<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Targetkan 66 Pencatatan Efek Seluruh Instrumen hingga Akhir Tahun</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 66 pencatatan baru untuk semua instrumen di tahun 2021</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/278/2472117/bei-targetkan-66-pencatatan-efek-seluruh-instrumen-hingga-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/278/2472117/bei-targetkan-66-pencatatan-efek-seluruh-instrumen-hingga-akhir-tahun"/><item><title>BEI Targetkan 66 Pencatatan Efek Seluruh Instrumen hingga Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/278/2472117/bei-targetkan-66-pencatatan-efek-seluruh-instrumen-hingga-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/278/2472117/bei-targetkan-66-pencatatan-efek-seluruh-instrumen-hingga-akhir-tahun</guid><pubDate>Kamis 16 September 2021 08:18 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/16/278/2472117/bei-targetkan-66-pencatatan-efek-seluruh-instrumen-hingga-akhir-tahun-vf2THQWBOF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI targetkan 66 pencatatan efek baru (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/16/278/2472117/bei-targetkan-66-pencatatan-efek-seluruh-instrumen-hingga-akhir-tahun-vf2THQWBOF.jpg</image><title>BEI targetkan 66 pencatatan efek baru (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 66 pencatatan baru untuk semua instrumen di tahun 2021. Hingga kemarin, BEI mencatat 44 pencatatan baru atau 67% dari target tahun ini, di mana 38 di antaranya pencatatan saham melalui IPO.
Baca Juga: BEI Targetkan Nilai Transaksi Harian Bursa Rp13,5 Triliun pada 2022
 
&quot;Di pipeline kami masih ada 25 perusahaan yang masih dalam proses, sebagian besar menggunakan Laporan Keuangan tahun 2021. Tentunya kami mengharapkan semua bisa tercatat di tahun ini,&quot; ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis dikutip, Kamis (16/9/2021).
Nyoman menambahkan, pada pekan lalu terdapat sembilan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia, di mana lima saham di antaranya tercatat pada hari yang sama dalam satu hari perdagangan yaitu pada 8 September 2021.
Baca Juga: Wih! Banyak Investor, Transaksi Saham di Papua Tembus Rp4,8 Triliun
 
&quot;Kami harapkan dengan adanya kondisi seperti ini yang terus berlangsung, akan bisa melampaui pencapaian di tahun lalu,&quot; kata dia.
Dia menyebut, total fundraising dari 38 saham yang telah tercatat di  Bursa sampai dengan tanggal 14 September 2021 berjumlah Rp32,1 triliun.
Selain itu, beberapa indikator pasar modal seperti rata-rata nilai  transaksi harian (RNTH), dan jumlah investor mengalami pertumbuhan  positif di tahun 2021. Menurutnya, indikator-indikator tersebut menjadi  faktor penting dalam memprediksi pasar modal di masa mendatang.
&quot;Selain itu, dengan adanya sentimen positif terkait perkembangan  ekonomi global maupun domestik dari para pelaku pasar modal, serta  dukungan dan komitmen dari regulator-regulator terkait, kami optimis  kegiatan IPO di tahun depan akan lebih promising,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 66 pencatatan baru untuk semua instrumen di tahun 2021. Hingga kemarin, BEI mencatat 44 pencatatan baru atau 67% dari target tahun ini, di mana 38 di antaranya pencatatan saham melalui IPO.
Baca Juga: BEI Targetkan Nilai Transaksi Harian Bursa Rp13,5 Triliun pada 2022
 
&quot;Di pipeline kami masih ada 25 perusahaan yang masih dalam proses, sebagian besar menggunakan Laporan Keuangan tahun 2021. Tentunya kami mengharapkan semua bisa tercatat di tahun ini,&quot; ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis dikutip, Kamis (16/9/2021).
Nyoman menambahkan, pada pekan lalu terdapat sembilan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia, di mana lima saham di antaranya tercatat pada hari yang sama dalam satu hari perdagangan yaitu pada 8 September 2021.
Baca Juga: Wih! Banyak Investor, Transaksi Saham di Papua Tembus Rp4,8 Triliun
 
&quot;Kami harapkan dengan adanya kondisi seperti ini yang terus berlangsung, akan bisa melampaui pencapaian di tahun lalu,&quot; kata dia.
Dia menyebut, total fundraising dari 38 saham yang telah tercatat di  Bursa sampai dengan tanggal 14 September 2021 berjumlah Rp32,1 triliun.
Selain itu, beberapa indikator pasar modal seperti rata-rata nilai  transaksi harian (RNTH), dan jumlah investor mengalami pertumbuhan  positif di tahun 2021. Menurutnya, indikator-indikator tersebut menjadi  faktor penting dalam memprediksi pasar modal di masa mendatang.
&quot;Selain itu, dengan adanya sentimen positif terkait perkembangan  ekonomi global maupun domestik dari para pelaku pasar modal, serta  dukungan dan komitmen dari regulator-regulator terkait, kami optimis  kegiatan IPO di tahun depan akan lebih promising,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
