<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantap! 19 KEK Diguyur Investasi Rp92,3 Triliun</title><description>Komitmen investasi di 19 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp92,3 triliun sampai Juli 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/13/320/2470634/mantap-19-kek-diguyur-investasi-rp92-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/13/320/2470634/mantap-19-kek-diguyur-investasi-rp92-3-triliun"/><item><title>Mantap! 19 KEK Diguyur Investasi Rp92,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/13/320/2470634/mantap-19-kek-diguyur-investasi-rp92-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/13/320/2470634/mantap-19-kek-diguyur-investasi-rp92-3-triliun</guid><pubDate>Senin 13 September 2021 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/13/320/2470634/mantap-19-kek-diguyur-investasi-rp92-3-triliun-lMELif5ZFt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto paparkan realisasi investasi KEK (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/13/320/2470634/mantap-19-kek-diguyur-investasi-rp92-3-triliun-lMELif5ZFt.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto paparkan realisasi investasi KEK (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA - Komitmen investasi di 19 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp92,3 triliun sampai Juli 2021. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan investasi yang telah terealisasi sebesar Rp32,76 triliun.
Baca Juga: Pemerintah Serahkan PP KEK MNC Lido, Potensi Investasi Capai Rp32 Triliun
 
&amp;ldquo;Hingga Juli ini telah terdapat 166 pengusaha ataupun investor yang telah menanamkan modal di KEK dan menciptakan lapangan kerja untuk 26.741 orang secara langsung,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga dalam webinar KEK dilansir dari Antara, Senin (13/9/2021).
Di samping itu, kata dia, sejak Januari sampai Juli 2021, ekspor dari KEK telah mencapai nilai Rp3,66 triliun.
Baca Juga: Banggakan KEK MNC Lido City, Ridwan Kamil Sebut Ada Potensi Perputaran Uang Rp50 Triliun
 
Sementara itu, hingga Agustus 2021 sebanyak 129 badan usaha telah mendaftarkan profil mereka ke dalam sistem aplikasi khusus di KEK untuk mendapatkan fasilitas khusus setelah beroperasi di sana.
Fasilitas tersebut antara lain pembebasan Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Pembelian atas Barang Mewah (PPnBM), bea masuk, pajak impor, dan cukai.
&amp;ldquo;Sampai Agustus 2021, terdapat 11 dokumen pengajuan master list  dengan nilai Rp740 miliar dan terdapat 65 dokumen pengajuan  pemberitahuan jasa KEK dengan nilai transaksi Rp1,21 triliun,&amp;rdquo; ujar  Menko Airlangga.
Ia mengatakan berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah tidak  menjadi satu-satunya pendorong daya saing KEK. Karena itu, pemerintah  juga terus meningkatkan produksi produk berorientasi ekspor yang  terhubung dengan rantai pasok global agar investor tertarik menanamkan  modal di KEK.
&amp;ldquo;Dan tentu kita harus melakukan otomatisasi dengan pengembangan  Industri 4.0 untuk meningkatkan produktivitas di berbagai industri,&amp;rdquo;  ujar Menko Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Komitmen investasi di 19 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp92,3 triliun sampai Juli 2021. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan investasi yang telah terealisasi sebesar Rp32,76 triliun.
Baca Juga: Pemerintah Serahkan PP KEK MNC Lido, Potensi Investasi Capai Rp32 Triliun
 
&amp;ldquo;Hingga Juli ini telah terdapat 166 pengusaha ataupun investor yang telah menanamkan modal di KEK dan menciptakan lapangan kerja untuk 26.741 orang secara langsung,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga dalam webinar KEK dilansir dari Antara, Senin (13/9/2021).
Di samping itu, kata dia, sejak Januari sampai Juli 2021, ekspor dari KEK telah mencapai nilai Rp3,66 triliun.
Baca Juga: Banggakan KEK MNC Lido City, Ridwan Kamil Sebut Ada Potensi Perputaran Uang Rp50 Triliun
 
Sementara itu, hingga Agustus 2021 sebanyak 129 badan usaha telah mendaftarkan profil mereka ke dalam sistem aplikasi khusus di KEK untuk mendapatkan fasilitas khusus setelah beroperasi di sana.
Fasilitas tersebut antara lain pembebasan Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Pembelian atas Barang Mewah (PPnBM), bea masuk, pajak impor, dan cukai.
&amp;ldquo;Sampai Agustus 2021, terdapat 11 dokumen pengajuan master list  dengan nilai Rp740 miliar dan terdapat 65 dokumen pengajuan  pemberitahuan jasa KEK dengan nilai transaksi Rp1,21 triliun,&amp;rdquo; ujar  Menko Airlangga.
Ia mengatakan berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah tidak  menjadi satu-satunya pendorong daya saing KEK. Karena itu, pemerintah  juga terus meningkatkan produksi produk berorientasi ekspor yang  terhubung dengan rantai pasok global agar investor tertarik menanamkan  modal di KEK.
&amp;ldquo;Dan tentu kita harus melakukan otomatisasi dengan pengembangan  Industri 4.0 untuk meningkatkan produktivitas di berbagai industri,&amp;rdquo;  ujar Menko Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
