<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Lagi Rugi, Central Omega Raup Laba Bersih Rp2,53 Miliar</title><description>PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) membukukan laba bersih sebesar Rp2,534 miliar di semester pertama 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/278/2471709/tak-lagi-rugi-central-omega-raup-laba-bersih-rp2-53-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/278/2471709/tak-lagi-rugi-central-omega-raup-laba-bersih-rp2-53-miliar"/><item><title>Tak Lagi Rugi, Central Omega Raup Laba Bersih Rp2,53 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/278/2471709/tak-lagi-rugi-central-omega-raup-laba-bersih-rp2-53-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/278/2471709/tak-lagi-rugi-central-omega-raup-laba-bersih-rp2-53-miliar</guid><pubDate>Rabu 15 September 2021 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/15/278/2471709/tak-lagi-rugi-central-omega-raup-laba-bersih-rp2-53-miliar-4KTNiGj5Qm.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Central Omega raup laba bersih di semester I 2021 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/15/278/2471709/tak-lagi-rugi-central-omega-raup-laba-bersih-rp2-53-miliar-4KTNiGj5Qm.jpeg</image><title>Central Omega raup laba bersih di semester I 2021 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) membukukan laba bersih sebesar Rp2,534 miliar di semester pertama 2021. Posisi ini membaik dibandingkan periode sama tahun 2020 yang membukukan rugi bersih senilai Rp85,137 miliar.
Emiten tambang mineral dan logam itu mencatatkan laba bersih per saham dasar sebesar Rp0,46. Sedangkan di semester I 2020 mencatatkan rugi bersih per saham sebesar Rp15,55.
Baca Juga: Central Omega Resources Targetkan Untung Rp46,45 Miliar
 
Perseroan menyebutkan, penjualan naik 64,65% menjadi Rp764,94 miliar. Rincinya, penjualan kepada Fujian Xingda anjlok 47,1% menjadi Rp219,033 miliar. Tapi penjualan kepada Shanghai Baoshuo Industrial melonjak 144,73% menjadi Rp93,22 miliar.
Bahkan semester pertama 2021 ini mencatatkan penjualan kepada PT Indonesia Tsingshan Stainless sebesar Rp125,28 miliar. Walau beban pokok penjualan membengkak 41,87% menjadi Rp742,28 miliar, tapi masih membukukan laba kotor Rp22,66 miliar.
Baca Juga: Bangun Smelter Nikel, Central Omega Anggarkan Capex Rp1,7 Triliun
 
Sementara aset perseroan tercatat tumbuh 2,3% menjadi Rp2,62 triliun. Hal itu ditopang lonjakan kas dan setara kas sebesar 273% menjadi Rp153,76 miliar. Selain itu, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi terbilang Rp123,45 miliar atau naik 44,7% dibandingkan semester I 2020 yang tercatat sebesar Rp85,248 miliar.Tahun ini, perseroan membidik pendapatan sebesar Rp1,58 triliun.  Target ini lebih tinggi 39,26% year on year (yoy) dari raihan tahun 2020  yang sebesar Rp1,14 triliun.
Direktur DKFT, Feni Silviani Budiman pernah mengungkapkan, kenaikan  target pendapatan ini bakal ditopang dari penjualan bijih nikel yang  mencapai 1,1 juta ton di tahun ini. Adapun, mayoritas bijih nikel bakal  dipasok untuk kebutuhan smelter eksternal. &quot;Kebutuhan internal tidak  terlalu banyak karena smelter (kami) juga sudah membeli dari tambang  sekitar,&quot; ujarnya.
Nantinya, dari total volume 1,1 juta ton, sebesar 140 ribu ton bakal  dipasok untuk smelter internal DKFT dan sisanya sebesar 960 ribu ton  untuk kebutuhan eksternal. Hingga semester I 2021, realisasi penjualan  telah mencapai 439.235 ton atau setara 39,93% dari target dimana serapan  bijih nikel untuk smelter internal mencapai 6.338 ton sementara  penjualan ke eksternal mencapai 432.897 ton. Sementara itu, penjualan  ferro nikel ditargetkan mencapai 108.000 ton dimana hingga semester I  2021 realisasinya mencapai 46.250 ton atau setara 42,82%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) membukukan laba bersih sebesar Rp2,534 miliar di semester pertama 2021. Posisi ini membaik dibandingkan periode sama tahun 2020 yang membukukan rugi bersih senilai Rp85,137 miliar.
Emiten tambang mineral dan logam itu mencatatkan laba bersih per saham dasar sebesar Rp0,46. Sedangkan di semester I 2020 mencatatkan rugi bersih per saham sebesar Rp15,55.
Baca Juga: Central Omega Resources Targetkan Untung Rp46,45 Miliar
 
Perseroan menyebutkan, penjualan naik 64,65% menjadi Rp764,94 miliar. Rincinya, penjualan kepada Fujian Xingda anjlok 47,1% menjadi Rp219,033 miliar. Tapi penjualan kepada Shanghai Baoshuo Industrial melonjak 144,73% menjadi Rp93,22 miliar.
Bahkan semester pertama 2021 ini mencatatkan penjualan kepada PT Indonesia Tsingshan Stainless sebesar Rp125,28 miliar. Walau beban pokok penjualan membengkak 41,87% menjadi Rp742,28 miliar, tapi masih membukukan laba kotor Rp22,66 miliar.
Baca Juga: Bangun Smelter Nikel, Central Omega Anggarkan Capex Rp1,7 Triliun
 
Sementara aset perseroan tercatat tumbuh 2,3% menjadi Rp2,62 triliun. Hal itu ditopang lonjakan kas dan setara kas sebesar 273% menjadi Rp153,76 miliar. Selain itu, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi terbilang Rp123,45 miliar atau naik 44,7% dibandingkan semester I 2020 yang tercatat sebesar Rp85,248 miliar.Tahun ini, perseroan membidik pendapatan sebesar Rp1,58 triliun.  Target ini lebih tinggi 39,26% year on year (yoy) dari raihan tahun 2020  yang sebesar Rp1,14 triliun.
Direktur DKFT, Feni Silviani Budiman pernah mengungkapkan, kenaikan  target pendapatan ini bakal ditopang dari penjualan bijih nikel yang  mencapai 1,1 juta ton di tahun ini. Adapun, mayoritas bijih nikel bakal  dipasok untuk kebutuhan smelter eksternal. &quot;Kebutuhan internal tidak  terlalu banyak karena smelter (kami) juga sudah membeli dari tambang  sekitar,&quot; ujarnya.
Nantinya, dari total volume 1,1 juta ton, sebesar 140 ribu ton bakal  dipasok untuk smelter internal DKFT dan sisanya sebesar 960 ribu ton  untuk kebutuhan eksternal. Hingga semester I 2021, realisasi penjualan  telah mencapai 439.235 ton atau setara 39,93% dari target dimana serapan  bijih nikel untuk smelter internal mencapai 6.338 ton sementara  penjualan ke eksternal mencapai 432.897 ton. Sementara itu, penjualan  ferro nikel ditargetkan mencapai 108.000 ton dimana hingga semester I  2021 realisasinya mencapai 46.250 ton atau setara 42,82%.</content:encoded></item></channel></rss>
