<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pergerakan IHSG Dibayangi Isu Pajak Sembako hingga Sekolah</title><description>Dua sentimen membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/278/2470863/pergerakan-ihsg-dibayangi-isu-pajak-sembako-hingga-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/278/2470863/pergerakan-ihsg-dibayangi-isu-pajak-sembako-hingga-sekolah"/><item><title>Pergerakan IHSG Dibayangi Isu Pajak Sembako hingga Sekolah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/278/2470863/pergerakan-ihsg-dibayangi-isu-pajak-sembako-hingga-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/278/2470863/pergerakan-ihsg-dibayangi-isu-pajak-sembako-hingga-sekolah</guid><pubDate>Selasa 14 September 2021 06:51 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/14/278/2470863/pergerakan-ihsg-dibayangi-isu-pajak-sembako-hingga-sekolah-KOz2Dh3wsx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/14/278/2470863/pergerakan-ihsg-dibayangi-isu-pajak-sembako-hingga-sekolah-KOz2Dh3wsx.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Dua sentimen membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup berada di zona merah, melemah -6,7 poin (-0,11%) di level 6.088,1.
Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengungkapkan pelemahan indeks merupakan imbas dari penutupan bursa saham global sejak Jumat (10/9) lalu.
Baca Juga: IHSG Melemah Seharian, Ditutup Lesu ke Level 6.088
 
Tak hanya itu, rencana pemerintah untuk menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap sembako, jasa pendidikan, dan kesehatan turut menjadi sentimen dalam negeri.
&quot;Adanya imbas dari penutupan bursa saham global di Jumat kemarin yang mengalami penurunan hingga sentimen dari dalam negeri di mana ada rencana pemerintah untuk menaikan PPN,&quot; tuturnya saat dihubungi MNC Portal, Selasa (14/9/2021).
Baca Juga: IHSG Masih Punya Peluang Menguat pada Pekan Ini
 
Reza memandang dua hal utama tersebut memicu investor untuk tidak masuk ke pasar dalam jangka waktu sementara.
&quot;(Ini) membuat pelaku pasar cenderung stay away dari pasar,&quot; ungkapnya.
Analisa Reza cukup kuat dibuktikan dengan transaksi pada Senin  kemarin, mencapai Rp9,2 triliun, turun dari pekan lalu yang biasanya  berada di angka Rp11-12 triliunan.
Di sisi lain, pelemahan indeks pada awal pekan, yang meninggalkan level 6100an, menurut pengamat terbilang masih wajar.
&quot;Koreksi hari ini (Senin) di 6.088 masih berada di atas level support  di level 6.043. Artinya ini masih koreksi wajar, karena aksi profit  taking,&quot; kata Senior Research Analyst Infovesta Kapital, Praska  Putrantyo, dalam 2nd Session Closing, Senin (13/9).
Praska melihat pergerakan IHSG masih fluktuatif mengingat aksi jual investor asing yang menembus Rp140,78 miliar.
Kepada investor, Praska merekomendasikan untuk mencermati sejumlah  emiten big-caps dari sektor perbankan, pertambangan, hingga  properti-real estat dengan strategi buy on weakness.
Seperti diketahui, valuasi sepekan menunjukan indeks melemah  (-0,63%), dan masih memerah dalam  sebulan (-0,84%). Namun, pergerakan  IHSG secara year to date masih bertengger di range positif (1,82%).</description><content:encoded>JAKARTA - Dua sentimen membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup berada di zona merah, melemah -6,7 poin (-0,11%) di level 6.088,1.
Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengungkapkan pelemahan indeks merupakan imbas dari penutupan bursa saham global sejak Jumat (10/9) lalu.
Baca Juga: IHSG Melemah Seharian, Ditutup Lesu ke Level 6.088
 
Tak hanya itu, rencana pemerintah untuk menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap sembako, jasa pendidikan, dan kesehatan turut menjadi sentimen dalam negeri.
&quot;Adanya imbas dari penutupan bursa saham global di Jumat kemarin yang mengalami penurunan hingga sentimen dari dalam negeri di mana ada rencana pemerintah untuk menaikan PPN,&quot; tuturnya saat dihubungi MNC Portal, Selasa (14/9/2021).
Baca Juga: IHSG Masih Punya Peluang Menguat pada Pekan Ini
 
Reza memandang dua hal utama tersebut memicu investor untuk tidak masuk ke pasar dalam jangka waktu sementara.
&quot;(Ini) membuat pelaku pasar cenderung stay away dari pasar,&quot; ungkapnya.
Analisa Reza cukup kuat dibuktikan dengan transaksi pada Senin  kemarin, mencapai Rp9,2 triliun, turun dari pekan lalu yang biasanya  berada di angka Rp11-12 triliunan.
Di sisi lain, pelemahan indeks pada awal pekan, yang meninggalkan level 6100an, menurut pengamat terbilang masih wajar.
&quot;Koreksi hari ini (Senin) di 6.088 masih berada di atas level support  di level 6.043. Artinya ini masih koreksi wajar, karena aksi profit  taking,&quot; kata Senior Research Analyst Infovesta Kapital, Praska  Putrantyo, dalam 2nd Session Closing, Senin (13/9).
Praska melihat pergerakan IHSG masih fluktuatif mengingat aksi jual investor asing yang menembus Rp140,78 miliar.
Kepada investor, Praska merekomendasikan untuk mencermati sejumlah  emiten big-caps dari sektor perbankan, pertambangan, hingga  properti-real estat dengan strategi buy on weakness.
Seperti diketahui, valuasi sepekan menunjukan indeks melemah  (-0,63%), dan masih memerah dalam  sebulan (-0,84%). Namun, pergerakan  IHSG secara year to date masih bertengger di range positif (1,82%).</content:encoded></item></channel></rss>
