<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nikel Jadi Baterai Mobil Listrik, Jokowi: Nilai Tambahnya 11 Kali Lipat</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan groundbreaking pembangunan  pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang Provinsi Jawa Barat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/320/2471559/nikel-jadi-baterai-mobil-listrik-jokowi-nilai-tambahnya-11-kali-lipat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/320/2471559/nikel-jadi-baterai-mobil-listrik-jokowi-nilai-tambahnya-11-kali-lipat"/><item><title>Nikel Jadi Baterai Mobil Listrik, Jokowi: Nilai Tambahnya 11 Kali Lipat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/320/2471559/nikel-jadi-baterai-mobil-listrik-jokowi-nilai-tambahnya-11-kali-lipat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/320/2471559/nikel-jadi-baterai-mobil-listrik-jokowi-nilai-tambahnya-11-kali-lipat</guid><pubDate>Rabu 15 September 2021 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/15/320/2471559/nikel-jadi-baterai-mobil-listrik-jokowi-nilai-tambahnya-11-kali-lipat-aXlCNp2PpY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi groundbreaking pabrik baterai listrik (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/15/320/2471559/nikel-jadi-baterai-mobil-listrik-jokowi-nilai-tambahnya-11-kali-lipat-aXlCNp2PpY.jpg</image><title>Presiden Jokowi groundbreaking pabrik baterai listrik (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang Provinsi Jawa Barat. Jokowi menilai pembangunan pabrik baterai listrik ini merupakan komitmen pemerintah untuk melakukan hilirisasi.
Baca Juga:&amp;nbsp; Sejarah! Pabrik Baterai Mobil Listrik di RI Mulai Dibangun 15 September
 
Dengan begitu Indonesia dapat segera keluar dari jebakan negara pengekspor bahan mentah.
&amp;ldquo;Strategi bisnis besar negara adalah keluar secepatnya dari jebakan negara pengekspor bahan mentah. Melepaskan ketergantungan pada produk-produk impor dengan mempercepat revitalisasi industri pengolahan. Sehingga bisa memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi yang semakin tinggi,&amp;rdquo; katanya, Rabu (15/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Bamsoet: Indonesia Siap Menyongsong Era Kendaraan Listrik
 
Salah satu bahan mentah yang dihilirisasi adalah nikel. Menurutnya Indonesia cadangan nikel terbesar di dunia. Dia pun yakin bahwa Indonesia bisa menjadi produsen utama produk barang berbasis nikel.
&amp;ldquo;Dengan potensi yang luar biasa itu saya yakin dalam 3 sampai 4 tahun  ke depan melalui manajemen yang baik, manajemen pengelolaan yang baik  Indonesia akan bisa  menjadi produsen utama produk-produk barang jadi  berbasis nikel. Seperti baterai lithium, baterai listrik, baterai  kendaraan listrik,&amp;rdquo; tuturnya.
Dia menyebut bahwa nilai tambah nikel jika diolah menjadi baterai mobil listrik mencapai 11 kali lipat.
&amp;ldquo;Hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah bijih nikel  secara signifikan. Jika diolah menjadi cell baterai nilainya bisa  meningkat enam sampai tujuh kali lipat. Dan jika menjadi mobil listrik  akan meningkat lebih besar lagi nilai tambahnya yaitu sebelas kali  lipat,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang Provinsi Jawa Barat. Jokowi menilai pembangunan pabrik baterai listrik ini merupakan komitmen pemerintah untuk melakukan hilirisasi.
Baca Juga:&amp;nbsp; Sejarah! Pabrik Baterai Mobil Listrik di RI Mulai Dibangun 15 September
 
Dengan begitu Indonesia dapat segera keluar dari jebakan negara pengekspor bahan mentah.
&amp;ldquo;Strategi bisnis besar negara adalah keluar secepatnya dari jebakan negara pengekspor bahan mentah. Melepaskan ketergantungan pada produk-produk impor dengan mempercepat revitalisasi industri pengolahan. Sehingga bisa memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi yang semakin tinggi,&amp;rdquo; katanya, Rabu (15/9/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Bamsoet: Indonesia Siap Menyongsong Era Kendaraan Listrik
 
Salah satu bahan mentah yang dihilirisasi adalah nikel. Menurutnya Indonesia cadangan nikel terbesar di dunia. Dia pun yakin bahwa Indonesia bisa menjadi produsen utama produk barang berbasis nikel.
&amp;ldquo;Dengan potensi yang luar biasa itu saya yakin dalam 3 sampai 4 tahun  ke depan melalui manajemen yang baik, manajemen pengelolaan yang baik  Indonesia akan bisa  menjadi produsen utama produk-produk barang jadi  berbasis nikel. Seperti baterai lithium, baterai listrik, baterai  kendaraan listrik,&amp;rdquo; tuturnya.
Dia menyebut bahwa nilai tambah nikel jika diolah menjadi baterai mobil listrik mencapai 11 kali lipat.
&amp;ldquo;Hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah bijih nikel  secara signifikan. Jika diolah menjadi cell baterai nilainya bisa  meningkat enam sampai tujuh kali lipat. Dan jika menjadi mobil listrik  akan meningkat lebih besar lagi nilai tambahnya yaitu sebelas kali  lipat,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
