<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rhenald Kasali: 10 Bidang Usaha Beralih ke Layanan Digital saat Pandemi Covid-19</title><description>Perkembangan digital terjadi secara cepat dan signifikan. Setidaknya ada 10 bidang usaha yang telah berubah secara permanen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/455/2472085/rhenald-kasali-10-bidang-usaha-beralih-ke-layanan-digital-saat-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/455/2472085/rhenald-kasali-10-bidang-usaha-beralih-ke-layanan-digital-saat-pandemi-covid-19"/><item><title>Rhenald Kasali: 10 Bidang Usaha Beralih ke Layanan Digital saat Pandemi Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/455/2472085/rhenald-kasali-10-bidang-usaha-beralih-ke-layanan-digital-saat-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/09/16/455/2472085/rhenald-kasali-10-bidang-usaha-beralih-ke-layanan-digital-saat-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Kamis 16 September 2021 07:03 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Hudayanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/09/16/455/2472085/10-bisang-usaha-beralih-ke-layanan-digital-saat-pandemi-covid-19-XwwEJDF6wr.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">10 usaha beralih ke digital selama pandemi covid-19 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/09/16/455/2472085/10-bisang-usaha-beralih-ke-layanan-digital-saat-pandemi-covid-19-XwwEJDF6wr.jpeg</image><title>10 usaha beralih ke digital selama pandemi covid-19 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan digital terjadi secara cepat dan signifikan. Setidaknya ada 10 bidang usaha yang telah berubah secara permanen.
10 bidang tersebut adalah kuliner, pendidikan, hiburan, donasi sosial, alat pembayaran, logistik, fashion, periklanan, media, dan sektor perumahan. Kini semua pengusaha secara voluntary melakukan shifting ke layanan digital.
&amp;ldquo;Pandemi ini meluluhkan para penyangkal disrupsi digital&amp;rdquo;, kata Prof. Rhenald Kasali dalam perss conference acara Wealth Wisdom 2021 Bank Permata, dikutip Kamis (16/9/2021).
Baca Juga: Kisah Petani Milenial Modal Rp15 Juta Kantongi Rp100 Juta dari Bisnis Bawang Merah
 
Menurutnya, regulator dan pemangku-pemangku kepentingan yang sebelumnya tidak melihat bahkan menyangkal dan sering mempersulit kedatangan inovasi-inovasi yang disruptif, kini lebih terbuka matanya. Demikian pula profesi-profesi seperti dokter, ahli farmasi, perbankan, dosen, ahli statistik yang semula sulit sekali beradaptasi dan berubah haluan kini langsung menemukan dan langsung menyesuaikan diri selama pandemi.
Dia memberi contoh, kehadiran Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial memberikan angin segar dengan mengampu lembaga sosial 4.0 Crowd Funding Kitabisa.com untuk memobilisasi donasi publik pada korban-korban bencana. Penggunaan metode baru dalam memobilisasi bantuan mampu memberi bantuan &amp;ldquo;on the spot&amp;rdquo; yang menembus batas-batas birokrasi yang dapat membuat masyarakat khususnya netizen muda, frustasi.
Namun di lain sisi, OJK terkesan masih sangat &amp;ldquo;denial&amp;rdquo; terhadap inovasi-inovasi karitatif ini dengan membatalkan inovatif-inovatif kreatif disruptif. Social crowd funding yang dilakukan Kitabisa.com menghilangkan persoalan-persoalan sosial.
Baca Juga: 15 Peluang Usaha yang Belum Banyak Pesaing 
 
Selain social crowd funding, dokter kini lebih terbiasa melayani konsultasi Telehealth. Diketahui sebelum pandemi para ahli farmasi dan regulator kesehatan terkesan menolak pemeriksaan kesehatan jarak jauh dan pemberian resep obat tanpa kehadiran fisik pasien.
Rhenald melihat proses perubahan ke depan mulai terlihat wujudnya, kendati masih dinamis. Sebagian mulai dipermanenkan pengusaha (normal is gone). Tentunya dengan keberhasilan Indonesia menjalankan vaksinasi masal sebanyak 73,8 Juta orang (vaksin.kemenkes.go.id, 14 September 2021).Shifting secara masif dan kreatif dipelopori kaum muda Indonesia  terjadi dalam bidang kuliner, pekerjaan, pendidikan, hiburan, donasi  sosial, alat pembayaran, logistik, fashion (khususnya untuk keperluan  sosial media), periklanan, media, dan sektor perumahan. Semua dipicu  pandemi dengan terbentuknya &amp;ldquo;Donut Economy&amp;rdquo; yang membuat pusat-pusat  ekonomi lama menjadi kosong seperti lingkaran dalam &amp;ldquo;kue&amp;rdquo; donat, namun  padat di sekitarnya.
Namun demikian ia juga mengatakan pentingnya transformasi pendidikan,  mewaspadai datangnya gelombang-gelombang pandemic berikutnya yang tidak  hanya menyerang manusia (melainkan juga tanaman pangan, hewan  peliharaan dan ternak), krisis hutang dan kredit perbankan,  pemberantasan korupsi, dan meningkatnya ketimpangan ekonomi.
Rhenald melihat, Indonesia akan semakin menyatu dengan dunia global,  memasuki era World 4.0 yang akan berlangsung 10-14 tahun ke depan. Era  transisi ini disebut sebagai a massive artificial living. Dipicu  kecerdasan buatan, Indonesia akan memasuki era ledakan kecerdasan yang  kalau tidak ditindaklanjuti 10 tahun kedepan akan banyak generasi muda  yang terdampak sindrom useless generation, sulit bekerja dan  berkali-kali menganggur.
Selain itu, produk-produk sintetis dan artificial akan semakin banyak  beredar. Guru Besar FEB UI Rhenald Kasali mengatakan akan membahas  lebih detail  terkait visi ekonomi digital Indonesia ke depan dalam  kelas How Technology Will  Shape Financial Industry pada hari Kamis, 17  September 2021 pukul 11.00 &amp;ndash; selesai di acara Wealth Wisdom 2021  &amp;ldquo;Wellness to Wealth&amp;rdquo; Bank Permata.</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan digital terjadi secara cepat dan signifikan. Setidaknya ada 10 bidang usaha yang telah berubah secara permanen.
10 bidang tersebut adalah kuliner, pendidikan, hiburan, donasi sosial, alat pembayaran, logistik, fashion, periklanan, media, dan sektor perumahan. Kini semua pengusaha secara voluntary melakukan shifting ke layanan digital.
&amp;ldquo;Pandemi ini meluluhkan para penyangkal disrupsi digital&amp;rdquo;, kata Prof. Rhenald Kasali dalam perss conference acara Wealth Wisdom 2021 Bank Permata, dikutip Kamis (16/9/2021).
Baca Juga: Kisah Petani Milenial Modal Rp15 Juta Kantongi Rp100 Juta dari Bisnis Bawang Merah
 
