<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boneka K-Pop Produksi Rumahan Tembus Pasar Internasional</title><description>Berbagai cara dilakukan sector UMKM untuk tetap bertahan di tengah pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/455/2471520/boneka-k-pop-produksi-rumahan-tembus-pasar-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/455/2471520/boneka-k-pop-produksi-rumahan-tembus-pasar-internasional"/><item><title>Boneka K-Pop Produksi Rumahan Tembus Pasar Internasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/455/2471520/boneka-k-pop-produksi-rumahan-tembus-pasar-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/15/455/2471520/boneka-k-pop-produksi-rumahan-tembus-pasar-internasional</guid><pubDate>Rabu 15 September 2021 08:54 WIB</pubDate><dc:creator>Deni Irwansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/15/455/2471520/boneka-k-pop-produksi-rumahan-tembus-pasar-internasional-eVoLNT4yYD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Usaha rumahan boneka Kpop (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/15/455/2471520/boneka-k-pop-produksi-rumahan-tembus-pasar-internasional-eVoLNT4yYD.jpg</image><title>Usaha rumahan boneka Kpop (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - Berbagai cara dilakukan sektor UMKM untuk tetap bertahan di tengah pandemi. Salah satu UMKM pembuat boneka di Kota Malang memilih beradaptasi dengan memproduksi yang sedang tren, boneka K-Pop.
Baca Juga: Lebih Besar dari Gaji, Guru Honorer Banting Setir Bisnis Pakaian Kucing Raup Rp10 Juta/Bulan
 
Siapa yang menyangka karakter boneka K-Pop produksi rumahan kini menembus pasar internasional. Pandemi membuat Sulikah Handayani, pemilik UMKM kerajinan boneka di kawasan Kedungkandang, Kota Malang harus memutar otak.
Pasalnya sebagai sector usaha kecil ada pekerja yang harus tetap mendapatkan gaji. Selain itu kendala lain adalah kesulitan bahan baku, berhentinya pesanan karena banyak pelanggan yang tokonya tutup sempat membuat produksi terhenti.
Baca Juga: Tak Dilarang, PNS Boleh Punya Usaha Sampingan hingga Main Saham
 
Namun ia tak lantas menyerah setelah hamper dua tahun pandemi melanda, pilihan terbaik adalah beradaptasi. Ide pun muncul saat kedatangan mahasiswa ke galerinya yang memesan boneka K-Pop. Ya, K-Pop saat ini memang sedang tren.
Peluang inilah yang kemudian diambilnya. Siapa sangka mengikuti tren menjadi pilihan yang tepat. Pesanan demi pesanan dating. Tak disangka sudah ribuan boneka K-Pop yang dibuatnya bersama tujuh orang pekerjanya.Tokoh K-Pop tersebut dibuat dalam bentuk kartun, kemudian dijadikan  boneka. Beragam tokoh mulai dari EXO, BTS, Wonwo, Jae hyung, Leuseunggi,  hingga Jung Kook Nampak lucu dan menggemaskan.
Boneka K-Pop lucu dan menggemaskan ini telah merambah pasar yang  luas. Tidak hanya dalam negeri namun juga mancanegara, seperti  Australia, Philipina, Jepang, hingga Amerika.
Boneka K-Pop dijual melalui media social dan market place mulai harga Rp75.000 &amp;ndash; Rp150.000.
Setiap desain boneka memiliki tingkat kerumitan yang tinggi. Terlebih  banyak fans K-Pop yang sangat teliti dengan sosok idolanya, sehingga  revisi sering dilakukan. Hal tersebut membuat setiap produksi boneka  untuk satu desain pesanan bisa membutuhkan waktu hingga satu bulan.
Kini Sulikah berharap bisa segera memiliki mesin bordir. Agar  produksinya semakin cepat karena selama ini masih menggunakan jasa  rekanan untuk pembordiran boneka.</description><content:encoded>JAKARTA - Berbagai cara dilakukan sektor UMKM untuk tetap bertahan di tengah pandemi. Salah satu UMKM pembuat boneka di Kota Malang memilih beradaptasi dengan memproduksi yang sedang tren, boneka K-Pop.
Baca Juga: Lebih Besar dari Gaji, Guru Honorer Banting Setir Bisnis Pakaian Kucing Raup Rp10 Juta/Bulan
 
Siapa yang menyangka karakter boneka K-Pop produksi rumahan kini menembus pasar internasional. Pandemi membuat Sulikah Handayani, pemilik UMKM kerajinan boneka di kawasan Kedungkandang, Kota Malang harus memutar otak.
Pasalnya sebagai sector usaha kecil ada pekerja yang harus tetap mendapatkan gaji. Selain itu kendala lain adalah kesulitan bahan baku, berhentinya pesanan karena banyak pelanggan yang tokonya tutup sempat membuat produksi terhenti.
Baca Juga: Tak Dilarang, PNS Boleh Punya Usaha Sampingan hingga Main Saham
 
Namun ia tak lantas menyerah setelah hamper dua tahun pandemi melanda, pilihan terbaik adalah beradaptasi. Ide pun muncul saat kedatangan mahasiswa ke galerinya yang memesan boneka K-Pop. Ya, K-Pop saat ini memang sedang tren.
Peluang inilah yang kemudian diambilnya. Siapa sangka mengikuti tren menjadi pilihan yang tepat. Pesanan demi pesanan dating. Tak disangka sudah ribuan boneka K-Pop yang dibuatnya bersama tujuh orang pekerjanya.Tokoh K-Pop tersebut dibuat dalam bentuk kartun, kemudian dijadikan  boneka. Beragam tokoh mulai dari EXO, BTS, Wonwo, Jae hyung, Leuseunggi,  hingga Jung Kook Nampak lucu dan menggemaskan.
Boneka K-Pop lucu dan menggemaskan ini telah merambah pasar yang  luas. Tidak hanya dalam negeri namun juga mancanegara, seperti  Australia, Philipina, Jepang, hingga Amerika.
Boneka K-Pop dijual melalui media social dan market place mulai harga Rp75.000 &amp;ndash; Rp150.000.
Setiap desain boneka memiliki tingkat kerumitan yang tinggi. Terlebih  banyak fans K-Pop yang sangat teliti dengan sosok idolanya, sehingga  revisi sering dilakukan. Hal tersebut membuat setiap produksi boneka  untuk satu desain pesanan bisa membutuhkan waktu hingga satu bulan.
Kini Sulikah berharap bisa segera memiliki mesin bordir. Agar  produksinya semakin cepat karena selama ini masih menggunakan jasa  rekanan untuk pembordiran boneka.</content:encoded></item></channel></rss>
