Sampoerna pada semester 1 2021 mengalami  penurunan sebesar 1,3 persen basis poin menjadi 28,0%. Namun demikian,  Sampoerna A, produk utama perusahaan, serta portofolio SKT mencatatkan  kenaikan pangsa pasar sebesar 0,5 persen basis poin menjadi 12,5% dan  0,3 persen basis poin menjadi 7,0% pada semester 1 2021,&quot; tertulis dalam  laporan data keuangan perseroan.</content:encoded></item></channel></rss>