Menurutnya, regulator dan pemangku-pemangku kepentingan yang sebelumnya tidak melihat bahkan menyangkal dan sering mempersulit kedatangan inovasi-inovasi yang disruptif, kini lebih terbuka matanya. Demikian pula profesi-profesi seperti dokter, ahli farmasi, perbankan, dosen, ahli statistik yang semula sulit sekali beradaptasi dan berubah haluan kini langsung menemukan dan langsung menyesuaikan diri selama pandemi.
Dia memberi contoh, kehadiran Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial memberikan angin segar dengan mengampu lembaga sosial 4.0 Crowd Funding Kitabisa.com untuk memobilisasi donasi publik pada korban-korban bencana. Penggunaan metode baru dalam memobilisasi bantuan mampu memberi bantuan &amp;ldquo;on the spot&amp;rdquo; yang menembus batas-batas birokrasi yang dapat membuat masyarakat khususnya netizen muda, frustasi.
Namun di lain sisi, OJK terkesan masih sangat &amp;ldquo;denial&amp;rdquo; terhadap inovasi-inovasi karitatif ini dengan membatalkan inovatif-inovatif kreatif disruptif. Social crowd funding yang dilakukan Kitabisa.com menghilangkan persoalan-persoalan sosial.
Baca Juga: 15 Peluang Usaha yang Belum Banyak Pesaing 
 
Selain social crowd funding, dokter kini lebih terbiasa melayani konsultasi Telehealth. Diketahui sebelum pandemi para ahli farmasi dan regulator kesehatan terkesan menolak pemeriksaan kesehatan jarak jauh dan pemberian resep obat tanpa kehadiran fisik pasien.
Rhenald melihat proses perubahan ke depan mulai terlihat wujudnya, kendati masih dinamis. Sebagian mulai dipermanenkan pengusaha (normal is gone). Tentunya dengan keberhasilan Indonesia menjalankan vaksinasi masal sebanyak 73,8 Juta orang (vaksin.kemenkes.go.id, 14 September 2021).Shifting secara masif dan kreatif dipelopori kaum muda Indonesia  terjadi dalam bidang kuliner, pekerjaan, pendidikan, hiburan, donasi  sosial, alat pembayaran, logistik, fashion (khususnya untuk keperluan  sosial media), periklanan, media, dan sektor perumahan. Semua dipicu  pandemi dengan terbentuknya &amp;ldquo;Donut Economy&amp;rdquo; yang membuat pusat-pusat  ekonomi lama menjadi kosong seperti lingkaran dalam &amp;ldquo;kue&amp;rdquo; donat, namun  padat di sekitarnya.
Namun demikian ia juga mengatakan pentingnya transformasi pendidikan,  mewaspadai datangnya gelombang-gelombang pandemic berikutnya yang tidak  hanya menyerang manusia (melainkan juga tanaman pangan, hewan  peliharaan dan ternak), krisis hutang dan kredit perbankan,  pemberantasan korupsi, dan meningkatnya ketimpangan ekonomi.
Rhenald melihat, Indonesia akan semakin menyatu dengan dunia global,  memasuki era World 4.0 yang akan berlangsung 10-14 tahun ke depan. Era  transisi ini disebut sebagai a massive artificial living. Dipicu  kecerdasan buatan, Indonesia akan memasuki era ledakan kecerdasan yang  kalau tidak ditindaklanjuti 10 tahun kedepan akan banyak generasi muda  yang terdampak sindrom useless generation, sulit bekerja dan  berkali-kali menganggur.
Selain itu, produk-produk sintetis dan artificial akan semakin banyak  beredar. Guru Besar FEB UI Rhenald Kasali mengatakan akan membahas  lebih detail  terkait visi ekonomi digital Indonesia ke depan dalam  kelas How Technology Will  Shape Financial Industry pada hari Kamis, 17  September 2021 pukul 11.00 &amp;ndash; selesai di acara Wealth Wisdom 2021  &amp;ldquo;Wellness to Wealth&amp;rdquo; Bank Permata.</content:encoded></item></channel></rss>
