<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Infrastruktur Dibangun, Ibu Kota Baru Punya Landmark yang Tingginya Melebihi Monas</title><description>Pembangunan infrastruktur ibu kota baru dilanjutkan. Kementerian PUPR mulai menyiapkan sejumlah  infrastruktur dasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/470/2470911/infrastruktur-dibangun-ibu-kota-baru-punya-landmark-yang-tingginya-melebihi-monas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/470/2470911/infrastruktur-dibangun-ibu-kota-baru-punya-landmark-yang-tingginya-melebihi-monas"/><item><title>Infrastruktur Dibangun, Ibu Kota Baru Punya Landmark yang Tingginya Melebihi Monas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/470/2470911/infrastruktur-dibangun-ibu-kota-baru-punya-landmark-yang-tingginya-melebihi-monas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/14/470/2470911/infrastruktur-dibangun-ibu-kota-baru-punya-landmark-yang-tingginya-melebihi-monas</guid><pubDate>Selasa 14 September 2021 09:02 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Solopos</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/14/470/2470911/infrastruktur-dibangun-ibu-kota-baru-punya-landmark-yang-tingginya-melebihi-monas-0PbblQX34x.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan infrastruktur ibu kota baru (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/14/470/2470911/infrastruktur-dibangun-ibu-kota-baru-punya-landmark-yang-tingginya-melebihi-monas-0PbblQX34x.jpeg</image><title>Pembangunan infrastruktur ibu kota baru (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur ibu kota baru dilanjutkan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai menyiapkan sejumlah infrastruktur dasar sebagai penunjang bagi calon ibu kota negara Indonesiadi wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur digadang-gadang juga akan memiliki landmark dengan tinggi hingga 150 meter, melebihi Tugu Monumen Nasional atau Monas di DKI Jakarta yang hanya 132 meter.
Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Gas di Indonesia Timur Digeber
 
Proyek pembangunan Tower Penajam yang disebut-sebut bakal mencapai ratusan miliar rupiah ini menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara. Kondisi keuangan pemerintah daerah sedang tidak baik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro memperkirakan pembangunan Tower Penajam bakal membutuhkan anggaran kurang lebih Rp150 miliar.
Dia memaparkan pembangunan Tower Panajam di kawasan Stadion Penajam di Kilometer 9 Nipah-Nipah Kecamatan Penajam tersebut akan dibiayai dengan skema anggaran tahun jamak (multiyears).
Baca Juga: Menhub ke Jepang Nego Proyek MRT Fase 2 yang Kemahalan 
Pengumuman LPSE (lembaga pengadaan secara elektronik) Kabupaten Penajam Paser Utara menyebutkan perencanaan pembangunan Tower Penajam di ibu kota negara dianggarkan pada tahun 2021.
Harga perkiraan sendiri atau HPS lelang paket kegiatan perencanaan pembangunan Tower Penajam itu sekitar Rp 3,7 miliar dan lelang dimenangkan oleh PT Pandu Perkasa dengan nilai Rp2,9 miliar.
&amp;ldquo;Pembangunan tower adalah kewenangan pemerintah kabupaten, tapi dengan kondisi keuangan saat ini diutamakan yang bersifat prioritas,&amp;rdquo; ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Jon Kenedi dilansir dari Solopos, Selasa (14/9/2021).Menurut Jon, pemerintah kabupaten seharusnya berfokus kepada kegiatan  yang dapat dilaksanakan sesuai ketersediaan anggaran di kas daerah.  Pembangunan Tower Penajam harus melihat kondisi keuangan pemerintah  daerah. &amp;ldquo;Kalau anggaran tidak memadai jangan dipaksakan, karena masih  membutuhkan dana untuk membiayai kegiatan lainnya yang prioritas,&amp;rdquo; ujar  Jon Kenedi.
Sementara itu, Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten  Penajam Paser Utara Nicko Herlambang mengatakan Kementerian PUPR terus  membangun infrastruktur penunjang di wilayah ibu kota negara baru.
&amp;ldquo;Pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang di wilayah calon ibu kota negara baru terus berjalan,&amp;rdquo; ujarnya.
Adapun Kegiatan pembangunan bendungan di Kecamatan Sepaku sebagai  penunjang pasokan air bersih persiapan pemindahan ibu kota negara terus  dilakukan Kementerian PUPR.&amp;nbsp;
Pembangunan bendungan yang memiliki daya tampung 11,6 kubik dengan  debit air 2.400 liter per detik tersebut sudah memasuki tahap  pembangunan fisik. Adapun, anggaran proyek bendungan di wilayah  Kecamatan Sepaku itu mencapai sekitar Rp600 miliar.
Kementerian PUPR, lanjutnya, membangun infrastruktur pendukung  penunjang pasokan air bersih lainnya yakni, intake dan jaringan pipa  transmisi sungai.
