<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lebih Besar dari Gaji, Guru Honorer Banting Setir Bisnis Pakaian Kucing Raup Rp10 Juta/Bulan</title><description>Pandemi Covid-19 membuat beberapa pekerjaan berada di situasi sulit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/455/2471503/lebih-besar-dari-gaji-guru-honorer-banting-setir-bisnis-pakaian-kucing-raup-rp10-juta-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/455/2471503/lebih-besar-dari-gaji-guru-honorer-banting-setir-bisnis-pakaian-kucing-raup-rp10-juta-bulan"/><item><title>Lebih Besar dari Gaji, Guru Honorer Banting Setir Bisnis Pakaian Kucing Raup Rp10 Juta/Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/455/2471503/lebih-besar-dari-gaji-guru-honorer-banting-setir-bisnis-pakaian-kucing-raup-rp10-juta-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/455/2471503/lebih-besar-dari-gaji-guru-honorer-banting-setir-bisnis-pakaian-kucing-raup-rp10-juta-bulan</guid><pubDate>Rabu 15 September 2021 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Wildan Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/15/455/2471503/lebih-besar-dari-gaji-guru-honorer-banting-setir-bisnis-pakaian-kucing-raup-rp10-juta-bulan-KjSoOBo2Jt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bisnis pakaian kucing (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/15/455/2471503/lebih-besar-dari-gaji-guru-honorer-banting-setir-bisnis-pakaian-kucing-raup-rp10-juta-bulan-KjSoOBo2Jt.jpg</image><title>Bisnis pakaian kucing (Foto: Shutterstock)</title></images><description>BOGOR - Pandemi Covid-19 membuat beberapa pekerjaan berada di situasi sulit. Tak terkecuali Fredi Lugina, salah satu mantan guru honorer asal Bogor yang banting setir menjadi pengrajin pakaian kucing.
Baca Juga: Tak Dilarang, PNS Boleh Punya Usaha Sampingan hingga Main Saham
 
Bahkan usaha yang dirintis Fredi kini bahkan menembus pasar luar negeri. Fredi menetap di Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Ia merupakan pencinta hewan berbulu itu sehingga beberapa kali membuat desain pakaiannya.
Usaha ini kemudian bermula dari keponakannya yang meminta ia untuk membuat baju kucing berkarakter. Tak disangka, usaha ini terdengar oleh orang-orang sekitarnya.
Baca Juga: Sulap Limbah Sisik Ikan Jadi Aksesoris Menarik, UMKM ini Raup Omzet Puluhan Juta 
 
Dalam satu hari, Fredi bisa menjahit 20 pakaian kucing. Dalam pengerjaannya, ia dibantu oleh istri dan adik-adiknya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xMS80LzEzODk4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk mendapatkan satu pakaian kucing buatan Fredi, pembeli dapat  merogoh kocek sebesar Rp20.000-Rp150.000. Harga ini bervariasi  tergantung tingkat kesulitan pola permintaan karakter dari pembeli.
Omzet yang ia dapatkan dalam sebulan pun mencapai Rp6juta-Rp10 juta.  Ia mengaku, hal ini jauh dari pendapatannya selama menjadi guru honorer  yang berkisar di Rp40.000-80.000 setiap kali mengajar.</description><content:encoded>BOGOR - Pandemi Covid-19 membuat beberapa pekerjaan berada di situasi sulit. Tak terkecuali Fredi Lugina, salah satu mantan guru honorer asal Bogor yang banting setir menjadi pengrajin pakaian kucing.
Baca Juga: Tak Dilarang, PNS Boleh Punya Usaha Sampingan hingga Main Saham
 
Bahkan usaha yang dirintis Fredi kini bahkan menembus pasar luar negeri. Fredi menetap di Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Ia merupakan pencinta hewan berbulu itu sehingga beberapa kali membuat desain pakaiannya.
Usaha ini kemudian bermula dari keponakannya yang meminta ia untuk membuat baju kucing berkarakter. Tak disangka, usaha ini terdengar oleh orang-orang sekitarnya.
Baca Juga: Sulap Limbah Sisik Ikan Jadi Aksesoris Menarik, UMKM ini Raup Omzet Puluhan Juta 
 
Dalam satu hari, Fredi bisa menjahit 20 pakaian kucing. Dalam pengerjaannya, ia dibantu oleh istri dan adik-adiknya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wOS8xMS80LzEzODk4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk mendapatkan satu pakaian kucing buatan Fredi, pembeli dapat  merogoh kocek sebesar Rp20.000-Rp150.000. Harga ini bervariasi  tergantung tingkat kesulitan pola permintaan karakter dari pembeli.
Omzet yang ia dapatkan dalam sebulan pun mencapai Rp6juta-Rp10 juta.  Ia mengaku, hal ini jauh dari pendapatannya selama menjadi guru honorer  yang berkisar di Rp40.000-80.000 setiap kali mengajar.</content:encoded></item></channel></rss>
