<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Pandemi Tantangan Besar bagi Sektor Pariwisata</title><description>Krisis akibat pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi sektor pariwisata untuk bangkit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/320/2471689/wapres-pandemi-tantangan-besar-bagi-sektor-pariwisata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/320/2471689/wapres-pandemi-tantangan-besar-bagi-sektor-pariwisata"/><item><title>Wapres: Pandemi Tantangan Besar bagi Sektor Pariwisata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/320/2471689/wapres-pandemi-tantangan-besar-bagi-sektor-pariwisata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/320/2471689/wapres-pandemi-tantangan-besar-bagi-sektor-pariwisata</guid><pubDate>Rabu 15 September 2021 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/15/320/2471689/wapres-pandemi-tantangan-besar-bagi-sektor-pariwisata-gU22EUnDjI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin sebut pandemi tantangan besar bagi pariwisata (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/15/320/2471689/wapres-pandemi-tantangan-besar-bagi-sektor-pariwisata-gU22EUnDjI.jpg</image><title>Wapres Maruf Amin sebut pandemi tantangan besar bagi pariwisata (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Krisis akibat pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi sektor pariwisata untuk bangkit. Sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan secara drastis.
Baca Juga:&amp;nbsp; Pelaku Usaha Sektor Pariwisata Harus Punya Sertifikasi CHSE, Ini Penjelasan dan Cara Daftarnya
 
&quot;Masa pandemi menjadi tantangan besar bagi sektor pariwisata untuk dapat bangkit dan kembali berkontribusi terhadap pendapatan nasional,&quot; ujar Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin di acara &quot;Global Tourism Forum 2021&quot; dilansir dari Antara, Rabu (15/9/2021).
Di Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di 2020 menurun 75,03% dibandingkan 2019. Jumlah kunjungan wisman di Indonesia pada 2020 hanya 4,02 juta, sedangkan di 2019 jumlah kunjungannya tercatat mencapai 16,11 juta.
Baca Juga: Intip Pergerakan Saham Sektor Perhotelan dan Pariwisata di Tengah Pandemi
 
Kondisi berat di sektor pariwisata juga dirasakan oleh banyak negara, sehingga tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi industri pariwisata di tingkat global, ucap Wapres.
Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) mencatat jumlah wisatawan internasional menurun 74% secara global sebagai dampak dari pandemi COVID-19 serta kehilangan potensi pendapatan hingga USD1,3 triliun.&quot;Sebanyak 100 hingga 120 juta pekerja pariwisata kehilangan  pekerjaan. Wilayah Asia dan Pasifik mengalami penurunan paling drastis,  mencapai 84%,&quot; tukasnya.
Oleh karena itu, untuk membangkitkan kembali industri pariwisata,  Wapres berharap GTF 2021 dapat menghasilkan rekomendasi strategis dan  menggerakkan perekonomian masyarakat.
&quot;Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis  dalam upaya mendukung pemulihan industri pariwisata dunia, juga  khususnya pariwisata Indonesia, untuk kembali bangkit dan menggerakkan  perekonomian masyarakat,&quot; ujar Wapres berharap.</description><content:encoded>JAKARTA - Krisis akibat pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi sektor pariwisata untuk bangkit. Sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan secara drastis.
Baca Juga:&amp;nbsp; Pelaku Usaha Sektor Pariwisata Harus Punya Sertifikasi CHSE, Ini Penjelasan dan Cara Daftarnya
 
&quot;Masa pandemi menjadi tantangan besar bagi sektor pariwisata untuk dapat bangkit dan kembali berkontribusi terhadap pendapatan nasional,&quot; ujar Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin di acara &quot;Global Tourism Forum 2021&quot; dilansir dari Antara, Rabu (15/9/2021).
Di Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di 2020 menurun 75,03% dibandingkan 2019. Jumlah kunjungan wisman di Indonesia pada 2020 hanya 4,02 juta, sedangkan di 2019 jumlah kunjungannya tercatat mencapai 16,11 juta.
Baca Juga: Intip Pergerakan Saham Sektor Perhotelan dan Pariwisata di Tengah Pandemi
 
Kondisi berat di sektor pariwisata juga dirasakan oleh banyak negara, sehingga tahun 2020 menjadi tahun terberat bagi industri pariwisata di tingkat global, ucap Wapres.
Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) mencatat jumlah wisatawan internasional menurun 74% secara global sebagai dampak dari pandemi COVID-19 serta kehilangan potensi pendapatan hingga USD1,3 triliun.&quot;Sebanyak 100 hingga 120 juta pekerja pariwisata kehilangan  pekerjaan. Wilayah Asia dan Pasifik mengalami penurunan paling drastis,  mencapai 84%,&quot; tukasnya.
Oleh karena itu, untuk membangkitkan kembali industri pariwisata,  Wapres berharap GTF 2021 dapat menghasilkan rekomendasi strategis dan  menggerakkan perekonomian masyarakat.
&quot;Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis  dalam upaya mendukung pemulihan industri pariwisata dunia, juga  khususnya pariwisata Indonesia, untuk kembali bangkit dan menggerakkan  perekonomian masyarakat,&quot; ujar Wapres berharap.</content:encoded></item></channel></rss>