Anggaran pembangunan intake yang dilengkapi dengan instalasi  pengolahan air bersih (water treatment plant/WTP) dan jaringan pipa pipa  transmisi sungai tersebut sekitar Rp364 miliar. Kementerian PUPR juga  membangun jalan lingkar di wilayah Kecamatan Sepaku yang terbagi dalam  segmen satu, dua dan segmen tiga.
&amp;ldquo;Pembangunan jalan lingkar itu sekitar Rp180 miliar dengan biaya  pengerjaan masing-masing segmen Rp60 miliar,&amp;rdquo; ucap Nicko Herlambang.  Anggaran sejumlah pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Sepaku  tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur ibu kota baru dilanjutkan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai menyiapkan sejumlah infrastruktur dasar sebagai penunjang bagi calon ibu kota negara Indonesiadi wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur digadang-gadang juga akan memiliki landmark dengan tinggi hingga 150 meter, melebihi Tugu Monumen Nasional atau Monas di DKI Jakarta yang hanya 132 meter.
Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Gas di Indonesia Timur Digeber
 
Proyek pembangunan Tower Penajam yang disebut-sebut bakal mencapai ratusan miliar rupiah ini menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara. Kondisi keuangan pemerintah daerah sedang tidak baik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro memperkirakan pembangunan Tower Penajam bakal membutuhkan anggaran kurang lebih Rp150 miliar.
Dia memaparkan pembangunan Tower Panajam di kawasan Stadion Penajam di Kilometer 9 Nipah-Nipah Kecamatan Penajam tersebut akan dibiayai dengan skema anggaran tahun jamak (multiyears).
Baca Juga: Menhub ke Jepang Nego Proyek MRT Fase 2 yang Kemahalan 
Pengumuman LPSE (lembaga pengadaan secara elektronik) Kabupaten Penajam Paser Utara menyebutkan perencanaan pembangunan Tower Penajam di ibu kota negara dianggarkan pada tahun 2021.
Harga perkiraan sendiri atau HPS lelang paket kegiatan perencanaan pembangunan Tower Penajam itu sekitar Rp 3,7 miliar dan lelang dimenangkan oleh PT Pandu Perkasa dengan nilai Rp2,9 miliar.
&amp;ldquo;Pembangunan tower adalah kewenangan pemerintah kabupaten, tapi dengan kondisi keuangan saat ini diutamakan yang bersifat prioritas,&amp;rdquo; ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Jon Kenedi dilansir dari Solopos, Selasa (14/9/2021).Menurut Jon, pemerintah kabupaten seharusnya berfokus kepada kegiatan  yang dapat dilaksanakan sesuai ketersediaan anggaran di kas daerah.  Pembangunan Tower Penajam harus melihat kondisi keuangan pemerintah  daerah. &amp;ldquo;Kalau anggaran tidak memadai jangan dipaksakan, karena masih  membutuhkan dana untuk membiayai kegiatan lainnya yang prioritas,&amp;rdquo; ujar  Jon Kenedi.
Sementara itu, Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten  Penajam Paser Utara Nicko Herlambang mengatakan Kementerian PUPR terus  membangun infrastruktur penunjang di wilayah ibu kota negara baru.
&amp;ldquo;Pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang di wilayah calon ibu kota negara baru terus berjalan,&amp;rdquo; ujarnya.
Adapun Kegiatan pembangunan bendungan di Kecamatan Sepaku sebagai  penunjang pasokan air bersih persiapan pemindahan ibu kota negara terus  dilakukan Kementerian PUPR.&amp;nbsp;
Pembangunan bendungan yang memiliki daya tampung 11,6 kubik dengan  debit air 2.400 liter per detik tersebut sudah memasuki tahap  pembangunan fisik. Adapun, anggaran proyek bendungan di wilayah  Kecamatan Sepaku itu mencapai sekitar Rp600 miliar.
Kementerian PUPR, lanjutnya, membangun infrastruktur pendukung  penunjang pasokan air bersih lainnya yakni, intake dan jaringan pipa  transmisi sungai.
Anggaran pembangunan intake yang dilengkapi dengan instalasi  pengolahan air bersih (water treatment plant/WTP) dan jaringan pipa pipa  transmisi sungai tersebut sekitar Rp364 miliar. Kementerian PUPR juga  membangun jalan lingkar di wilayah Kecamatan Sepaku yang terbagi dalam  segmen satu, dua dan segmen tiga.
&amp;ldquo;Pembangunan jalan lingkar itu sekitar Rp180 miliar dengan biaya  pengerjaan masing-masing segmen Rp60 miliar,&amp;rdquo; ucap Nicko Herlambang.  Anggaran sejumlah pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Sepaku  tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN.</content:encoded></item></channel></rss>
