<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Gembok Saham DUCK, Ini Penyebabnya</title><description>BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan efek bersifat ekuitas PT Jaya Bersama Indonesia Tbk (DUCK).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/278/2471079/bei-gembok-saham-duck-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/278/2471079/bei-gembok-saham-duck-ini-penyebabnya"/><item><title>BEI Gembok Saham DUCK, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/278/2471079/bei-gembok-saham-duck-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/278/2471079/bei-gembok-saham-duck-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Selasa 14 September 2021 13:27 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/14/278/2471079/bei-gembok-saham-duck-ini-penyebabnya-YDDTF3A2TV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI suspensi saham DUCK (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/14/278/2471079/bei-gembok-saham-duck-ini-penyebabnya-YDDTF3A2TV.jpg</image><title>BEI suspensi saham DUCK (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan efek bersifat ekuitas PT Jaya Bersama Indonesia Tbk (DUCK) di seluruh pasar sejak sesi I tanggal 13 September 2021.
Kebijakan itu diambil setelah emiten rumah makan belum menyampaikan keterbukaan informasi atas permintaan penjelasan BEI serta tidak menghadiri undangan dengar pendapat yang dilaksanakan.
Baca Juga: Suspensi Sudah Lewat 24 Bulan, BEI Siap 'Depak' Saham PLAS hingga SUGI
 
Selain itu, BEI meminta kepada para pemangku kepentingan untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk keterbukaan informasi yang disampaikan oleh DUCK. Sebelumya, DUCK dalam keterbukaan informasi pada tanggal 17 Juni 2021 menyampaikan bahwa masalah terkait pemegang saham, tidak berhubungan dengan perseroan.
Baca Juga: Saham DCII Masih Digembok, Begini Penjelasan BEI
 
Selanjutnya, DUCK juga menyampaikan laporan keuangan periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 belum terlaksana karena berapa karyawan mengundurkan diri, sebagai dampak pandemi Covid-19.Sebelumnya, perseroa memangkas target bisnis turun 30%-40% baik dari  pendapatan dan laba bersih. Direktur DUCK, Tio Dewi pernah bilang, tahun  2020 perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp800 miliar dan  diproyeksikan turun 40% dari target awal dan begitu juga dengan laba  bersih yang ditargetkan tahun ini turun 30%.
Perseroan memastikan, dampak dari pandemi telah membuat rencana  ekspansi bisnis pembukaan gerai tertunda hingga pemangkasan karyawan  sebagai bentuk efisiensi. Saat ini, dari 36 restoran yang dimiliki  perseroan hanya 70% sudah buka atau 26 lokasi restoran. Oleh karena itu,  lanjut Dewi, revisi target bisnis 2020 tidak bisa dielakkan karena  jumlah pengunjung mall sendiri masih turun dari hari biasa sebelum  Covid.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan efek bersifat ekuitas PT Jaya Bersama Indonesia Tbk (DUCK) di seluruh pasar sejak sesi I tanggal 13 September 2021.
Kebijakan itu diambil setelah emiten rumah makan belum menyampaikan keterbukaan informasi atas permintaan penjelasan BEI serta tidak menghadiri undangan dengar pendapat yang dilaksanakan.
Baca Juga: Suspensi Sudah Lewat 24 Bulan, BEI Siap 'Depak' Saham PLAS hingga SUGI
 
Selain itu, BEI meminta kepada para pemangku kepentingan untuk memperhatikan dan mencermati segala bentuk keterbukaan informasi yang disampaikan oleh DUCK. Sebelumya, DUCK dalam keterbukaan informasi pada tanggal 17 Juni 2021 menyampaikan bahwa masalah terkait pemegang saham, tidak berhubungan dengan perseroan.
Baca Juga: Saham DCII Masih Digembok, Begini Penjelasan BEI
 
Selanjutnya, DUCK juga menyampaikan laporan keuangan periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 belum terlaksana karena berapa karyawan mengundurkan diri, sebagai dampak pandemi Covid-19.Sebelumnya, perseroa memangkas target bisnis turun 30%-40% baik dari  pendapatan dan laba bersih. Direktur DUCK, Tio Dewi pernah bilang, tahun  2020 perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp800 miliar dan  diproyeksikan turun 40% dari target awal dan begitu juga dengan laba  bersih yang ditargetkan tahun ini turun 30%.
Perseroan memastikan, dampak dari pandemi telah membuat rencana  ekspansi bisnis pembukaan gerai tertunda hingga pemangkasan karyawan  sebagai bentuk efisiensi. Saat ini, dari 36 restoran yang dimiliki  perseroan hanya 70% sudah buka atau 26 lokasi restoran. Oleh karena itu,  lanjut Dewi, revisi target bisnis 2020 tidak bisa dielakkan karena  jumlah pengunjung mall sendiri masih turun dari hari biasa sebelum  Covid.</content:encoded></item></channel></rss>
