<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obligasi Hutama Karya Kelebihan Permintaan 3,9 Kali</title><description>Obligasi PT Hutama Karya (HK) mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3,9 kali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/278/2472303/obligasi-hutama-karya-kelebihan-permintaan-3-9-kali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/278/2472303/obligasi-hutama-karya-kelebihan-permintaan-3-9-kali"/><item><title>Obligasi Hutama Karya Kelebihan Permintaan 3,9 Kali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/278/2472303/obligasi-hutama-karya-kelebihan-permintaan-3-9-kali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/278/2472303/obligasi-hutama-karya-kelebihan-permintaan-3-9-kali</guid><pubDate>Kamis 16 September 2021 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/16/278/2472303/obligasi-hutama-karya-kelebihan-permintaan-3-9-kali-7HtIOw6RJr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Obligas Hutama Karya kelebihan permintaan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/16/278/2472303/obligasi-hutama-karya-kelebihan-permintaan-3-9-kali-7HtIOw6RJr.jpeg</image><title>Obligas Hutama Karya kelebihan permintaan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Obligasi PT Hutama Karya (HK) mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3,9 kali. Hutama Karya menerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi II tahap I 2021 dan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I 2021.
Baca Juga: Sambungkan Aceh-Lampung dengan Tol, Hutama Karya Butuh Rp547,1 Triliun
Dari aksi korporasi tersebut, emiten plat merah ini menghimpun total dana Rp1,5 triliun. Perseroan menawarkan obligasi II senilai Rp1 triliun dengan waktu tenor 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun dengan tingkat kupon  masing-masing sebesar 8,25%, 8,55% dan 9,3% yang efektif per 7 September 2021.
Sedangkan penerbitan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I 2021 sebesar Rp500 miliar dengan waktu tenor 3 tahun, 5  tahun, dan 7 tahun dengan nilai imbal hasil masing-masing sebesar 8,25%, 8,55% dan 9,3% yang efektif per 7 September 2021.
Baca Juga: Hutama Karya Ditantang Rampungkan Proyek Tahap I Tol Trans Sumatera hingga 2024
Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengapresiasi animo para investor. Menurut dia, sebagai salah satu BUMN yang 100% sahamnya dimiliki Pemerintah, Hutama Karya mendukung target rencana jangka menengah Pemerintah khususnya dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan penugasan pembangunan Jalan Tol Trans  Sumatera (JTTS) dan proyek infrastruktur strategis lain.
&amp;rdquo;Dalam lima tahun terakhir, Hutama Karya  mencatat pertumbuhan kinerja yang baik di mana hingga Desember 2020, total aset perusahaan mencapai Rp110,98 triliun atau tumbuh 362% dibandingkan 2016,&amp;rdquo; kata Budi.Hutama Karya, lanjutnya, akan terus berupaya melakukan  diversifikasi sumber  pendanaan eksternal. Selain melalui lembaga  keuangan baik bank maupun  non-bank yang dimulai dari Penawaran  Umum  Obligasi I HK Tahun 2013 dan penerbitan Global Bonds senilai USD600 juta  atau setara Rp9 triliun pada Mei 2020, perusahaan telah mendapatkan 5x  oversubscribed.
&amp;rdquo;Kami mengapresiasi minat para investor  yang secara tidak langsung  turut  mendukung menyukseskan penyelesaian pembangunan JTTS dan semakin  terbukanya akses infrastruktur di  Indonesia,&quot; tuturnya.
Melalui penerbitan obligasi berkelanjutan ini, Budi berharap dapat  memperbaiki  struktur permodalan perusahaan untuk  mendukung target  rencana jangka  menengah Pemerintah khususnya pembangunan Proyek  Strategis Nasional (PSN).</description><content:encoded>JAKARTA - Obligasi PT Hutama Karya (HK) mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3,9 kali. Hutama Karya menerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi II tahap I 2021 dan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I 2021.
Baca Juga: Sambungkan Aceh-Lampung dengan Tol, Hutama Karya Butuh Rp547,1 Triliun
Dari aksi korporasi tersebut, emiten plat merah ini menghimpun total dana Rp1,5 triliun. Perseroan menawarkan obligasi II senilai Rp1 triliun dengan waktu tenor 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun dengan tingkat kupon  masing-masing sebesar 8,25%, 8,55% dan 9,3% yang efektif per 7 September 2021.
Sedangkan penerbitan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I 2021 sebesar Rp500 miliar dengan waktu tenor 3 tahun, 5  tahun, dan 7 tahun dengan nilai imbal hasil masing-masing sebesar 8,25%, 8,55% dan 9,3% yang efektif per 7 September 2021.
Baca Juga: Hutama Karya Ditantang Rampungkan Proyek Tahap I Tol Trans Sumatera hingga 2024
Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengapresiasi animo para investor. Menurut dia, sebagai salah satu BUMN yang 100% sahamnya dimiliki Pemerintah, Hutama Karya mendukung target rencana jangka menengah Pemerintah khususnya dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan penugasan pembangunan Jalan Tol Trans  Sumatera (JTTS) dan proyek infrastruktur strategis lain.
&amp;rdquo;Dalam lima tahun terakhir, Hutama Karya  mencatat pertumbuhan kinerja yang baik di mana hingga Desember 2020, total aset perusahaan mencapai Rp110,98 triliun atau tumbuh 362% dibandingkan 2016,&amp;rdquo; kata Budi.Hutama Karya, lanjutnya, akan terus berupaya melakukan  diversifikasi sumber  pendanaan eksternal. Selain melalui lembaga  keuangan baik bank maupun  non-bank yang dimulai dari Penawaran  Umum  Obligasi I HK Tahun 2013 dan penerbitan Global Bonds senilai USD600 juta  atau setara Rp9 triliun pada Mei 2020, perusahaan telah mendapatkan 5x  oversubscribed.
&amp;rdquo;Kami mengapresiasi minat para investor  yang secara tidak langsung  turut  mendukung menyukseskan penyelesaian pembangunan JTTS dan semakin  terbukanya akses infrastruktur di  Indonesia,&quot; tuturnya.
Melalui penerbitan obligasi berkelanjutan ini, Budi berharap dapat  memperbaiki  struktur permodalan perusahaan untuk  mendukung target  rencana jangka  menengah Pemerintah khususnya pembangunan Proyek  Strategis Nasional (PSN).</content:encoded></item></channel></rss>
